Cerita Dewasa IGO Bispak Ressa Sigadis Hypersex

No comment 6 views

Cerita Dewasa IGO Bispak Ressa Sigadis Hypersex - Cerita ML terhot, Sebelumnya kisah intercourse yang pernah saya publish ialah Cerita Dewasa Top Bercinta Sama Yunita Gadis SMA. Cerita intercourse bokep terbaru, novel intercourse terlengkap, cerita dewasa terupdate, cerita abg sangek mesum terbaik, cerita ML terpopuler, cerita download bokep hd terselubung, cerita xxx terhot, cerita ml porn memek perawan, cerita mahasiswa porno janda bugil binal | Ressa, berumur 23th. Dia adalah sahabat baik Ria. Posturnya 160 cm/55 kg. Payudaranya berukuran 36B. Orangnya hitam manis, rambutnya agak ikal. Matanya tajam setiap kali berbicara seakan-akan menyelidiki isi hati lawan bicaranya. Bibirnya penuh, tidak tebal, tidak tipis, sangat seksi.

Cerita Intercourse IGO Bispak Bokep terbaru 2016 Ressa Sigadis Hypersex
Cerita, Dewasa, IGO, Bispak, Ressa, Sigadis, Hypersex, cerita sex, cerita seks terbaru, cerita dewasa, cerita dewasa 2016, cerita ngentot, kumpulan cerita ngentot terkini, cerita semi, koleksi cerita semi bergambar hot

Novel Seks – Menurutku, bagian terseksi dari Ressa ada pada bibirnya. Sangat menggoda untuk dikecup, dicumbu dan dicium sepuasnya. Apalagi kalau Ressa menggunakan lip gloss agar membuat bibirnya selalu tampak basah. Benar-benar menggoda. Wajahnya sangat harmless alias bertampang tak punya dosa, tampak lugu sekali.

Koleksi Cerita Intercourse ABG HOT, Entot ABG Sange, Ngesex ABG Binal, Intercourse Birahi ABG, Intercourse Entot ABG, Kisah Nyata Intercourse IGO, Cerita Entot Bergambar Scorching.

Tapi jangan salah, di balik wajahnya yg imut, ada nafsu yg membara. Ada hasrat seks yg selalu menggebu. Tiada hari baginya tanpa memikirkan intercourse. Aku mengetahuinya setelah Ressa berterus terang padaku apa yg dia rasakan. Ressa bercinta pertama kali di kelas three SMP, pada saat umurnya masih hot 16th. Sejak umur 13th, dia sudah melakukan abg masturbasi di kamera dan lalu pacar pertamanya mendapatkan kegadisannya. Ressa tidak pernah menyesali setiap momen seksualnya. Dia selalu menikmatinya.

Suatu hari aku menerima SMS dari nomor handphone Ria.

“Hai Riko.. Lagi ngapain? Aku Ressa. Kenalin yah! Aku sahabatnya Ria. Aku pengen kenal denganmu. Kalau kamu bersedia, hubungi aku di nomor 081xx ya! Thanks” Aku segera membalasnya. Tetapi melalui nomor Ria.

“Hai Ressa.. Kamu sekarang dengan Ria? Mana si Ria? Aku mau dia SMS aku” Saat itu aku lebih ingin bertemu Ria karena aku sudah lama tidak bertemu dengannya.

“Ria lagi mandi. Riko, kamu SMS di hape-ku saja ya” Balas Ressa.

Yah, aku tahu kebiasaan Ria. Kalau mandi lama sekali. Boros air, boros sabun, boros shampoo, boros listrik, boros waktu.. Pokoknya boros. Tidak percaya? Baygkan, dia mandi selama 45-60 menit! Ria sendiri yg bercerita padaku.

Aku sampai terheran-heran. Atau aku saja yg kurang pengetahuan tentang lamanya wanita mandi ya? Dibandingkan dengan lama mandiku yg hanya 10 menit, si Ria jauh lebih lama. Akhirnya aku memutuskan untuk ber-SMS dengan Ressa saja.

“Ada apa kok minta SMS di HP-mu? Kan sama aja di HP-nya Ria..?” tanyaku.

“Ah.. Biar lebih privateness saja. Riko, gila.. Ria udah cerita tentang apa yg kalian lakukan di kamar ini!” Aku jadi terkejut. Wah, Si Ria suka membocorkan rahasia rupanya. Tapi aku jadi maklum pada saat mengingat bahwa si Ressa ini memang sobat baiknya. Ya, tidak apalah.

“Cerita apa lagi? Dia puas nggak?” tanyaku pada Ressa.

“Puas, man! Katanya lo jago banget kissing-nya. Jago banget foreplay-nya! Jangan kepala besar ya!”, jawabnya.

“Wah.. Kalau kepala besar sih enggak. Kalo k0ntol besar iya.. Haha..” balasku usil.

“Tapi katanya lo ga tahan lama ya? Ga lama lo udah keluar ya?” Bum!! Aduh malunya aku. Si Ria, tega-teganya pengalaman pertamaku diceritakan begitu.

“Ah, itu kan ML pertamaku. Wajar dong aku gak tahan lama. Kalau sekarang sih udah jago!” balasku membela diri. Cowok mana yg rela dikatakan tidak tahan lama?

“Ah yg bener.. Sekarang udah tahan lama nih?” goda Ressa. Aku jadi penasaran dengan si Ressa ini.

“Emangnya kamu sendiri udah berani ML?” pancingku.

“Yah, elo.. Riko. Ya udahlah! Gue terus terang aja ama lo. Gue suka banget tahu!”

Perkataan si Ressa membuat k0ntolku ereksi. Keterusterangannya sangat langka kutemui. Biasanya wanita akan menutupi hasratnya. Apalagi pada cowok yg baru pertama ditemuinya. Tapi si Ressa ini.. Berani sekali!

“Oh ya? Paling lo omong kosong doank..” pancingku lebih jauh.

“Hehe.. Lo mancing gue ya, Riko? Gak usah gitu.. Ntar malam telepon gue ya!”

Siang sampai malam aku bekerja sambil sesekali memikirkan Ressa. Dunia ini memang luas, penuh keunikan. Dulu, hanya membicarakan hal yg berbau seksual saja sangat tabu. Tapi sekarang dengan kebebasan media, dengan kecepatan informasi yg hampir tanpa filter, siapa pun bisa mencari dan mendapatkan apa saja yg ia inginkan termasuk intercourse. Informasi tentang intercourse bisa dengan sangat mudah didapatkan di web. Tak heran dalam waktu singkat, budaya ‘intercourse itu tabu’ telah terkikis.

Aku sangat yakin bahwa wanita seperti Ressa, yg sangat menikmati intercourse, sangat banyak di Indonesia, tetapi hanya sedikit yg berani berkata, “Ya, saya suka dan menikmati intercourse”. Tetapi lambat laun, aku percaya bahwa jumlah wanita seperti Ressa akan semakin berkembang.

Malamnya aku menelepon Ressa. Kami berbicara banyak hal. Tapi memang pembahasan utama kami adalah intercourse. Ressa mengakui dirinya hipersex. Tetapi dia tidak suka berganti-ganti pasangan. Dia punya pasangan tetap. Frekuensinya saja yg sering. Hampir setiap hari Ressa bercinta. Gila.., aku baygkan pasti lelah sekali setiap hari bercinta. Lalu kami pun membuat janji untuk bertemu di rumahnya.

*****

Dari rumah aku mandi, menggosok gigi, menyiapkan dua buah kondom, handheld desinfectant dan merapikan bulu-bulu di wajahku. Aku memang tidak suka memelihara kumis dan jenggot. Kurang bersih kesannya. Walaupun kucukur habis, tetap saja terlihat kalau aku berbakat punya kumis. Justru terlihat seksi, kata Ria dan Ita.

Dengan sedikit parfum, kaos putih bersih dan denims biru, aku berangkat ke rumah Ressa. Di sepanjang perjalanan aku menebak-nebak setangguh apa Ressa, bagaimana aksinya di ranjang. Apakah agresif, pasif atau jangan-jangan suka yg aneh-aneh di atas ranjang seperti menyakiti dan disakiti?

Memikirkan Ressa dan perilaku sex-nya membuat k0ntolku berdenyut-denyut. Di bayganku sudah menari-nari sosok wanita telanjang yg akan bercinta denganku. Yg akan kugumuli, yg akan kucumbu, kenikmati sepuasnya. Ah.. sebentar lagi aku akan bercinta.. Sebentar lagi aku akan menghunjamkan k0ntolku ke mEmek Ressa. Sebentar lagi..

Ressa tinggal serumah dengan neneknya. Orang tuanya bekerja di luar negeri. Sewaktu aku datang, neneknya sedang pergi. Pembantunya sedang menyeterika baju sambil menonton televisi. Ressa menemuiku dengan memakai celana pendek dan kaos you possibly can see. Seksi sekali. Darahku berdesir setelah menyadari bahwa Ressa tidak memakai bra. Wah.., jangan-jangan dia tidak pakai celana dalam juga, pikirku. Ressa segera menggandeng tanganku dengan mesra. Matanya melirikku nakal. Busyet nih anak sma di paksa ml, menggemaskan sekali, pikirku lagi.

“Udah makan, Say..?” tanyanya sambil jarinya menohok lembut perutku.

“Hm.. Udah. Kamu?” jawabku. Aku meremas jarinya.

“Ouch.. Kok diremas sih? Kalau yg ini udah makan?” tanyanya sambil mengayunkan tangannya menyentuh k0ntolku dengan cepat. Ugh.., k0ntolku bereaksi. Ressa ini pintar sekali menggodaku. Aku tertawa ringan. Memang k0ntolku belum ‘makan’ cukup lama.

“Kita masuk kamarku aja yuk.. Ada televisi di kamar” ajak Ressa. Aku melirik pembantu Ressa yg juga sedang melihatku. Kulihat pembantu Ressa tersenyum padaku sambil terbatuk-batuk. Wah, sudah tahu gelagat dia rupanya, pikirku.
Cerita Intercourse TOP Bergairah : Boking ABG download bokep bocah masih sm Hyper Seks

Kamar Ressa cukup luas. Ada televisi, lemari es, AC dan kamar mandi. Mirip dengan kamar resort. Aku menarik nafas panjang membaygkan kenikmatan yg sebentar lagi aku peroleh.

“Hayo.. Mikir apa?” goda Ressa sambil memelukku dari belakang.

Pintu telah terkunci. Kurasakan kamar Ressa sangat dingin karena AC. Pelukan Ressa terasa hangat di punggungku. Bahaya sekali.. Dengan segala godaan dan stimulasi yg dilakukan Ressa, membuat pikiranku sudah penuh dengan fantasi intercourse. Sangat berbahaya karena jika fantasi itu aku ikuti terus, aku akan mudah dikalahkan Ressa nantinya. Aku berusaha rileks menenangkan pikiranku. Aku berusaha tenang.

“Gak mikir apa-apa kok.. Kamu sendiri mikir apa?” tanyaku. Aku mengambil distant dan menyalakan televisi. Kubaringkan tubuhku di atas ranjang. Spring bednya enak sekali. Sambil memeluk guling aku acuhkan Ressa. Aku memilih menonton TV. Ressa ikut berbaring di sampingku.

“Aku mikirin kamu Riko.. Sejak tadi malam aku gelisah” bisik Ressa.

Ressa sengaja membisikkan kata-kata itu di telingaku hingga membuat telingaku merinding. Ugh.., Ressa menjilat telingaku! Aku sangat sensitif di telinga, sehingga jilatannya di telingaku seketika membangkitkan birahiku. Mataku refleks memandangnya. Lalu Ressa menciumku. Bibirnya yg seksi itu melumat-lumat bibirku.

Oh.., dia tidak juga berhenti. Terus menerobos masuk, menghisap bibirku. Lidahnya menari-nari di rongga mulutku, mencari lidahku yg juga mulai menggeliat. Aku mulai meresponsnya. Kubalas hisapannya. Kubalas jilatannya. Kubalas dengan penuh semangat.

Aku menyukai cara Ressa menciumku. Tegas dan kuat sekali cumbuannya. Caranya memadukan bibirnya yg penuh dengan lidahnya yg lincah menunjukkan pengalamannya dalam bercumbu. Nikmat sekali ciumannya. Nafasnya juga menunjukkan ketenangannya.

Ressa tidak terburu-buru tetapi dahsyat dalam mencumbu. Dia mampu mengatur nafasnya dengan luar biasa. Hembusan nafasnya semakin menghangatkan suasana. Apalagi matanya tidak pernah terpejam. Dia menatapku terus dengan berani.

Aku melepaskan ciuman kami lalu bangkit berdiri dan minum. Aku harus mengatur ritme karena k0ntolku sudah mau meledak rasanya. Aku sangat terangsang karena itu aku harus menenangkan diri. Baru minum seteguk, Ressa sudah merengkuhku kembali, membaringkanku dan aku ditindihnya. Ressa kembali mencumbuku dengan tubuhnya di atas tubuhku.

Luar biasa, Ressa semakin berani. Ciumannya semakin kuat dan cepat. Kadang dia menyerbu leherku. Menjilat dan sesekali menggigitku. Kemudian kembali mencium telingaku. Tangannya juga tidak tinggal diam. Menjambak rambutku dan memegang kuat wajahku. Hebat, aku salut dengan Ressa. Wanita yg satu ini bisa memaksimalkan potensinya. Ciumannya di bibirku juga tidak monoton. Ada saja variasi gerakannya. Caranya menekan bibirku, caranya menghisap dan menjilat juga bervariasi. Nikmat sekali.

Perlahan aku merasakan pantat Ressa bergerak. Dengan tenang Ressa menggesek k0ntolku dari luar. Saat itu kami masih hot sama-sama berpakaian. Wow.., ini adalah pengalaman pertamaku. Kurasakan k0ntolku menggeliat bangkit. Semakin lama semakin tegang dan keras. Gesekan Ressa membuat k0ntolku berdenyut-denyut nikmat.

“Enak, kan.. Riko?” bisik Ressa. Ya kuakui enak sekali.

“Enak.. Tapi apa mEmekmu bisa merasakan? Kamu kan masih hot memakai celana?” tanyaku ingin tahu. Aku tidak yakin Ressa merasakan hal yg sama dengan yg kurasakan.

“Bisa Riko, tapi aku harus menggesek dan menekan agak keras..” jawabnya.

Aku mencoba mengikuti alur permainannya. Sebetulnya aku sudah ingin menelanjanginya. Gesek menggesek begini memang nikmat, tapi tetap saja jauh lebih nikmat bercinta langsung. Aku mulai bergerak mengambil posisi duduk. Tanganku bergerak menarik kausnya. Benar, Ressa tidak memakai bra. Payudaranya langsung kusambut dengan mulutku. Aku benamkan mukaku ke belahan payudaranya. Menghisap putingnya dan tanganku mulai meremas payudaranya.

Ressa juga menarik kausku. Perlahan Ressa mulai membalas mencium dadaku. Menjilat putingku dan tangannya menarik lepas celanaku. K0ntolku menyembul dengan gagah. Direngkuh oleh tangan halus Ressa. K0ntolku mulai diremas dan dikocok oleh tangan Ressa. Tangannya juga memijat naik turun dari kepala ke pangkal k0ntolku. Oh.., nikmatnya, aku sudah lama menantikan saat-saat nikmat seperti ini.

Aku bergerak menuju selangkangan Ressa. Kulepas celananya. Benar dugaanku, dia sudah tidak memakai celana dalam. Kurasakan mEmeknya sudah basah. MEmek Ressa bersih dari bulu. Rupanya ia mencukur habis bulu kemaluannya. Kami pun mengambil posisi 69. Aku membuka kaki Ressa lebar-lebar dan mulai menjilati mEmeknya. Pelan.. Aku menikmati mEmeknya. Tanganku juga dengan terampil merangsang mEmeknya. Mencari klitoris dan g-spotnya.

K0ntolku sendiri kumasukkan ke mulut Ressa. Sambil naik turun, k0ntolku bercinta dengan mulut Ressa. Cukup sulit ternyata posisi 69. Tidak semudah yg sering kulihat di film-film biru. Baru beberapa menit aku sudah lelah berada di atas tubuh Ressa.

Kami berganti posisi. Tetap 69 hanya saja posisiku di bawah. Dengan posisi ini Ressa lebih aktif menggarap k0ntolku. Oralnya hebat. Tangannya mampu bekerja sama dengan mulutnya hingga membuat k0ntolku keenakan. Kami benar-benar melakukannya tanpa suara. Bagaimana bisa bersuara sementara mulut kami sedang sibuk mengoral satu sama lain? Hanya desahan nafas kami yg memburu.

Pikiran tenang adalah kunci bercinta. Setelah berhasil menguasai pikiranku, aku jadi rileks. Oral dari Ressa kunikmati dengan santai. Hasilnya, aku tidak merasakan gerakan orgasme dari k0ntolku. Aku jadi tahan lama. Ressa sendiri tampaknya tidak kuat menahan gempuran oralku. MEmeknya semakin basah dan akhirnya dia mengalami orgasme. Cairan orgasmenya cukup banyak. Tubuh Ressa mengejang beberapa saat menikmati orgasmenya. Mulutnya melepas k0ntolku.

“Aahh.. Hebat Riko. Oralmu dahsyat! Enak sekali!” puji Ressa.

Pengalaman memang membuatku semakin hari semakin hebat. Aku terus merangsang Ressa. Kali ini kami kembali ke posisi regular. Aku memeluknya dari atas. Tubuhku menindih tubuh Ressa. Tanganku tetap merangsang mEmeknya. Sementara mulut kami kembali bercumbu. Di sela-sela cumbuan, aku mengajaknya bicara.

“Kok cepat, tadi udah nyampe?” tanyaku. Aku memang heran dengan Ressa yg mudah orgasme dengan oral saja. Tidak selama Ria, Ita atau Tante mesum Yeni.

“Iya.. Aku memang mudah orgasme. Jadi, buat aku multi orgasme, Riko..” jawab Ressa.

Wah, beruntung sekali pria yg bisa bercinta dengan Ressa. Tidak perlu susah payah membuat Ressa orgasme. Aku kembali mencium Ressa. Kali ini seluruh tubuhnya aku cium dan jilati. Mulai dari seluruh wajah, telinga, leher, payudara, perut, punggung, pantat, tangan dan kakinya! Semua aku jilat dan cium dengan lembut.

Cukup makan waktu lama dan menguras energiku. Tapi hasilnya, Ressa mulai menggeliat menandakan birahinya mulai naik kembali. Aku harus sabar dan dengan tekun merangsangnya. Titik lemah Ressa adalah di mEmek dan perutnya. Jadi aku memfokuskan merangsang tubuhnya di dua titik itu. Pelan, refleks kaki Ressa mulai terbuka lebar. MEmeknya sangat merah. Tanpa bulu kemaluan membuatnya tampak segar. Aku sengaja menatapnya agak lama seakan meneliti pusat kenikmatan dunia itu.

“Aduh.. Malu.. Jangan dilihatin gitu dong..” rajuk Ressa. Tapi itu cuma basa-basi. Kulihat Ressa sangat menikmati mEmeknya kuamat-amati.

“Indah sekali, Ressa. Seksi sekali..” komentarku.

Ya, aku dengan bebas bisa mengamati mEmeknya. Merah menggoda menantang. Terhidang sejelas-jelasnya di depanku. MEmek Ressa tiba-tiba seakan hidup dan berkata, “Tunggu apa lagi? Ayo masuk!” Aku menahan nafas. K0ntolku juga sudah berontak ingin menerjang masuk.

Perlahan, k0ntolku menembus mEmeknya. Mulai kugerakkan tubuhku bercinta dengan Ressa. Setiap gesekan k0ntolku di mEmek Ressa kunikmati. Ressa dengan terampil mengimbangi gerakanku. Tubuh kami bergerak selaras. Menyatu. Kami bercinta! Setiap kali k0ntolku menggesek mEmeknya, Ressa mendesah. Lama-kelamaan suara Ressa semakin keras. Aku juga tidak segan mengeluarkan desahanku.

“Arg.. Arg.. Ya, terus.. Enak.. Kamu luar biasa..”

“Oh.. Terus.. Ya.. Ouch.. Oh..”

Berbagai macam kata yg tidak terkontrol keluar dari mulut kami. Kami terus saling memacu birahi. Memburu kenikmatan tiada tara. K0ntolku terasa panas. Denyutannya semakin menjadi-jadi. Jika ambang orgasme tiba, aku berhenti sejenak. Kami berganti posisi. Kemudian bercinta lagi. Ganti posisi lagi. Bercinta lagi.. Enak sekali. Kami sama-sama tahan lama.

Kini aku memangku Ressa. Agak sakit terasa di k0ntolku ketika Ressa menurunkan tubuhnya hingga membuat k0ntolku menembus mEmeknya. Desahan Ressa semakin keras. Kami berlomba mencapai end.

“Kamu siap, Riko? Aku punya jurus rahasia..” tanya Ressa.

“Jurus apa..?” aku penasaran.

Tiba-tiba kurasakan mEmek Ressa menjepit k0ntolku. Agh.. Enak sekali. MEmeknya seperti membesar dan mengecil, menjepit dan melepas k0ntolku. Aku seperti dibawanya terbang semakin tinggi. Melayg semakin tinggi. Kenikmatan yg kurasakan semakin memuncak. Setiap detil tubuhku penuh dengan keringat kenikmatan. Begitu pula dengan Ressa. Tubuhnya bergetar dan bergoyg menikmati percintaan kami.
Cerita Intercourse Fashionable : Luapkan Nafsu Birahi Di Pantai

Tak lama kemudian aku mulai merasakan gelombang orgasmeku datang. Aku kembali menahan diri. Kucabut k0ntolku dan kami berganti posisi menjadi doggy fashion. Kembali aku memasukkan k0ntolku. Ressa menungging membelakangiku. Pantatnya penuh dan seksi. Aku menghunjamkan dan mengocok k0ntolku dengan cepat dan kuat.

“Keluarin di mana nih?” tanyaku memastikan dimana aku harus orgasme.

“Di dalam saja. Aku udah minum obat kok..”

“Arg.. Argh..” Hanya desahan nafas kami yg semakin memburu. Kami sudah bercinta cukup lama. Ressa tangguh juga. Dia tampak sangat menikmati ini semua. Wajahnya memerah dilanda birahi.

“Ayo lebih kuat dan cepat, Riko.. Aku sudah hampir sampai..” ajak Ressa.

Yah ini mungkin sudah saatnya. Aku memacu lebih cepat. Desahan nafas dan lenguhan kami makin cepat. Aku terus memompa k0ntolku. Maju mundur, putar, maju mundur.. Terus sampai akhirnya kurasakan orgasmeku makin dekat. Ressa juga semakin dekat.

“Iya.. Terus.. Terus..” teriak Ressa.

Aku berusaha mati-matian menahan agar tidak orgasme duluan. Otot-ototku berjuang memperlama ereksiku. Agh.. Nampaknya aku mulai tidak tahan. Sudah terlambat untuk menghentikan ini semua. Sebentar lagi aku akan orgasme.. Srr.. Crot dalam memek.. Sr.., aku orgasme sampai tubuhku terkejang-kejang. Ada hentakan-hentakn di tubuhku saat aku orgasme. Tapi aku masih hot tetap menghunjamkan k0ntolku. Aku ingin mengantar Ressa mencapai orgasme keduanya.

“Ah.. Arh.. Argghh.. Ya.. Ya..”

Akhirnya tubuh Ressa bergetar sangat kuat. Tangannya mencengkeram sprei dengan kuat dan menariknya! Matanya terpejam dan mulutnya terbuka lebar mengeluarkan jeritan panjang.. Ressa orgasme! Aku nyaris gagal membuatnya orgasme yg kedua kalinya. Untung sekali aku bisa bertahan cukup lama. Aku berjanji akan lebih baik lagi lain kali.

“Wah.. Maaf Ressa.. Kamu kuat sekali. Aku nyaris tidak bisa membawamu orgasme yg kedua..” aku minta maaf dengan tulus sambil memeluknya.

“Wah.., aku yg makasih sekali ama lo, Riko. Kamu kuat lho.. Kita bisa orgasme sama-sama.. Aku senang sekali..” jawabnya melegakan hatiku.

Aku kembali menciumnya. Ini adalah after orgasm service-ku. Aku membelai-belai tubuhnya dan meremasnya dengan ringan. Memijat tengkuk dan punggungnya. Kami kemudian bercakap-cakap. Dengan jujur Ressa mengakui bahwa dia sangat membutuhkan intercourse. Baginya memang intercourse adalah faktor utama. Dia mengakui tidak bisa hidup tanpa intercourse. Kemudian sampailah aku pada pertanyaanku..

“Kalau disuruh memilih pria yg intercourse hebat tapi dengan pribadi buruk atau pria dengan pribadi luar biasa tapi intercourse buruk, kamu pilih mana?” Ressa terdiam. Bingung. Bacaan intercourse prime: Cerita Dewasa Desahan Malam Pertamaku Yang Hot

“Gimana ya.. Mestinya aku mau pilih yg sex-nya hebat aja deh. Tapi kok ya tidak yakin. Itu pilihannya mengikat tidak? Maksudku.. Sampai pernikahan ya?”

“Iya.. Keputusan yg mengikatmu sampai tua. Sampai mati.” jawabku.

“Aduh.. Pusing. Yg mana ya? Intercourse hebat tapi kalau tiap hari di sakitin, ditinggal selingkuh, tidak diberi nafkah, anak-anak ditelantarkan.. juga percuma. Tapi biar semua baik, kalau tanpa intercourse ya nggak enak.. Gimana ya. Eh, tapi dia tidak impoten kan?”

“Kalau tidak impoten gimana, kalau impoten gimana?”

“Kalau tidak impoten, nggak apa-apa. Aku pilih yg pribadinya baik deh. Intercourse buruk bisa aku ajarin. Asal jangan impoten permanen.” Ressa mulai menemukan jawabannya.

“Kalau impoten?” desakku. Ini adalah pertanyaan yg paling sulit dipilih.

“Wah.. Benar-benar bingung aku. Kalo gitu aku pilih yg sex-nya hebat aja deh. Mungkin pelan-pelan pribadinya bisa tambah baik..” jawab Ressa. Pilihan yg masuk akal.

Aku lega kembali mendapatkan jawaban detil. Informasi kembali kudapatkan dari Ressa. Yah.. Aku masih hot harus bertanya pada Tante mesum Yeni dan Ria. - Situs porn dewasa intercourse on-line terlengkap, novel intercourse terupdate, novel intercourse dewasa, novel xxx bokep terbaru, novel cerita sizzling, novel cerita download bokep hd, novel cerita mahasiswa porno, novel abg sangek mesum, novel porn ml, novel tante sangek selingkuh, novel janda bugil hypersex, novel intercourse terpanas, novel memek perawan suka bugil.

Cerita Intercourse / Cerita Dewasa / Cerita Ketahun mesum / Cerita Panas / Cerita Abg porno / Cerita Nonton bokep live / Cerita Intercourse Tante mesum / Cerita Intercourse ABG / Cerita Intercourse janda kembang / Cerita Intercourse Anak smp masih perawan / Cerita HOT / Kisah Intercourse / Intercourse Bergambar / Foto bugil Seks

VIDEO BOKEP TERBARU LAINNYA:

Related Search

author
Author: 

    Leave a reply "Cerita Dewasa IGO Bispak Ressa Sigadis Hypersex"