Cerita Dewasa IGO Membalas Kenikmatan Pada Tanteku

No comment 12 views
Cerita Dewasa IGO Membalas Kenikmatan Pada Tanteku – Cerita entot terhot, Sebelumnya kisah intercourse yang pernah saya publish ialah Cerita Dewasa Ternyata Pembantuku Masih Perawan. Cerita intercourse download bokep indo terbaru, novel intercourse terlengkap, cerita dewasa terupdate, cerita abg sangek mesum terbaik, cerita entot terpopuler, cerita download bokep jepang terselubung, cerita xxx terhot, cerita ml mahasiswa merawani abg, cerita mahasiswa porno janda ml binal | Pada cerita intercourse dewasa ini bercerita tentang pengalaman temanku yang berhasil menikmati tubuh seorang tante sangek girang bernama ani. Silahkan dibaca cerita dewasa tante sangek girang selengkapnya dibawah ini. Sejak setelah menikah, ibu ngentot dengan anak tinggal di rumah kecil kami beberapa bulan sambil menunggu bangunan rumah baru mereka selesai. Lagi-lagi, rumah baru mereka tidak jauh dari bengkel ayah. Ayah menolak tinggal di rumah tante sangek Tina karena alasan pribadi ayah. Setelah banyak course of yang dilakukan antara ayah dan ibu ngentot dengan anak, akhirnya bengkel tempat ayah bekerja, kini menjadi milik ayah dan ibu ngentot dengan anak sepenuhnya.

Cerita Intercourse HOT Bokep terbaru Membalas Kenikmatan Pada Tanteku
Cerita, Dewasa, IGO, Membalas, Kenikmatan, Pada, Tanteku, Cerita Sex tante, cerita mesum tante, cerita ngentot tante, cerita dewasa tante, ngesex memek tante, kisah nyata tante bercinta
Ilustrasi Foto telanjang Syur Tante ml Sexy Bokep terbaru 2016

Novel Seks – Ayah pernah memohon kepada ibu ngentot dengan anak agar dia ingin tetap dapat bekerja di bengkel, dan terang saja bengkel itu langsung ibu ngentot dengan anak putuskan untuk dibeli saja. Maklum ibu ngentot dengan anak adalah ‘business-minded individual’. Aku semakin sayang dengan ibu ngentot dengan anak, karena pada akhirnya cita-cita ayah untuk memiliki bengkel sendiri terkabulkan. Kini bengkel ayah makin besar setelah ibu ngentot dengan anak ikut berperan besar di sana. Banyak renovasi yang mereka lakukan yang membuat bengkel ayah tampak lebih menarik.

Tempat download hot Cerita ML ABG Bispak, Cerita Ngesex ABG Binal, Cerita Intercourse Video bokep perawan IGO, ML ABG Sange, Ngesex ABG Birahi Bokep terbaru 2016.

Pelanggan ayah makin bertambah, dan kali ini banyak dari kalangan orang-orang kaya. Ayah tidak memecat pegawai-pegawai lama di sana, malah menaikkan gaji mereka dan memperlakukan mereka seperti saat dia diperlakukan oleh pemilik bengkel yang lama.

Kehidupan dan gaya hidupku & ayah benar-benar berubah 180 derajat. Kini ayah sering melancong ke luar negeri bersama ibu ngentot dengan anak, dan aku sering ditinggal di rumah sendiri dengan pembantu. Alasan aku ditinggal mereka karena aku masih sempit harus sekolah.

Ibu ngentot dengan anak sering mengundang teman-teman lamanya bermain di rumah. Salah satu temannya bernama tante sangek Ani. Tante ml Ani saat itu hanya 15 tahun lebih tua dariku. Semestinya dia pantas aku panggil kakak daripada tante sangek, karena wajahnya yang masih sempit terlihat seperti orang berumur 20 tahunan. Tanti Ani adalah pelanggan tetap salon kecantikan ibu ngentot dengan anak, dan kemudian menjadi teman baik ibu ngentot dengan anak.

Wajah tante sangek Ani tergolong cantik hot dengan kulitnya yang putih bersih. Dadanya tidak begitu besar, tapi pinggulnya indah bukan primary. Maklum porn asia orang kaya yang suka tandang ke salon kecantikan. Tante ml Ani sering primary ke rumah dan kadang kala ngobrol atau gossip dengan ibu ngentot dengan anak berjam-jam. Tidak jarang tante sangek Ani keluar bersama kami sekeluarga untuk nonton bioskop, window buying atau ngafe di mall.

Aku pernah sempat bertanya tentang kehidupan pribadi tante sangek Ani. Ibu ngentot dengan anak bercerita bahwa tante sangek Ani itu bukanlah janda ml cerai atau janda ml apalah. Tapi tante sangek Ani sempat ingin menikah, tapi ternyata pihak dari laki-laki memutuskan untuk mengakhiri pernikahan itu. Alasan-nya tidak dijelaskan oleh ibu ngentot dengan anak, karena mungkin aku masih sempit terlalu muda untuk mengerti hal-hal seperti ini.

Pada suatu hari ayah dan ibu ngentot dengan anak lagi-lagi cabut dari rumah. Tapi kali ini mereka tidak ke luar negeri, tapi hanya melancong ke kota Bandung saja selama akhir pekan. Lagi-lagi hanya aku dan pembantu saja yang tinggal di rumah. Saat itu aku ingin sekali kabur dari rumah, dan menginap di rumah teman. Tiba-tiba bel rumah berbunyi dan waktu itu masih sempit jam 5:30 sore di hari Sabtu. Ayah dan ibu ngentot dengan anak baru half jam yang lalu berangkat ke Bandung. Aku pikir mereka kembali ke rumah mengambil barang yang ketinggalan.

Sewaktu pintu rumah dibuka oleh pembantu, suara tante sangek Ani menyapanya. Aku hanya duduk bermalas-malasan di sofa mesum ruang tamu sambil nonton acara TV. Tiba-tiba aku disapanya.

“Bernas kok ngga ikut papa mama ke Bandung?” tanya tante sangek Ani.
“Kalo ke Bandung sih Bernas malas, tante sangek. Kalo ke Singapore Bernas mau ikut.” jawabku santai.
“Yah kapan-kapan aja ikut tante sangek ke Singapore. Tante ml ada condominium di sana” tungkas tante sangek Ani.
Aku pun hanya menjawab apa adanya “Okay deh. Ntar kita pigi rame-rame aja. Tante ml ada perlu apa dengan mama? Nyusul aja ke Bandung kalo penting.”.
“Kagak ada sih. Tante ml cuman pengen ajak mamamu makan aja. Yah sekarang tante sangek bakalan makan sendirian nih. Bernas mau ngga temenin tante sangek?”.

“Emang tante sangek mau makan di mana?”
“Tante ml sih mikir Pizza Hut.”
“Males ah ogut kalo Pizza Hut.”
“Trus Bernas maunya pengen makan apa?”
“Makan di Muara Karang aja tante sangek. Di sono kan banyak pilihan, ntar kita pilih aja yang kita mau.”
“Oke deh. Mau cabut jam berapa?”
“Entaran aja tante sangek. Bernas masih sempit belon laper. Jam 7 aja berangkat. Tante ml duduk aja dulu.”

Kami berdua nonton bersebelahan di sofa mesum yang empuk. Sore itu tante sangek Ani mengenakan baju yang lumayan horny. Dia memakai rok ketat sampai 10 cm di atas lutut, dan atasannya memakai baju berwarna orange muda tanpa lengan dengan bagian dada atas terbuka (kira-kira antara 12 sampai 15cm kebawah dari pangkal lehernya). Kaki tante sangek Ani putih toket mulus, tanpa ada bulu kaki 1 helai pun. Mungkin karena dia rajin bersalon ria di salon ibu ngentot dengan anak, paling tidak seminggu 2 kali. Bagian dada atasnya juga putih toket mulus. Kami nonton TV dengan acara/channel seadanya saja sambil menunggu sampai jam 7 malam. Kami juga kadang-kadang ngobrol santai, kebanyakan tante sangek Ani suka bertanya tentang kehidupan sekolahku sampai menanyakan tentang kehidupan cintaku di sekolah. Aku mengatakan kepada tante sangek Ani bahwa aku saat itu masih sempit belum mau terikat dengan masalah percintaan jaman download bokep bocah masih sm. Kalo naksir sih ada, cuma aku tidak sampai mengganggap terlalu serius.

Semakin lama kami berbincang-bincang, tubuh tante sangek Ani semakin mendekat ke arahku. Bau parfum Chanel yg dia pakai mulai tercium jelas di hidungku. Tapi aku tidak mempunyai pikiran apa-apa saat itu.

Tiba-tiba tante sangek Ani berkata, “Bernas, kamu suka dikitik-kitik ngga kupingnya?”.
“Huh? Mana enak?” tanyaku.
“Mau tante sangek kitik kuping Bernas?” tante sangek Ani menawarkan/
“Hmmm…boleh aja. Mau pake cuttonbud?” tanyaku sekali lagi.
“Ga usah, pake bulu kemucing itu aja” tundas tante sangek Ani.
“Idih jorok nih tante sangek. Itu kan kotor. Abis buat bersih-bersih ama mbak.” jawabku spontan.
“Alahh sok bersihan kamu Bernas. Kan cuman ambil 1 helai bulunya aja. Lagian kamu masih sempit belum mandi kan? Jorok mana hayo!” tangkas tante sangek Ani.
“Percaya tante sangek deh, kamu pasti demen. Sini baring kepalanya di paha tante sangek.” lanjutnya.

Seperti sapi dicucuk hidungnya, aku menurut saja dengan tingkah polah tante sangek Ani. Ternyata memang benar adanya, telinga ‘dikitik-kitik’ dengan bulu kemucing benar-benar enak tiada tara. Baru kali itu aku merasakan enaknya, serasa nyaman dan pengen tidur aja jadinya. Dan memang benar, aku jadi tertidur sampe sampai jam sudah menunjukkan pukul 7 lewat. Suara lembut membisikkan telingaku.

“Bernas, bangun yuk. Tante ml dah laper nih.” kata tante sangek.
“Erghhhmmm … jam berapa sekarang tante sangek.” tanyaku dengan mata yang masih sempit setengah terbuka.
“Udah jam 7 lewat Bernas. Ayo bangun, tante sangek dah laper. Kamu dari tadi asyik tidur tinggalin tante sangek. Kalo dah enak jadi lupa orang kamu yah.” kata tante sangek sambil mengelus lembut rambutku.
“Masih perawan ngantuk nih tante sangek … makan di rumah aja yah? Suruh mbak masak atau beli mie ayam di dekat sini.”

“Ahhh ogah, tante sangek pengen jalan-jalan juga kok. Bosen dari tadi bengong di sini.”
“Oke oke, kasih Bernas lima menit lagi deh tante sangek.” mintaku.
“Kagak boleh. Tante ml dah laper banget, mau pingsan dah.”

Sambil malas-malasan aku bangun dari sofa mesum. Kulihat tante sangek Ani sedang membenarkan posisi roknya kembali. Alamak gaya tidurku kok jelek sekali sih sampe-sampe rok tante sangek Ani tersingkap tinggi banget. Berarti dari tadi aku tertidur di atas paha toket mulus tante sangek Ani, begitulah aku berpikir. Ada rasa senang juga di dalam hati.

Cerita Intercourse – Setelah mencuci muka, ganti pakaian, kita berdua berpamitan kepada pembantu rumah kalau kita akan makan keluar. Aku berpesan kepada pembantu agar jangan menunggu aku pas pulang mesum, karena aku yakin kita pasti bakal lama. Jadi aku membawa kunci rumah, untuk berjaga-jaga apabila pembantu rumah sudah tertidur. Cerita Intercourse Balas Kenikmatan Pada Tanteku

“Nih kamu yang setir mobil tante sangek dong.”
“Ogah ah, Bernas cuman mau setir Child Benz tante sangek. Kalo yang ini males ah.” candaku. Waktu itu tante sangek Ani membawa sedan Honda, bukan Mercedes-nya.
“Belagu banget kamu. Kalo ngga mau setir ini, bawa itu Benz-nya mama.” balas tante sangek Ani.
“No method … bisa digantung ogut ama papa mama.” jawabku.
“Iya udah kalo gitu setir ini dong.” jawab tante sangek Ani sambil tertawa kemenangan.

Mobil melaju menyusuri jalan-jalan kota Jakarta. Tante ml Ani seperti bebek saja, ngga pernah cease ngomong and gossipin teman-temannya. Aku jenuh banget yang mendengar. Dari yang cerita pacar teman-temannya lah, sampe ke mantan tunangannya. Sesampai di daerah Muara Karang, aku memutuskan untuk makan bakmi bebeknya yang tersohor di sana. Untung tante sangek Ani tidak protes dengan pilihan saya, mungkin karena sudah terlalu lapar dia.

Setelah makan, kita mampir ke tempat primary bowling. Abis primary bowling tante sangek Ani mengajakku mampir ke rumahnya. Tante ml Ani tinggal sendiri di apartemen di kawasan Taman Anggrek. Dia memutuskan untuk tinggal sendiri karena alasan pribadi juga. Ayah dan ibu ngentot dengan anak tante sangek Ani sendiri tinggal di Bogor. Saat itu aku tidak tau apa pekerjaan sehari-hari tante sangek Ani, yang tante sangek Ani tidak pernah merasa kekurangan materi.

Apartemen tante sangek Ani lumayan bagus dengan tata inside yang basic. Di sana tidak ada siapa-siapa yang tinggal di sana selain tante sangek Ani. Jadi aku bisa maklum apabila tante sangek Ani sering keluar rumah. Pasti jenuh apabila tinggal sendiri di apartemen.

“Anggap rumah sendiri Bernas. Jangan malu-malu. Kalau mau minum ambil aja sendiri yah.”
“Kalo begitu, Bernas mau yang ini.” sambil menunjuk botol Hennessy V.S.O.P yang masih sempit disegel.
“Kagak boleh, masih sempit dibawah umur kamu.” cegah tante sangek Ani.
“Tapi Bernas dah umur 17 tahun. Mestinya ngga masalah” jawabku dengan bermaksud membela diri.
“Kalo kamu memaksa yah udah. Tapi jangan buka yang baru, tante sangek punya yang sudah dibuka botolnya.”.

Tiba-tiba suara tante sangek Ani menghilang dibalik grasp bedroomnya. Aku menganalisa ruangan sekitarnya. Banyak lukisan-lukisan dari dalam dan luar negeri terpampang di dinding. Lukisan dalam negerinya banyak yang bergambarkan wajah-wajah cantik hot gadis-gadis Bali. Lukisan yang berbobot tinggi, dan aku yakin pasti bukan barang yang murahan.

“Itu tante sangek beli dari seniman lokal waktu tante sangek ke Bali tahun lalu” kata tante sangek Ani memecahkan suasana hening sebelumnya.
“Bagus tante sangek. Excessive style banget. Pasti mahal yah?!” jawabku kagum.
“Ngga juga sih. Tapi tante sangek tidak pernah menawar harga dengan seniman itu, karena seni itu mahal. Kalo tante sangek tidak cocok dengan harga yang dia tawarkan, tante sangek pergi saja.”

Aku masih sempit menyibukkan diri mengamati lukisan-lukisan yang ada, dan tante sangek Ani tidak bosan menjelaskan arti dari lukisan-lukisan tersebut. Tante ml Ani ternyata memiliki kecintaan tinggi terhadap seni lukis.

“Okay deh. Kalo begitu Bernas mau pamit pas pulang mesum dulu tante sangek. Dah hampir jam 11 malam. Tante ml istirahat aja dulu yah.” kataku.
“Ehmmm … tinggal dulu aja di sini. Tante ml juga masih sempit belum ngantuk. Temenin tante sangek bentar yah.” mintanya sedikit memohon.

Aku juga merasa kasihan dengan keadaan tante sangek Ani yang tinggal sendiri di apartemen itu. Jadi aku memutuskan untuk tinggal 1 atau 2 jam lagi, sampai nanti tante sangek Ani sudah ingin tidur.

“Kita primary UNO yuk?!” ajak tante sangek Ani.
“Apa itu UNO?!” tanyaku penasaran.
“Walah kamu ngga pernah primary UNO yah?” tanya tante sangek Ani. Aku hanya menggeleng-gelengkan kepala.
“Wah kamu kampung boy banget sih.” canda tante sangek Ani. Aku hanya memasang tampak cemburut canda.

Tante ml Ani masuk ke kamarnya lagi untuk membawa kartu UNO, dan kemudian masuk ke dapur untuk mempersiapkan hidangan bersama minuman. Tante ml Ani membawa kacang mente asin, segelas wine merah, dan 1 gelas Hennessy V.S.O.P on rock (pake es batu). Setelah mengajari aku cara bermain UNO, kamipun mulai bermain-main santai sambil makan kacang mente. Hennesy yang aku teguk benar-benar keras, dan baru 2 atau three teguk badanku terasa panas sekali. Aku biasanya hanya dikasih 1 sisip saja oleh ayah, tapi ini skrg aku minum sendirian.

Kepalaku terasa berat, dan mukaku panas. Melihat kejadian ini, tante sangek Ani menjadi tertawa, dan mengatakan bahwa aku bukan bakat peminum. Terang aja, ini baru pertama kalinya aku minum 1 gelas Hennessy sendirian.

“Tante ml, anterin Bernas pas pulang mesum yah. Kepala ogut rada berat.”
“Kalo gitu cease minum dulu, biar ngga tambah pusing.” jawab tante sangek Ani.

Aku merasa tante sangek Ani berusaha mencegahku untuk pas pulang mesum ke rumah. Tapi lagi-lagi, aku seperti sapi dicucuk hidung-nya, apa yang tante sangek Ani minta, aku selalu menyetujuinya. Melihat tingkahku yang suka menurut, tante sangek Ani mulai terlihat lebih berani lagi. Dia mengajakku primary kartu biasa saja, karena bermain UNO kurang seru kalau hanya berdua. Paling tepat untuk bermain UNO itu berempat.

Cerita Abg sangek mesum – Tapi permainan kartu ini menjadi lebih seru lagi. Tante ml mengajak bermain blackjack, siapa yang kalah harus menuruti permintaan pemenang. Tapi kemudian tante sangek Ani ralat menjadi ‘Fact & Dare’ recreation. Permainan kami menjadi seru dan terus terang aja tante sangek Ani sangat menikmati permainan ‘Fact & Dare’, dan dia sportif apabila dia kalah. Pertama-tama bila aku menang dia selalu meminta hukuman dengan ‘Fact’ punishment, lama-lama aku menjadi semakin berani menanyakan yang bukan-bukan. Sebaliknya dengan tante sangek Ani, dia lebih suka memaksa aku untuk memilih ‘Dare’ agar dia bisa lebih leluasa mengerjaiku. Dari yang disuruh pushup 1 tangan, menari balerina, menelan es batu seukuran bakso, dan lain-lain. Mungkin juga tidak ada pointnya buat tante sangek Ani menanyakan the ‘Fact’ tentang diriku, karena kehidupanku terlihat lurus-lurus saja menurutnya. Cerita Intercourse Balas Kenikmatan Pada Tanteku

Ini adalah juga kesempatan untuk menggali the ‘Fact’ tentang kehidupan pribadinya. Aku pun juga heran kenapa aku menjadi tertarik untuk mencari tahu kehidupannya yang sangat pribadi. Mula-mula aku bertanya tentang mantan tunangannya, kenapa sampai batal pernikahannya. Sampai pertanyaan yang menjurus ke seks seperti misalnya kapan pertama kali dia kehilangan keperawanan. Semuanya tanpa ragu-ragu tante sangek Ani jawab semua pertanyaan-pertanyaan pribadi yang aku lontarkan.

Kini permainan kami semakin wild dan berani. Tante ml Ani mengusulkan untuk mengkombinasikan ‘Fact & Dare’ dengan ‘Strip Poker’. Aku pun semakin bergairah dan menyetujui saja usul tante sangek Ani.

“Yee, tante sangek menang lagi. Ayo lepas satu yang menempel di badan kamu.” kata tante sangek Ani dengan senyum kemenangan.
“Jangan gembira dulu tante sangek, nanti giliran tante sangek yang kalah. Jangan nangis loh yah kalo kalah.” jawabku sambil melepas kaus kakiku.

Selang beberapa lama … “Nahhh, kalah lagi … kalah lagi … lepas lagi … lepas lagi.”. Tante ml Ani kelihatan gembira sekali. Kemudian aku melepas kalung emas pemberian ibu ngentot dengan anak yang aku kenakan.

“Ha ha ha … two pairs, punya tante sangek one pair. Sure sure … tante sangek kalah sekarang. Ayo lepas lepas …” candaku sambil tertawa gembira.
“Jangan gembira dulu. Tante ml lepas anting tante sangek.” jawab tante sangek sambil melepas anting-anting yang dikenakannya.

Aku makin bernapsu untuk bermain. Mungkin bernapsu untuk melihat tante sangek Ani bugil juga. Aku pengen sekali menang terus.

“Full home … yeahhh … kalah lagi tante sangek. Ayo lepas … ayo lepas …”. Aku kini menari-nari gembira.
Terlihat tante sangek Ani melepas jepit rambut merahnya, dan aku segera saja protes “Loh, curang kok lepas yang itu?”.
“Loh, kan peraturannya lepas semuanya yang menempel di tubuh. Jepit tante sangek kan nempel di rambut dan rambut tante sangek melekat di kepala. Jadi masih sempit dianggap menempel dong.” jawabnya membela.

Aku rada gondok mendengar pembelaan tante sangek Ani. Tapi itu menjadikan darahku bergejolak lebih deras lagi.

“Straight … Bernas … One Pair … Sure tante sangek menang. Ayo lepas! Jangan malu-malu!” seru tante sangek Ani girang. Aku pun segera melepas jaket aku yang kenakan. Untung aku selalu memakai jaket tipis biar keluar malam. Lihatlah pembalasanku, kataku dalam hati.

“Bernas Three type … tante sangek … one pair … ahhh … lagi-lagi tante sangek kalah” sindirku sambil tersenyum. Dan tanpa diberi aba-aba dan tanpa malu-malu, tante sangek melepas baju atasannya. Aku serentak menelan ludah, karena baju atasan tante sangek telah terlepas dan kini yang terlihat hanya BH putih tante sangek. Belahan payudara-nya terlihat jelas, putih bersih. Bernas junior dengan serentak langsung menegang, dan kedua mataku terpaku di daerah belahan dadanya.

“Hey, lihat kartu dong. Jangan liat di sini.” canda tante sangek sambil menunjuk belahan dadanya. Aku kaget sambil tersenyum malu.

“Sure Full Home, kali ini tante sangek menang. Ayo buka … buka”. Tampak tante sangek Ani girang banget bisa dia menang. Kali ini aku lepas atasanku, dan kini aku terlanjang dada.
“Ck ck ck … pemain basket nih. Badan kekar dan hebat. Coba buktikan kalo hokinya juga hebat.” sindir tante sangek Ani sambil tersenyum.
Setelah menegak habis wine yang ada di gelasnya, tante sangek Ani kemudian beranjak dari tempat duduknya menuju ke dapur dengan keadaan dada setengah terlanjang. Tak lama kemudian tante sangek Ani membawa sebotol wine merah yang masih sempit three/four penuh dan sebotol V.S.O.P yang masih sempit half penuh.
“Mari kita bergembira malam ini. Minum sepuas-puasnya.” ucap tante sangek Ani.
Kami saling ber-tos ria dan kemudian melanjutkan kembali permainan strip poker kami.

“Yesss … ” seruku dengan girangnya pertanda aku menang lagi.
Tanpa disuruh, tante sangek Ani melepas rok mininya dan aduhaiii, kali ini tante sangek Ani hanya terliat mengenakan BH dan celana dalam saja. Malam itu dia mengenakan celana dalam yang kecil imut berwarna pink cerah. Tidak tampak ada bulu-bulu pubis disekitar selangkangannya. Aku

sempat berpikir apakah tante sangek Ani mencukur semua bulu-bulu pubisnya.

Muka tante sangek Ani sedikit memerah. Kulihat tante sangek Ani sudah menegak abis gelas winenya yang kedua. Apakah dia berniat untuk mabuk malam ini? Aku kurang sedikit perduli dengan hal itu. Aku hanya bernafsu untuk memenangkan permainan strip poker ini, agar aku bisa melihat tubuh terlanjang tante sangek Ani.

“Sure, sure, sure …” senyum kemenangan terlukis indah di wajahku.

Tante ml Ani kemudian memandangkan wajahku selang beberapa saat, dan berkata dengan nada genitnya “Sekarang Bernas tahan napas yah. Jangan sampai seperti kesetrum listrik loh”. Kali ini tante sangek Ani melepaskan BH-nya dan serentak jatungku ingin copot. Benar apa kata tante sangek Ani, aku seperti terkena setrum listrik bertegangan tinggi. Dadaku sesak, sulit bernapas, dan jantungku berdegup kencang. Inilah pertama kali aku melihat payudara wanita dewasa secara jelas di depan mata. Payudara tante sangek Ani sungguh indah dengan putingnya yang berwarna coklat muda menantang.

“Aih Bernas, ngapain liat susu tante sangek terus. Tante ml masih sempit belum kalah complete. Mau lanjut ngga?” tanya tante sangek Ani. Aku hanya bisa menganggukkan kepala pertanda ‘iya’.
“Pertama kali liat susu bokep jepang yah? Ketahuan nih. Dasar genit kamu.” tambah tante sangek Ani lagi. Aku sekali lagi hanya bisa mengangguk malu.

Cerita ML – Aku menjadi tidak berkonsentrasi bermain, mataku sering kali melirik kedua payudaranya dan selangkangannya. Aku penasaran sekali ada apa dibalik celana dalam pinknya itu. Tempat di mana menurut teman-teman sekolah adalah surga dunia para lelaki. Aku ingin sekali melihat bentuknya dan kalo bisa memegang atau meraba-raba. Cerita Intercourse Balas Kenikmatan Pada Tanteku

Akibat tidak berkonsentrasi primary, kali ini aku yang kalah, dan tante sangek Ani meminta aku melepas celana yang aku kenakan. Kini aku terlanjang dada dengan hanya mengenakan celana dalam saja. Tante ml Ani hanya tersenyum-senyum saja sambil menegak wine-nya lagi. Aku sengaja menolak tawaran tante sangek Ani untuk menegak V.S.O.P-nya, dengan alasan takut pusing lagi.

Karena kami berdua hanya tinggal 1 helai saja di tubuh kami, permainan kali ini ada finalnya. Babak penentuan apakah tante sangek Ani akan melihat aku terlanjang bulat atau sebaliknya. Aku berharap malam itu malaikat keberuntungan berpihak kepadaku.

Ternyata harapanku sirna, karena ternyata malaikat keberuntungan berpihak kepada tante sangek Ani. Aku kecewa sekali, dan wajah kekecewaanku terbaca jelas oleh tante sangek Ani. Sewaktu aku akan melepas celana dalamku dengan malu-malu, tiba-tiba tante sangek Ani mencegahnya.

“Tunggu Bernas. Tante ml ngga mau celana dalam mu dulu. Tante ml mau Dare Bernas dulu. Ngga seru kalo game-nya cepat habis kayak begini” kata tante sangek Ani.
Setelah meneguk wine-nya lagi, tante sangek Ani terdiam sejenak kemudian tersenyum genit. Senyum genitnya ini lebih menantang daripada yang sebelum-sebelumnya.
“Tante ml dare Bernas untuk … hmmm … cium bibir tante sangek sekarang.” tantang tante sangek Ani.
“Ahh, yang bener tante sangek?” tanyaku.
“Iya bener, kenapa ngga mau? Jijik ama tante sangek?” tanya tante sangek Ani.
“Bukan karena itu. Tapi … Bernas belum pernah soalnya.” jawabku malu-malu.
“Iya udah, kalo gitu cium tante sangek dong. Sekalian pelajaran pertama buat Bernas.” kata tante sangek Ani.

Tanpa berpikir ulang, aku mulai mendekatkan wajahku ke wajah tante sangek Ani. Tante ml Ani kemudian memejamkan matanya. Pertamanya aku hanya menempelkan bibirku ke bibir tante sangek Ani. Tante ml Ani diam sebentar, tak lama kemudian bibirnya mulai melumat-lumat bibirku perlahan-lahan. Aku mulai merasakan bibirku mulai basah oleh air liur tante sangek Ani. Bau wine merah sempat tercium di hidungku.

Aku pun tidak mau kalah, aku berusaha menandinginya dengan membalas lumatan bibir tante sangek Ani. Maklum ini baru pertama, jadi aku terkesan seperti porn asia kecil yang sedang melumat-lumat ice cream. Selang beberapa saat, aku kaget dengan tingkah baru tante sangek Ani. Tante ml Ani dengan serentak menjulurkan lidahnya masuk ke dalam mulutku. Anehnya aku tidak merasa jijik sama sekali, malah senang dibuatnya. Aku temukan lidahku dengan lidah tante sangek Ani, dan kini lidah kami kemudian saling berperang di dalam mulutku dan terkadang pula di dalam mulut tante sangek Ani.

Kami saling berciuman bibir dan lidah kurang lebih 5 menit lamanya. Nafasku sudah tak karuan, dah kupingku panas dibuatnya. Tante ml Ani seakan-akan menikmati betul ciuman ini. Nafas tante sangek Ani pun masih sempit teratur, tidak ada tanda sedikitpun kalau dia tersangsang.

“Sudah cukup dulu. Ayo kita sambung lagi pokernya” ajak tante sangek Ani.

Aku pun mulai mengocok kartunya, dan pikiranku masih sempit terbayang saat kita berciuman. Aku ingin sekali lagi mencium bibir lembutnya. Kali ini aku menang, dan terang saja aku meminta jatah sekali lagi berciuman dengannya. Tante ml Ani menurut saja dengan permintaanku ini, dan kami pun saling berciuman lagi. Tapi kali ini hanya sekitar 2 atau three menit saja.

“Udah ah, jangan ciuman terus dong. Ntar Bernas bosan ama tante sangek.” candanya.
“Masih perawan belon bosan tante sangek. Ternyata asyik juga yah ciuman.” jawabku.
“Kalo ciuman terus kurang asyik, kalo mau sih …” seru tante sangek Ani kemudian terputus. Kalimat tante sangek Ani ini masih sempit menggantung bagiku, seakan-akan dia ingin mengatakan sesuatu yang menurutku sangat penting. Aku terbayang-bayang untuk bermain ‘gila’ dengan tante sangek Ani malam itu.

Cerita Dewasa Bokep terbaru – Aku semakin berani dan menjadi sedikit tidak tau diri. Aku punya perasaan kalo tante sangek Ani sengaja untuk mengalah dalam bermain poker malam itu. Terang aja aku menang lagi kali ini. Aku sudah terburu oleh napsuku sendiri, dan aku sangat memanfaatkan situasi yang sedang berlangsung. Cerita Intercourse Balas Kenikmatan Pada Tanteku

“Bernas menang lagi tuh. Jangan minta ciuman lagi yah. Yang lain dong …” sambut tante sangek Ani sambil menggoda.
“Hmm … apa yah.” pikirku sejenak.
“Gini aja, Bernas pengen emut-emut susu tante sangek Ani.” jawabku tidak tau malu.

Ternyata wajah tante sangek Ani tidak tampak kaget atau marah, malah balik tersenyum kepadaku sambil berkata “Sudah tante sangek tebak apa yang ada di dalam pikiran kamu, Bernas.”.
“Boleh kan tante sangek?!” tanyaku penasaran. Tante ml Ani hanya mengangguk pertanda setuju.

Kemudian aku dekatkan wajahku ke payudara sebelah kanan tante sangek Ani. Bau parfum harum yang menempel di tubuhnya tercium jelas di hidungku. Tanpa ragu-ragu aku mulai mengulum puting susu tante sangek Ani dengan lembut. Kedua telapak tanganku berpijak mantap di atas karpet ruang tamu tante sangek Ani, memberikan fondasi kuat agar wajahku tetap bebas menelusuri payudara tante sangek Ani. AKu kulum bergantian puting kanan dan puting kiri-nya. Kuluman yang tante sangek Ani dapatkan dariku memberikan sensasi terhadap tubuh tante sangek Ani. Dia tampak menikmati setiap hisapan-hisapan dan jilatan-jilatan di puting susu-nya. Nafas tante sangek Ani perlahan-lahan semakin memburu, dan terdengar desahan dari mulutnya. Kini aku bisa memastikan bahwa tante sangek Ani saat ini sedang terangsang atau istilah modern-nya ‘sexy’.

“Bernasss … kamu nakal banget sih! … haahhh … Tante ml kamu apain?” bisik tante sangek Ani dengan nada terputus-putus. Aku tidak mengubris kata-kata tante sangek Ani, tapi malah semakin bersemangat memainkan kedua puting susunya. Tante ml Ani tidak memberikan perlawanan sedikitpun, malah seolah-olah seperti memberikan lampu hijau kepadaku untuk melakukan hal-hal yang tidak senonoh terhadap dirinya.

Aku mencoba mendorong tubuh tante sangek Ani perlahan-lahan agar dia terbaring di atas karpet. Ternyata tante sangek Ani tidak menahan/menolak, bahkan tante sangek Ani hanya pasrah saja. Setelah tubuhnya terbaring di atas karpet, aku menghentikan serangan gerilyaku terhadap payudara tante sangek Ani. Aku perlahan-lahan menciumi leher tante sangek Ani, dan oh my, wangi betul leher tante sangek Ani. Tante ml Ani memejamkan kedua matanya, dan tidak berhenti-hentinya mendesah. Aku jilat lembut kedua telinganya, memberikan sensasi dan getaran yang berbeda terhadap tubuhnya. Aku tidak mengerti mengapa malam itu aku seakan-akan tau apa yang harus aku lakukan, padahal ini baru pertama kali seumur hidupku menghadapi suasana seperti ini.

Kemudian aku melandaskan kembali bibirku di atas bibir tante sangek Ani, dan kami kembali berciuman mesra sambil berperang lidah di dalam mulutku dan terkadang di dalam mulut tante sangek Ani. Tanganku tidak tinggal diam. Telapak tangan kiriku menjadi bantal untuk kepala belakang tante sangek Ani, sedangkan tangan kananku meremas-remas payudara kiri tante sangek Ani.

Tubuh tante sangek Ani seperti cacing kepanasan. Nafasnya terengah-engah, dan dia tidak berkonsentrasi lagi berciuman denganku. Tanpa diberi komando, tante sangek Ani tiba-tiba melepas celana dalamnya sendiri. Mungkin saking ‘sexy’-nya, otak tante sangek Ani memberikan intuition bawah sadar kepadanya untuk segera melepas celana dalamnya.

Aku ingin sekali melihat kemaluan tante sangek Ani saat itu, namun tante sangek Ani tiba-tiba menarik tangan kananku untuk mendarat di kemaluannya.

“Alamak …”, pikirku kaget. Ternyata kemaluan/pamer memek tante tante sangek Ani toket mulus sekali. Ternyata semua bulu jembut tante sangek Ani dicukur abis olehnya. Dia menuntun jari tengahku untuk memainkan daging mungil yang menonjol di memeknya. Para pembaca pasti tau nama daging mungil ini yang aku maksudkan itu. Secara umum daging mungil itu dinamakan biji etil atau biji etel atau itil saja. Aku putar-putar itil tante sangek Ani berotasi searah jarum jam atau berlawanan arah jarum jam. Kini pamer memek tante tante sangek Ani mulai basah dan licin.

“Bernasss … kamu yah … aaahhhh … kok berani ama tante sangek?” tanya tante sangek Ani terengah-engah.
“Kan tante sangek yang suruh tangan Bernas ke sini?” jawabku.
“Masa sihhh … tante sangek lupa … aahhh Bernasss … Bernasss … kamu kok nakal?” tanya tante sangek Ani lagi.
“Nakal tapi tante sangek bakal suka kan?” candaku gemas dengan tingkah tante sangek Ani.
“Iyaaa … nakalin tante sangek pleasee …” suara tante sangek Ani mulai serak-serak basah.

Aku tetap memainkan itil tante sangek Ani, dan ini membuatnya semakin menggeliat hebat. Tak lama kemudian tante sangek Ani menjerit kencang seakaan-akan terjadi gempa bumi saja. Tubuhnya mengejang dan kuku-kuku jarinya sempat mencakar bahuku. Untung saja tante sangek Ani bukan tipe wanita yang suka merawat kuku panjang, jadi cakaran tante sangek Ani tidak sakit buatku.

“Bernasss … tante sangek datangggg uhhh oohhh …” erang tante sangek Ani. Aku yang masih sempit hijau waktu itu kurang mengerti apa arti kata ‘datang’ waktu itu. Yang pasti setelah mengatakan kalimat itu, tubuh tante sangek Ani lemas dan nafasnya terengah-engah.

Dengan tanpa di beri aba-aba, aku lepas celana dalamku yang masih sempit saja menempel. Aku sudah lupa sejak kapan batang penisku tegak. Aku siap menikmati tubuh tante sangek Ani, tapi sedikit ragu, karena takut akan ditolak oleh tante sangek Ani. Keragu-raguanku ini terbaca oleh tante sangek Ani. Dengan lembutnya tante sangek Ani berkata, “Bernas, kalo pengen tidurin tante sangek, mendingan cepetan deh, sebelon gairah tante sangek habis. Tuh liat kontol Bernas dah tegak kayak besi. Sini tante sangek pegang apa dah panas.”.

Cerita Intercourse Tante ml IGO – Aku berusaha mengambil posisi diatas tubuh tante sangek. Gaya bercinta conventional. Perlahan-lahan kuarahkan batang penisku ke mulut vagina tante sangek Ani, dan kucoba dorong penisku perlahan-lahan. Ternyata tidak sulit menembus pintu kenikmatan milik tante sangek Ani. Selain mungkin karena basahnya dinding-dinding pamer memek tante tante sangek Ani yang memuluskan jalan masuk penisku, juga karena mungkin sudah beberapa batang penis yang telah masuk di dalam sana. Cerita Intercourse Balas Kenikmatan Pada Tanteku

“Uhhh … ohhh … Bernasss … ahhh …” desah tante sangek Ani.
Aku coba mengocok-kocok pamer memek tante tante sangek Ani dengan penisku dengan memaju-mundurkan pinggulku. Tante ml Ani terlihat semakin ‘sexy’, dan mendesah tak karuan.
“Bernasss … Bernasss … aduhhh Bernasss … geliiii tante sangek … uhhh … ohhhh …” desah tante sangek Ani.
Di saat aku sedang asyik memacu tubuh tante sangek Ani, tiba-tiba aku disadarkan oleh permintaan tante sangek Ani, sehingga aku berhenti sejenak.

“Bernasss … kamu dah mau keluar belum … ” tanya tante sangek Ani.
“Belon sih tante sangek … mungkin beberapa saat lagi … ” jawabku serius.
“Nanti dikeluarin di luar yah, jangan di dalam. Tante ml mungkin lagi subur sekarang, dan tante sangek lupa suruh kamu pake pengaman. Lagian tante sangek ngga punya inventory pengaman sekarang. Jadi jangan dikeluarin di dalam yah.” pinta tante sangek Ani.
“Beres tante sangek.” jawabku.
“Okay deh … sekarang jangan diam … goyangin lagi dong …” canda tante sangek Ani genit.

Tanpa menunda banyak waktu lagi, aku lanjutkan kembali permainan kami. Aku bisa merasakan pamer memek tante tante sangek Ani semakin basah saja, dan aku pun bisa melihat bercak-bercak lendir putih di sekitar bulu jembutku.

Aku mulai berkeringat di punggung belakangku. Muka dan telingaku panas. Tante ml Ani pun juga sama. Suara erangan dan desahan-nya makin terdengar panas saja di telingaku. Aku tidak menyadari bahwa aku sudah berpacu dengan tante sangek Ani 20 menit lama-nya. Tanda-tanda akan adanya sesuatu yang bakalan keluar dari penisku semakin mendekat saja.

“Bernasss … ampunnn Bernasss … kontolnya kok kayak besi aja … ngga ada lemasnya dari tadi … tante sangek geliii banget nihhh …” kata tante sangek Ani.
“Tante ml … Bernasss dah sampai ujung nih …” kataku sambil mempercepat goyangan pinggulku.

Puting tante sangek Ani semakin terlihat mencuat menantang, dan kedua payudara pun terlihat mengeras. Aku mendekatkan wajahku ke wajah tante sangek Ani, dan bibir kami saling berciuman. Aku julur-julurkan lidahku ke dalam mulutnya, dan lidah kami saling berperang di dalam. Posisi bercinta kami tidak berubah sejak tadi. Posisiku tetap di atas tubuh tante sangek Ani.

Aku percepat kocokan penisku di dalam pamer memek tante tante sangek Ani. Tante ml Ani sudah menjerit-jerit dan meracau tak karuan saja.

“Bernasss … tante sangek datangggg … uhhh … ahhhhhh …” jerit tante sangek Ani sambil memeluk erat tubuhku. Ini pertanda tante sangek Ani telah ‘orgasme’.

Aku pun juga sama, lahar panas dari dalam penisku sudah siap akan menyembur keluar. Aku masih sempit ingat pesan tante sangek Ani agar spermaku dilepas keluar dari pamer memek tante tante sangek Ani.

“Tante ml … Bernassss datangggg …” jeritku panik. Kutarik penisku dari dalam pamer memek tante tante sangek Ani, dan penisku memuncratkan spermanya di perut tante sangek Ani. Saking kencangnya, semburan spermaku sampai di dada dan leher tante sangek Ani.

“Ahhh … ahhhh … ahhhh …” suara jeritan kepuasanku.
“Idihhh … kamu kecil-kecil tapi spermanya banyak bangettt sih …” canda tante sangek Ani. Aku hanya tersenyum saja. Aku tidak sempat mengomentari candaan tante sangek Ani.

Setelah semua sperma telah tumpah keluar, aku merebahkan tubuhku di samping tubuh tante sangek Ani. Kepalaku masih sempit teriang-iang dan nafasku masih sempit belum stabil. Mataku melihat ke langit-langit condominium tante sangek Ani. Aku baru saja menikmati yang namanya surga dunia.

Tante ml Ani kemudian memelukku manja dengan posisi kepalanya di atas dadaku. Bau harum rambutku tercium oleh hidungku.

“Bernas puas ngga?” tanya tante sangek Ani.
“Bukan puas lagi tante sangek … tapi Bernas seperti baru saja masuk ke surga” jawabku.
“Emang pamer memek tante tante sangek surga yah?” canda tante sangek Ani.
“Boleh dikata demikian.” jawabku percaya diri.
“Kalo tante sangek puas ngga?” tanyaku penasaran.
“Hmmm … coba kamu pikir sendiri aja … yang pasti pamer memek tante tante sangek sekarang ini masih sempit berdenyut-denyut rasanya. Diapain emang ama Bernas?” tanya tante sangek Ani manja.
“Anuu … Bernas kasih si Bernas Junior … tuh tante sangek liat jembut Bernas banyak bercak-bercak lendir. Itu punya dari pamer memek tante tante sangek tuh. Banjir keluar tadi.” kataku.
“Idihhh … mana mungkin …” bela tante sangek Ani sambil mencubit penisku yang sudah mulai loyo.

“Bernas sering-sering datang ke rumah tante sangek aja. Nanti kita primary poker lagi. Mau kan?” pinta tante sangek Ani.
“Sippp tante sangek.” jawabku serentak girang.

Malam itu aku nginap di rumah tante sangek Ani. Keesokan harinya aku langsung pas pulang mesum ke rumah. Aku sempat minta jatah 1 kali lagi dengan tante sangek Ani, namum ajakanku ditolak halus olehnya karena alasan dia ada janji dengan teman-temannya.

Ngesex memek putih Tante ml – Sejak saat itu aku menjadi teman seks gelap tante sangek Ani tanpa sepengetahuan orang lain terutama ayah dan ibu ngentot dengan anak. Tante ml Ani senang bercinta yang bervariasi dan dengan lokasi yang bervariasi pula selain apartementnya sendiri. Kadang bermain di mobilnya, di motel kilat yang hitungan charge-nya per jam, di ruang VIP spa kecantikan ibuku (ini aku berusaha keras untuk menyelinap agar tidak diketahui oleh para pegawai di sana). Tante ml Ani sangat menyukai dan menikmati seks. Menurut tante sangek Ani seks dapat membuatnya merasa enak secara jasmani dan rohani, belum lagi seks yang teratur sangatlah baik untuk kesehatan. Dia pernah menceritakan kepadaku tentang rahasia awet muda bintang movie Hollywood tersohor bernama Elizabeth Taylor, yah jawabannya hanya singkat saja yaitu seks dan food regimen yang teratur. Bacaan intercourse prime: Cerita Dewasa IGO Mbak Wulan Memang HOT Seksi

Tante ml Ani paling suka ‘bermain’ tanpa kondom. Tapi dia pun juga tidak ingin memakai sistem pil sebagai alat kontrasepsi karena dia sempat alergi saat pertama mencoba minum pil kontrasepsi. Jadi di saat subur, aku diharuskan memakai kondom. Di saat setelah selesai masa menstruasinya, ini adalah saat di mana kondom boleh dilupakan untuk sementara dulu dan aku bisa sepuasnya berejakulasi di dalam memeknya. Apabila di saat subur dan aku/tante sangek Ani lupa menyetok kondom, kita masih sempit saja nekat bermain tanpa kondom dengan berejakulasi di luar (meskipun ini rawan kehamilannya tinggi juga).

Hubungan gelap ini sempat berjalan hampir four tahun lamanya. Aku sempat memiliki perasaan cinta terhadap tante sangek Ani. Maklum aku masih sempit tergolong remaja/pemuda yang gampang terbawa emosi. Namun tante sangek Ani menolaknya dengan halus karena apabila hubunganku dan tante sangek Ani bertambah serius, banyak pihak luar yang akan mencaci-maki atau mengutuk kami. Tante ml Ani sempat menjauhkan diri setelah aku mengatakan cinta padanya sampai aku benar-benar ‘transfer on’ dari-nya. Aku lumayan patah hati waktu itu (hampir 1.5 tahun), tapi aku masih sempit memiliki akal sehat yang mengontrol perasaan sakit hatiku. Saat itu pula aku cuti ‘bermain’ dengan tante sangek Ani.

Saat ini aku masih sempit berhubungan baik dengan tante sangek Ani. Kami kadang-kadang menyempatkan diri untuk ‘bermain’ 2 minggu sekali atau kadang-kadang 1 bulan sekali. Tergantung dari temper kami masing-masing. Tante ml Ani sampai sekarang masih sempit single. Aku untuk sementara ini juga masih sempit single. Aku putus dengan pacarku sekitar 6 bulan yang lalu. Sejak putus dengan pacarku, tante sangek Ani sempat menjadi pelarianku, terutama pelarian seks. Sebenarnya ini tidak benar dan kasihan tante sangek Ani, namun tante sangek Ani seperti mengerti tingkah laku lelaki yang sedang patah hati pasti akan mencari seorang pelarian. Jadi tante sangek Ani tidak pernah merasa bahwa dia adalah pelarianku, tapi sebagai seorang teman yang ingin membantu meringkankan beban perasaan temannya. - Situs foto bugil dewasa intercourse on-line terlengkap, novel intercourse terupdate, novel intercourse dewasa, novel xxx download bokep indo terbaru, novel cerita sizzling, novel cerita download bokep jepang, novel cerita mahasiswa porno, novel abg sangek mesum, novel mahasiswa ml, novel tante sangek selingkuh, novel janda ml hypersex, novel intercourse terpanas, novel merawani abg suka bugil.

Cerita Intercourse / Cerita Dewasa / Cerita Abg sangek mesum / Cerita Panas / Cerita Mahasiswa porno / Cerita Download bokep hd / Cerita Intercourse Tante ml / Cerita Intercourse ABG / Cerita Intercourse janda ml / Cerita Intercourse Video bokep perawan / Cerita HOT / Kisah Intercourse / Intercourse Bergambar / Foto telanjang Seks

VIDEO BOKEP TERBARU LAINNYA:

Related Search

author
Author: 

    Leave a reply "Cerita Dewasa IGO Membalas Kenikmatan Pada Tanteku"