Cerita Dewasa Anisa Istri Muda Cantik Yang Bahagia

No comment 12 views
Cerita Dewasa Anisa Istri Muda Cewek cantik bugil Yang Bahagia – Cerita entot terhot, Sebelumnya kisah intercourse yang pernah saya publish ialah Cerita Dewasa Gagah Perkasanya Manager Idaman. Cerita intercourse bokep terbaru, novel intercourse terlengkap, cerita dewasa terupdate, cerita cewke sangek mesum terbaik, cerita entot terpopuler, cerita nonton bokep live terselubung, cerita xxx terhot, cerita ml ngentot merawani abg, cerita cewek porno janda bugil binal | SUATU kali di sebuah milis, aku membaca sebuah thread dari seorang pria. Dia minta foto-foto bugil versi voyeurisme. Karena aku punya koleksi, aku kirim lewat japri kepadanya. Dia membalas melalui electronic mail, mengucapkan terima kasih dan minta koleksi lain kalau ada. Aku kirim.

Cerita Intercourse Anisa Istri Muda Cewek cantik bugil Seksi Yang Bahagia
cerita dewasa, cerita dewasa 2016, cerita dewasa terbaru, cerita dewasa igo, cerita dewasa igo terbaru, cerita dewasa igo bugil, cerita dewasa igo 2016
Ilustrasi Intip tate ml Ketahun mesum Pasangan Suami Isteri

Novel Seks – Balasan selanjutnya, pria itu menceritakan tentang keanehan yg ada pada dirinya. Dia sangat suka mengintip, baik orang yg lagi ML maupun perempuan bugil. Bahkan istrinya sendiri pun dia intip.

“Ada kepuasan tersendiri, walau ngintip istri sendiri,” tulisnya.

Sejak itu kami sering berkirim electronic mail. Aku juga tahu bahwa Om Bob tinggal di kota yg sama denganku. Dia selalu bercerita tentang dirinya. Dari situ aku tahu, laki-laki itu agak lemah secara seksual. Dia menyadari betul. Dia baru bisa terangsang secara hebat jika sudah mengintip. Sementara istrinya termasuk perempuan yg amat doyan intercourse. Selalu meminta, tapi jarang terpenuhi. Suami yg malang. Dia juga tahu istrinya tidur dengan beberapa laki-laki lain.

Cerita intercourse, Cerita entot, Cerita ngewe, Cerita dewasa, Cerita panas, Cerita nonton bokep live, Cerita esex esex, Serial bokep cerita seks bokep terbaru 2016.

Keterbukaan Om Bob — begitu aku menyapanya — semakin lebar. Dia akhirnya membuka rahasia besarnya dengan mengatakan bahwa dia sebenarnya ikut andil dalam perselingkuhan istrinya. Andil? Om Bob sendiri yg mengaturnya, menyutradarainya. Sesungguhnyalah istrinya masuk ke dalam jebakan Om Bob.

“Aku puas melihat bagaimana istriku bergumul dengan laki-laki itu. Aku bahkan terangsang sangat hebat, dan seolah punya kekuatan ganda ketika menyetubuhi Anisa sambil membayangkan Anisa dimakan laki-laki lain,” katanya dalam electronic mail.

Om Bob adalah seorang pria keturunan. Umurnya sekitar 45 tahun, hanya berselisih dua tahun denganku. Istrinya, Anisa, berumur sekitar 35 tahun. Mereka sudah belasan tahun menikah tetapi belum punya anak sma. Keduanya saling mencintai. Anisa adalah tipe istri yg setia sebelumnya. Ya, sebelum Om Bob menjebaknya.

Aku sangat suka membaca email-email Om Bob. Ceritanya benar-benar seru dan mencengangkan. Tadinya aku mengira, orang-orang “sakit seks” seperti Om Bob hanyalah khayalan, atau cerita bohong. Dan pada suatu ketika Om Bob menulis electronic mail begini: You mau gak meniduri istriku?

Aku terpana. Tdk menygka akan menerima pertanyaan selugas itu. Tawaran menggiurkan, tetapi sulit untuk aku jawab. Tak mudah mengatakan “Mau”. Ada perasaan tdk enak. Selama ini aku telah memposisikan diriku sebagai seorang “sahabat”, tempat curhat. Bagaimana mungkin aku harus meniduri istrinya? Terminologinya seolah aku merampas wilayah Om Bob. Aku juga membayangkan bagaimana rasanya kalau istriku ditiduri pria lain. Uhhh…. “Tetapi semua itu juga tergantung nasib. Maksud saya, kalau Anisa mau. Kalau dia merasa tak selera dengan Bung Andy, yaa you harus mengerti,” tulis Om Bob.

Dalam email-emailku selanjutnya aku tdk mengatakan secara tegas bahwa aku mau. Aku tdk yakin, ada perasaan khawatir, ada ketdkpercayaan. Om Bob tampaknya menilai aku mengkhawatirkan wajah istriku. Makanya dalam electronic mail selanjutnya dia kirim abg bugil istrinya. Seorang perempuan keturunan Tionghoa yg tatne cantik. Bahkan kiriman selanjutnya sangat mencengangkan. Intip tate ml Anisa selagi tidur, hasil “intipan” Om Bob. Difoto dari berbagai pose, termasuk yg menampakkan paha toket mulus dan CD-nya.

Seperti sudah kuungkapkan di depan, semua perselingkuhan Anisa atas prakarsa diam-diam Om Bob. Om Bob yg memberi jalan bagaimana pertemuan antara Anisa dengan kekasih gelapnya terjadi, dan seterusnya sampai berlanjut ke kamar resort. Baik, aku ceritakan saja tentang apa yg aku alami.

Setelah aku menerima tawaran Om Bob (dengan malu-malu), akhirnya Om Bob mengajukan beberapa syarat. Pertama, semua harus diatur oleh Om Bob. Aku tinggal menjalani semua skenarionya. Jika aku melanggar, maka semuanya batal.

“Jika semua lancar dan aku merasa puas, aku bahkan akan membayar Bung Andy dengan uang yg cukup,’ katanya. Kedua, aku harus menjaga kerahasiaan.
“Kita mencoba mencari kesenangan. Semua harus bersenang-senang, dan berakhir penuh kesenangan. Aku tdk mau ribut-ribut.” Aku setuju dengan syarat-syaratnya.

Komunikasiku dengan Om Bob selanjutnya dilakukan lewat HP. Om Bob menceritakan kebiasaan istrinya, kesukaannya. “Itu harus you pahami agar bisa menaklukkan istriku.” Dari situ aku tahu banyak kepribadian dan kebiasaan Anisa.

Anisa termasuk perempuan pemalu, tetapi sangat suka dipuji. Sebagaimana perempuan Tionghoa lainnya, Anisa agak membatasi diri terhadap pria non-Tionghoa. Karena itu Om Bob minta supaya aku sangat berhati-hati.

Anisa punya kegiatan berenang setiap hari Rabu. Om Bob memberi tahu tempat berenangnya. Dia biasa makan di resto kolam renang selepas berenang. Dia selalu membawa mobil Peugeot 206 hijau metalik, nomor XXXX.

“Kalau ada prempuan turun dari mobil itu, dialah Anisa,” kata Om Bob.

Om Bob menyarankan aku supaya juga berenang, dan sesekali mendekat ke arah Anisa supaya perempuan itu mulai terbiasa dengan wajahku. Tetapi jangan buru-buru melakukan pendekatan di kolam renang. Lebih baik di resto. Dan sebelum aku melakukannya, aku mesti meminta izin kepada Om Bob.

Akhirnya Rabu pagi itu aku mengontak Om Bob, mengatakan bahwa aku akan ke kolam renang. Om Bob setuju, dan mengingatkan kembali tentang apa-apa yg harus dan tdk harus aku lakukan.

“Selamat berburu. Semoga sukses Bung Andy,” katanya.

Sekitar jam 10 aku membolos kerja, hanya untuk mencari perempuan bernama Anisa. Sengaja aku datang agak pagi supaya tdk keduluan Anisa. Aku memarkir mobil, dan menunggu. Sekitar 30 menit kemudian datangah mobil yg aku tunggu.

Seorang perempuan dengan tinggi badan sekitar 160cm turun dari mobil. Rambutnya sebahu. Kulit putih bersih dan tubuh yg padat berisi. Dia menenteng sebuah tas. Setelah dia masuk ke space kolam renang aku menyusulnya. Masuk ke ruang ganti dengan buru-buru supaya bisa mengikuti Anisa. Soalnya aku takut keliru dengan perempuan lain. Maklum hanya sekilas tadi aku melihat wajah Anisa.

Setelah mengenakan pakaian renang, akupun mencebur ke kolam. Berenang. Tdk banyak orang. Hanya beberapa yg berenang, itupun hampir semuanya orang-orang chinese language. Aku lihat perempuan menuju kolam. Anisa. Gila, bodinya bener-bener membuatku ngiler. Alangkah sedapnya bisa meniduri dia. Perempauan itu sudah membasahi tubuhnya dengan air. Pakaian renangnya benar-benar mengeksplorasi keindahan tubuhnya. Dia segera mencebur, dan berenang gaya dada. Memperhatikan Anisa, jantungku berdebar-debar. Aku tdk berani bertindak. Aku ikuti saran Om Bob.

Awalnya jarak begin kami sekitar three meteran. Tetapi ketika berbalik arah aku sengaja touchdown mendekat ke arah dia. Lalu pura-pura istirahat, menunggu Anisa datang. Setelah beberapa kali, akhirnya terjadilah. Anisa tersenyum kecil ke arahku. Aku membalasnya. Mungkin itu dia lakukan karena memang tak banyak yg berada di kolam, dan kami selalu berdekatan posisi. Makin lama makin sering kami melempar senyum, dan aku mencoba untuk menyapanya.

“Gerakannya bagus sekali. Dulu les ya ci?” kataku memuji.

Dia tersenyum tapi tdk menjawab dengan kata. Aku tinggalkan dia dan mengambil gaya kupu-kupu. Aku ingin menarik perhatiannya. Ini adalah gaya yg paling sulit. Tak banyak yg bisa melakukan kecuali pernah ikut les. Rupanya dia memperhatikanku.

“Mas tuh yg pernah les,” katanya. Aku senang sekali.
“Sudah lama sih,” jawabku.

Pura-pura tak acuh, aku kembali mengayunkan tangan dan kaki menjauh darinya. Anisa masih sempit di sana. Mungkin mulai kecapekan. Ketika kembali ke tempat semula aku mendekati Anisa.

“Sering berenang ke sini ya ci?”
“Ya kadang-kadang aja.”
“Ooo, saya baru kali ini. Biasanya di Graha. Tapi pengin suasana baru. Ternyata di sini enak. Sepi dan airnya jernih,” kataku.
“Di Graha juga jernih kan?

Percakapan ringan terjadi. Kami mulai agak akrab. Sampai akhirnya kami berada di resto. Dia memesan mie titee, dan aku pisang goreng.

“Laper kalau habis berenang,” kataku. Anisa membungkus tubuhnya dengan handuk.
“Kok sendirian aja ci?”
“Iya saya biasa sendirian,” sahutnya.
“Gak dianter pacar? Ga kerja?”
“Pacar, saya sudah bersuami kok. Suami saya kerja saya ibu sangek rumah tangga.”
“Hah? Sudah bersuami? keliatannya kayak bujangan. Emang umur cici berapa? Aku berbohong, sekadar untuk membuatnya bangga.
“35 tahun.”
“Ahh bohong. Masih bugil muda gitu.”

Percakapan itu berjalan lancar. Kami juga sempat tukar-menukar nomor HP. Kami berjanji akan bertemu lagi Rabu pekan depan.

Aku ceritakan semuanya ke Om Bob yg terjadi hari itu. Om Bob juga senang dan memujiku sebagai pria yg light.

“Kayaknya you mau sukses. Teruskan saja.” Om Bob juga mengizinkan aku untuk berkomunikasi lewat HP dengan istrinya.

Yg penting. Aku tdk boleh berkencan tanpa sepengetahuannya. Aku juga dilarang bercerita soal keterlibatan Om Bob, karena Anisa bisa tersinggung.

“Nanti bisa bisa buyar semuanya,” kata Om Bob.

Komunikasi lewat SMS dengan Anisa berjalan lancar. Bahkan sudah mulai mesra, sampai kahirnya aku mengajaknya untuk berkencan. Ajakanku diterima, dan aku melaporkan itu kepada Om Bob. Akhirnya Om Bob memintaku bertemu dengannya. Aku menemui Om Bob di sebuah kafe pada sore hari. Om Bob berbadan tinggi. Wajahnya biasa saja. Sejak semula aku menduga dia orang yg sangat kaya.

Dan itu terbukti ketika aku bertemu untuk pertama kalinya. Dia mengendarai BMW jenis SUV warna hitam. Mobil yg gagah sekali. Restricted version. Dia senang sekali bertemu denganku. “Maaf Bung Andy, kayaknya Bung Andy menjadi pria Jawa pertama yg meniduri Anisa. Selama ini yaa sesama chinese language,” katanya. Setelahnya Om Bob akan mengatur jadwal kencanku dengan Anisa.

“Aku yg reserving kamar, tapi nanti bilang sama Anisa, you yg reserving,” kata Om Bob.

Ternyata aku harus reserving kamar di Resort X. Kenapa tdk di Resort Y, rupanya inilah tak-tik Om Bob untuk mengintip aku dan Anisa. Om Bob membooking dua kamar. Satu untuk aku, satu lagi kamar sebelahnya untuk dia dan peralatan mengintipnya. Dan … ini yg tdk disadari Anisa. Di dalam mobil Anisa telah terpasang kamera pengintip yg tersembunyi. Kamera ini terhubung melalui sinyal ke dalam monitor yg ada di tangan Om Bob. Dia tahu semua yg terjadi di mobil istrinya.

Ini baru aku ketahui beberapa hari setelah kencan terjadi. Itu pun atas pemberitahuan Om Bob. Karena itu Om Bob minta supaya kencan dilakukan dengan mobil Anisa, sehingga sepanjang perjalanan menuju resort, Om Bob mengetahui apa yg terjadi. Benar-benar luar biasa laki-laki tajir itu. Sepanjang perjalanan aku dan Anisa memang sudah saling cubit, saling remas. Bahkan aku yg pegang kemudi digoda dengan remasan-remasan nakal di penisku. “Ayooo.. keluarin di mobil aja…” Anisa tertawa.

“Dodol ah…” jawabku.

Singkat cerita aku dan Anisa telah memasuki kamar resort. Tak sabar rasanya ingin segera entot Anisa. Sejak dalam perjalanan nafsuku sudah meledak-ledak.

Begitu pintu kamar aku kunci, aku langsung mendekap Anisa dari belakang, dan aku hujani tengkuknya dengan ciuman penuh nafsu. Anisa terpekik. Tas tangannya terjatuh. Dia membalikkan badan dan menyambut dengan penuh gelora ciuman bibirku. Kami berpagutan. Aku lepas blus yg membungkus tubuhnya. Juga bra yg membungkus bukit kembarnya. Toketnya yg putih dengan puting warna pink menyembul. Masih bugil kenceng, seperti puting gadis merawani abg. Aku dengan rakus melumatnya. Aku tak peduli lagi bahwa apa yg aku lakukan ini diintai dengan kedua mata Om Bob, suami Anisa.

Aku rebahkan tubuh Anisa, kulucuti semua pakaiannya hingga tak satu helai benang menempel di tubuh putihnya. Aku jilati semuanya. Semua. Benar-benar baru kali ini aku melihat tubuh seputih itu. Bahkan di antara selangkangan, seputar anus, nyaris tanpa warna coklat atau hitam. Tak ragu-ragu, aku jilati seluruh vagina dan isinya, juga seputar anusnya. Anisa menggelepar-gelepar tdk karuan. Dia meminta penisku, dan dikulumnya dengan rakus.

“Agghhhhh….” Aku mengeluh panjang.

Kuluman yg luar biasa. Tampaknya Anisa sangat pintar. Penisku terbenam seluruhnya ke dalam kerongkongannya. Penisku memang tdk terlalu besar dan panjang. Ya ukuran Asia, sekitar 12cm. Bibirnya menempel di kulit perut bawahku. Dia hisap, dia kili-kili dengan lidahnya. Aku menjerit tertahan. Merasakan nikmat yg amat sangat. Lama kami bermain 69. Rupanya Anisa sangat suka gaya ini. Dia tak segera mengakhiri permainan 69. Dia balikkan tubuh kami, sehingga aku berada di bawah. Diangkatnya pantatnya sehingga vaginanya menjauh dari mulutku. Tadinya aku mengira dia ingin mengakhiri 69. Tetapi ternyata Anisa ingin mulutku mengejar vaginanya.

“Ayo sayang… emut lagi…” pintanya.

Ketika aku menjilat, dia berusaha menjauhkan lagi dengan mengangkat bokongnya. Maka aku pun memeluk pinggangnya.

“Yeahhhh….”

Dia melenguh saat tubuhku menggandul di pinggangnya sambil menjilati itilnya.

“Terusss… sayang… teruss…” Ia kembali mengemut penisku. “Pakai jari sayang…”

Aku masukkan jari tengahku, dan mengobok-obok vaginanya yg sudah basah kuyup. Anisa melonjak-lenjak kenikmatan, lalu mengerang tertahan. Rupanya dia orgasme. Bersamaan dengan itu, diisapnya penisku kuat-kuat.

“Keluarin sayang… keluarin….” Dia menepuk-nepuk pahaku memintaku segera ejakulasi.

Aku coba mengejan, tetapi tak juga berasa ejakulasi. Dia kocok penisku dengan mulutnya sambil terus dihisap-hisap.

“Ohhhh… sayang… aku mau keluar,” kataku.
“Ayoo keluarin.. keluarin…”

Dan akhirnya memang keluar. Maniku menyemprot jauh ke dalam kerongkongannya. Dia menghisap begitu kuatnya, sampai penisku terasa ngilu, dan tubuh seolah terpental ke awang-awang. Baru kali ini aku mengalami ejakulasi sehebat ini. Setelah itu, benar-benar lemas. Nyaris seperti pingsan. Anisa tampak berusaha menelan sisa-sisa maniku di mulutnya.

“Kamu gak jijik say?”
“Gak. Enak banget kok,” katanya.
“Kan tadi kamu juga gak jijik jilati anusku.” Aku meraih tubuhnya dan mencium dia.

Aku memeluk erat Anisa sebagai rasa terima kasih atas pelayanannya yg luar biasa.

Kami kembali bermain beberapa menit kemudian. Persenggamaan yg seru. Gaya-gaya dalam BF yg belum pernah aku jalani kami lakukan. Hanya ketika aku meminta anus, Anisa menolak. Rupanya Anisa paling suka gaya tusukan dari belakang. Dia memunggungiku, aku mengarahkan penis melewati pantatnya. Dia menjerit-jerit, mencengkeramku. Dia berusaha menoleh ke belakang mencari bibirku.

Ketika kami berciuman lidahnya menari-nari liar. Dia juga memintaku menjulurkan lidah, dan dihisap-hisapnya lidahku. Semakin aku keras menggenjot penis, semakin liar reaksi dia. Anisa menyukai gaya itu, katanya sentuhan penis ke bagian-bagian vaginanya sangat fantastis. Dia juga merasa kenikmatan ketika bulu-bulu kemaluanku menyapu pantatnya.

“Kayak dikili-kili..” katanya.

Kami bermain sampai sore hari. Sekitar jam four sore Anisa berkemas.

“Aku harus segera ngentot sepulang sekolah. Sebentar lagi suamiku ngentot sepulang sekolah kerja. Kalau aku gak ada di rumah bisa dicincang aku,” katanya.

Aku diam saja, dan baru teringat akan Om Bob. Entah apa yg dipikirkan dan dilakukan pria itu di kamar sebelah….
Aku tdk pernah tahu karena Om Bob tdk pernah bercerita dan aku tdk enak hati bertanya. Yg agak mengagetkanku, keesokan harinya Om Bob mencoba memberiku sejumlah uang. Cukup banyak. Kutaksir lima jutaan. Tetapi aku menolaknya. Dia coba memaksa, tetapi aku tetap menolak.

“Saya kan yg diuntungkan Om, saya yg enak.” Om Bob tampaknya senang dengan reaksiku.

Percintaanku dengan Anisa berlanjut beberapa bulan kemudian. Semua berjalan lancar. Selama itu aku tdk pernah mengkhianati Om Bob dengan misalnya kencan diam-diam. Setelah itu Om Bob memintaku mengakhirinya. Bacaan intercourse high: Cerita Dewasa IGO Terhot Kapri Sang Pejantan Tangguh

“Ini untuk kebaikan bersama Bung,” katanya.

Baik untuk menjaga rahasia dari Anisa, juga mencegah kemungkinan larutnya aku ke dalam hubungan yg lebih private dengan Anisa.

“Kasihan istri Bung kalau keterusan. Aku mohon pengertian Bung …”

Meski dengan berat hati, aku menuruti kemauan Om Bob. Sejak itu aku mencoba menghindari Anisa, dan kembali hidup sebagai petualang yg berburu mangsa…., - Situs terpopuler dewasa intercourse on-line terlengkap, novel intercourse terupdate, novel intercourse dewasa, novel xxx bokep terbaru, novel cerita scorching, novel cerita nonton bokep live, novel cerita cewek porno, novel cewke sangek mesum, novel ngentot ml, novel tante malaysia selingkuh, novel janda bugil hypersex, novel intercourse terpanas, novel merawani abg suka bugil.

Cerita Intercourse / Cerita Dewasa / Cerita Ketahun mesum / Cerita Panas / Cerita Film porno / Cerita Download bokep jepang / Cerita Intercourse Tante gatal / Cerita Intercourse ABG / Cerita Intercourse janda bugil / Cerita Intercourse Memek perawan berdarah / Cerita HOT / Kisah Intercourse / Intercourse Bergambar / Intip tate ml Seks

VIDEO BOKEP TERBARU LAINNYA:

Related Search

author
Author: 

    Leave a reply "Cerita Dewasa Anisa Istri Muda Cantik Yang Bahagia"