Cerita Dewasa IGO Terupdate Nikmatnya Tubuh Teh Elis

No comment 14 views

Cerita Dewasa IGO Terupdate Nikmatnya Tubuh Teh Elis – Cerita entot terhot, Sebelumnya kisah intercourse yang pernah saya publish ialah Cerita Dewasa Terpana Atas Kemolekan Sekretarisku. Cerita intercourse bokep jepang terbaru, novel intercourse terlengkap, cerita dewasa terupdate, cerita ketahun mesum terbaik, cerita entot terpopuler, cerita nonton bokep live terselubung, cerita xxx terhot, cerita ml mahasiswa perawan di perkosa, cerita abg porno memek janda masih sempit binal |Sesungguhnya hari Minggu itu aku tdk memiliki rencana pergi kemana-mana, gara-gara pacarku sedang lembur di kantornya. Namun gara-gara sedang malas di rumah dan baru saja gajian, akhirnya terlintas di pikiranku utk jalan-jalan ke Bogor. Aku pun mencari jalan mengajak diajarin ibu ml dan adik-adikku pergi.

Cerita Intercourse IGO Terupdate 2016 Nikmatnya Tubuh Teh Elis

Cerita, Dewasa, IGO, Terupdate, Nikmatnya, Tubuh, Teh, Elis, cerita sex threesome, cerita dewasa threesome, cerita ngentot threesome, cerita bokep gangbang, cerita porno gangbang
Ilustrasi Foto bugil Syur ABG IGO Scorching Seksi

Novel Seks – “Kayaknya diajarin ibu ml lagi nggak bisa ikut ke bogor teh… lg banyak kerjaan di rumah nih…” jawab diajarin ibu ml beralasan sambil meneruskan mencuci.

Sekarang aku cm bisa mengharapkan kalau adik-adikku mau diajak pergi ke Bogor. Di luar dugaanku, terbukti jawaban mereka jg bikin kecewa. Ratih tdk mau aku ajak pergi gara-gara ingin bermalas-malasan di rumah saja, namun Dodi dan Lina jg sdh ada janji teman-temanya.

Download bokep cerita dewasa, cerita dewasa 2016, cerita dewasa bokep jepang terbaru, cerita dewasa igo, cerita dewasa igo bokep jepang terbaru, cerita dewasa igo bugil, cerita dewasa igo 2016

Walaupun tdk ada yg bisa menemaniku, aku tetap mengambil keputusan utk pergi sendiri saja gara-gara sedang malas menghabiskan waktu di rumah.-cerita intercourse terbaru- Apalagi pertimbangan hari masih sempit amat pagi, sehingga berbasickan perkiraanku walaupun naik kendaraan umum aku bisa sampai di kota Bogor sebelum makan siang. sesungguhnya aku amat jarang pergi sendirian seperti ini, gara-gara sdh terbiasa dikawani oleh pacar, kawan maupun Familiku.

Cerita dewasa bokep jepang terbaru, Usai mandi dan berpakaian aku pun langsung berpamitan pada diajarin ibu ml. Aku sengaja tdk bilang ke pacarku kalau aku akan pergi sendirian ke Bogor, gara-gara dia pasti tdk akan mengizinkanku. sesudah naik angkot dari rumahku, aku pun sampai di jalan utama utk menanti bis yg akan mengantarku ke Bogor. Tdk berapa lama aku berdiri, bis yg aku nantikan pun datang.

Sungguh beruntung bis tersebut tdk terlalu penuh, sehingga aku dpt memilih tempat duduk sesuai keinginanku. Walaupun bangku di barisan depan condong masih sempit kosong, aku tetap mengambil ketetapan utk mengambil duduk di pojok belakang. Memang sengaja aku mengambil tempat duduk di sana, supaya aku bisa tidur tanpa harus terganggu oleh orang lain.

Kalau dipikir lagi, mungkin aku nekat melakukan hal ini gara-gara aku sdh amat sutk di rumah dan ingin sekali-sekali mencari jalan hal yg baru. Apalagi aku jg sdh cukup sering pergi ke Bogor Familiku, jadi aku tdk takut akan tersesat di sana. Namun memang ini ialah pertama kalinya aku bepergian ke Bogor memakai kendaraan umum.

Setibanya di Bogor, aku langsung menggunakan supaya bermanfaat waktu berkeliling kota yg cukup populer wisata belanja dan kulinernya. Tujuan pertamaku ialah manufacturing facility outlet di sepanjang jalan utama. Yg namanya berbelanja memang sering bikin orang lupa waktu, tdk terasa waktu telah tunjukkan jam 2 siang. Aku lalu bersiap utk mencari makan siang sebelum melanjutkan ekspedisi.

Hari itu aku memakai pakaian yg terbilang cukup sopan, kaos putih ketat yg aku tutupi jaket dipadukan bawahan celana panjang mempunyai warna abu-abu. Walaupun begitu, tetap saja masih sempit banyak laki-laki iseng yg mencari jalan utk menggodaku. Namun sdh pasti tdk ada satupun yg aku hiraukan.

sesudah cukup puas berkeliling kota Bogor sendirian, aku pun berniat utk pas pulang mesum ke rumahku di kawasan Cibubur. Kalau tdk salah waktu itu waktu sdh tunjukkan pukul 5 sore. gara-gara takut kemalaman, tergesa-gesa aku menuju ke jalan utama utk menyetop angkot yg akan mengantarku ke terminal bis.

“Macet banget sih… Udah kayak di Jakarta aja…” aku bergumam melihat banyaknya angkot memenuhi kota Bogor.

Karena merasa yakin kalau semua angkot akan melewati terminal, maka tanpa bertanya terlebih dahulu aku pun menaiki salah satu angkot yg sdh hampir terisi penuh dan bersiap utk jalan. Dan benar saja, tdk berapa lama setelah aku duduk, angkot yg kutumpangi ini pun berangkat. Namun setelah sekitar 15 menit perjalanan, aku merasa kalau jalan yg dilewati oleh angkot ini bukanlah jalan yg kukenal.

Setelah aku bertanya kepada Anak di ajarin ngentot yg duduk di sebelahku, baru aku sadar kalau ternyata aku telah salah naik angkot. Dari penjelasan yg diberikan oleh beliau, aku harus berhenti di perempatan selanjutnya utk kemudian berganti angkot. Namun belum jg sampai di perempatan, Anak di ajarin ngentot yg baik hati tadi berpamitan padaku karena sdh bersiap-siap ingin turun. Aku pun tdk lupa utk mengucapkan terima kasih kepada beliau.

“Aduuh… Kok bisa-bisanya aku sampe salah naik angkot sih!?” aku berkata dalam hati menyesali kecerobohanku.

Selagi aku sedang melihat-lihat jalanan melalui jendela, tiba-tiba angkot berhenti dan dari pintu naiklah seorang pengamen. Aku tdk sempat memperhatikan penampilannya secara seksama, karena aku masih sempit terus berkonsentrasi melihat ke arah jalanan supaya tdk semakin tersesat. Tetp secara sekilas pengamen tersebut masih sempit muda, dan bertubuh kecil. Aku jg masih sempit ingat kalau dia menyanyi dgn suara yg tdk ada bagus-bagusnya.

“Bukannya ngehibur malah bikin tambah pusing aja nih pengamen…!” omelku dalam hati.

Untung saja aku pun akhirnya tiba di perempatan yg dimaksud oleh Anak di ajarin ngentot tadi. Seperti tdk ingin kehilangan waktu, aku segera turun dan membayar ongkos angkot. Tetp karena daerah ini memang belum pernah aku lewati, aku semakin bertambah bingung harus menyetop angkot yg ke arah mana. Mau bertanya jg sdh tdk ada orang di tempatku menunggu.

“Bade kamana Teh?” tentu saja aku terkejut karena tiba-tiba saja ada suara laki-laki di belakangku bertanya dgn menggunakan bahasa Sunda.
“Emmh… Mau pas pulang mesum ke rumah…” aku yg memang masih sempit ada keturunan Sunda menjawab seadanya.

Sebenarnya aku cukup takut dgn penampilan laki-laki yg bertanya padaku ini, apalagi ditambah suasana sekitar yg sdh semakin gelap. Di belakang laki-laki tersebut ada dua orang temannya yg salah satunya ternyata adalah pengamen di dalam angkotku tadi.

“Teteh kasasab nya?” tanyanya lagi.
“Nggak kok…” jawabku berbohong kali ini dgn tatapan galak berharap laki-laki tersebut tdk akan bertanya apa-apa lagi.

Karena takut mereka akan berbuat jahat, aku pun berniat utk pergi ke seberang jalan. Namun karena masih sempit dalam keadaan takut, ketika hendak menyeberang aku terserempet oleh motor yg langsung kabur tanpa mau bertanggung-jawab terlebih dahulu. Tas dan barang belanjaanku sampai jatuh berserakan ke jalan, namun untung saja saat itu tdk ada kendaraan yg melintas.

Walaupun lukanya tdk parah, namun celana panjang yg aku gunakan sampai robek di bagian lutut. Setelah beberapa menit aku baru sadar kalau selain lututku yg ngentot hot, telapak tanganku yg sebelah kiri jg sedikit mengalami luka akibat menahan tubuhku yg jatuh ke aspal. Memang tdk ada bagian dari tangan maupun kakiku yg darahnya keluar dalam jumlah banyak, namun tetap saja aku takut kalau sampai terjadi infeksi.

Saat itu aku sdh pasrah saja bila tdk ada orang yg akan menolongku, karena tempatku tertabrak tadi cukup sepi. Untung saja ternyata ketiga laki-laki bertampang seram tadi memiliki sifat yg berbeda dgn penampilannya. Tanpa perlu aku meminta tolong, ketiganya berinisiatif utk melihat keadaanku. Dua orang membantuku hingga sampai ke tempat yg cukup aman, sedangkan seorang lagi mengangkat barang bawaanku.

“Aduuuuuh…” aku mulai meringis kesakitan.
“Kunaon Teh? Raheut nya? Hoyong diobatin sarua urang?” tanya salah satu dari tiga orang tadi yg berperawakan gemuk dan memakai topi.
“I-iya bo-boleh…” aku sdh tdk memikirkan lagi mereka akan berbuat apa terhadapku karena luka ini memang harus segera diobati.

Tanpa membuang waktu lagi, dgn berhati-hati aku pun digotong oleh mereka lalu dibawa masuk ke dalam gang yg tdk jauh dari tempat tadi, hingga akhirnya aku pun sampai di sebuah rumah kecil dan kumuh. Setibanya di dalam rumah tersebut, aku dibaringkan di atas tikar yg sdh lusuh.

Salah seorang dari mereka membawakan aku minum, sedangkan yg lainnya membersihkan lukaku dgn air. Walaupun mereka hanya merawatku dgn peralatan seadanya, namun rasa perih di telapak tangan serta lututku sdh mulai hilang. Merasa kondisiku sdh lebih baik, aku pun bangkit dari posisi tidur hingga sekarang sdh duduk bersila.

“Makasih banget yah…” ucapku kepada mereka bertiga yg hanya dijawab oleh anggukan dan senyuman.

Aku yg merasa berhutang budi karena sdh ditolong oleh mereka, akhirnya memutuskan utk memperkenalkan diri. Ternyata laki-laki yg pertama kali bertanya padaku bernama Bagja, rambutnya keriting seperti penyanyi Ahmad Albar namun dgn wajah yg jauh lebih seram. Usia Bagja masih sempit 16 tahun. Satu lagi yg bertubuh sedikit gemuk dan memakai topi bernama Eman, dia jg seumuran dgn Bagja. Yg terakhir, si pengamen di dalam angkotku bernama Aceng, umurnya memang paling muda di antara mereka bertiga, yaitu masih sempit 13 tahun. Wajar saja kalau dia memiliki tubuh paling kecil dibanding teman-temannya.

Dari obrolan kami berempat, aku bisa mengetahui kalau mereka ternyata adalah school girl baik dan sopan namun hanya nasib mereka saja yg membuat ketiganya menjadi anak-anak jalanan. Perasan aneh mulai menjalari tubuhku karena mereka bertiga mengamatiku dgn tatapan lapar. Namun lama-lama aku menjadi terbiasa dan sekarang mereka yg menjadi malu sendiri.

Melihat tingkah laku ketiga school girl jalanan tersebut, justru membuatku ingin terus menggoda mereka. Hitung-hitung sebagai balas jasa mereka yg telah merawatku. Supaya tdk terlihat murahan, aku berpura-pura meringis-ringis minta perhatian ke mereka bertiga walaupun aku sdh tdk merasakan sakit sama sekali. Tentu saja mereka semakin berani memegang lutut dan tanganku, bahkan hingga ke bagian yg tdk terluka.

Kadang mereka sedikit berbasa-basi

“Peurih bagian nu mananya Teh?”

Tetp sepertinya mereka sdh mulai merasa kalau aku memang sengaja menggoda mereka bertiga. Kadang-kadang mereka seperti jual mahal, namun mata mereka masih sempit terus memperhatikan wajah serta tubuhku. Aku pun mulai beraksi dgn membuka jaketku hingga sekarang bagian atas tubuhku hanya tertutup oleh kaos putih yg ketat.

Buruknya wajah mereka bertiga yg justru menjadi sensasi tersendiri bagiku. Raut wajah Bagja, Eman dan Aceng sungguh seperti orang yg sdh dikuasai hawa nafsu. Namun mungkin karena mereka masih sempit menghormati aku sebagai perempuan yg lebih tua umurnya, maka mereka tdk ada yg berani utk bertindak aneh-aneh.

Melihat mereka masih sempit belum ada yg berinisiatif utk melakukan hal yg lebih jauh lagi, maka aku pun terus berusaha utk memancing mereka.

“Kalian udh pada punya pacar belum?” aku memulai pertanyaanku.
“Urang sarua si Eman enggeus boga Teh…” jawab Bagja.
“Kalo kamu Ceng?” tanyaku kepada Aceng.
“Aceng mah tacan atuh Teh… Kan Aceng masih sempit budak leutik…” jawab Aceng sambil tersenyum polos.
“Cakep yah pacar kalian?” lanjutku sambil melihat bergantian ke arah Bagja dan Eman.
“Yah henteu lah Teh… Mana meureun urang bisa nyaho awewe geulis…” sahut Bagja dgn logat Sunda yg kental.
“Bener Teh… Enggeus bagus masih sempit aya awewe nu hoyong… Hehehehe…” timpal Eman sambil tertawa yg semakin memperlihatkan giginya yg hitam.
“Kalo Teteh cakep nggak? ” pancingku.
“Teteh mah geulis pisan atuh…!!” jawab mereka bertiga hampir serempak sehingga membuat kami tertawa.

Merasa suasana sdh semakin akrab, aku mendekati Bagja yg sepertinya paling berpengalaman dibandingkan kedua temannya. Kemudian aku menaruh tangan ke bahunya lalu menatap wajahnya yg jauh dari tampan. Aku sadar kalau laki-laki ditatap seperti itu pasti mereka akan menjadi salah tingkah.

Sesuai dgn rencanaku, Bagja yg sdh tdk dpt menahan nafsunya langsung melumat bibirku. Mungkin karena ingin melihat reaksiku, pertama-tama Bagja hanya sekedar mencium bibirku saja. Namun setelah melihat tdk ada penolakan dariku, lidahnya langsung berusaha masuk ke dalam mulutku.

Aku dan Bagja mulai berciuman dgn lebih bergairah. Lidahnya bermain dgn liar di dalam mulutku hingga liur kami menetes-netes di pinggir mulut. Perasaan geli, jijik dan nikmat bercampur menjadi satu bersamaan dgn gejolak birahiku yg mulai naik. Bagja semakin membangkitkan gairahku ketika tangannya meremas-remas payudaraku dari luar.

“Emmmmmmhh…” aku mendesah saat tangan kasarnya mulai menyusup ke bagian dalam bajuku.

Ketika melirik ke arah Eman dan Aceng, mereka hanya diam menyaksikan temannya sedang bermesraan dgnku. Namun karena sdh tdk tahan, Eman yg memang sdh lebih dewasa dan mengerti dari Aceng, berpindah duduk ke belakangku. Lalu dia mulai mengelus-elus punggung serta pahaku yg masih sempit tertutup pakaian lengkap. Dikerubuti oleh 2 orang seperti itu membuat detak jantungku bertambah kencang serta nafasku semakin memburu.

Yg satu mencium bibir dan meraba-raba payudaraku dari depan, sedangkan yg satu lagi memegang pahaku dari belakang sambil terkadang menciumi leher mulusku. Terkadang begitu ada kesempatan Eman langsung bergantian dgn Bagja utk meremas-remas payudaraku. Namun berbeda dgn Bagja yg meraba payudaraku dgn pelan, Eman meremasnya dgn kencang, padahal saat itu masih sempit ada bra-nya sehingga membuatku merasa sedikit kesakitan.

“Uuuuh… Pelan-pelan dong…!” aku sempat kesal jg dgn perlakuan Eman.

Namun karena aku terdengar marah, Bagja dan Eman menghentikan perbuatan mereka berdua. Padahal maksudku agar Eman tdk terlalu kencang meremas kedua payudaraku. Namun kesempatan ini aku manfaatkan utk membuka bajuku. Mata Bagja melihat tubuh bagian atasku yg hanya tertutup bra dgn tatapan nakal sehingga membuat jantungku semakin berdebar.

Apalagi ketika aku dgn gaya menggoda mulai membuka bra hitam milikku, mata Bagja terlihat semakin membesar dan mulutnya terbuka lebar.

“Kenapa Ja? Mau coba megang?” tanyaku tanpa rasa malu.
“Me-memangnya dibere ku Te-teteh?” kata Bagja dgn tergagap-gagap.
“Ya iyalah boleh…” kataku sedikit kesal karena Bagja masih sempit saja bersikap lugu.

Diberi kesempatan seperti ini, tentu saja tdk disia-siakan oleh Bagja. Pelan namun pasti, tangannya mulai bergerak ke arah payudaraku yg sdh tanpa penutup apa-apa lagi. Pertama-tama tangannya yg kasar hanya menempel di permukaan payudaraku saja, tetp semakin lama dia semakin berani. Mulai dari memegang dan memilin-milin putingku yg berwarna coklat, hingga meraba dan meremas seluruh permukaan payudaraku.

Namun yg membuatku terkejut, tdk lama setelah itu tangannya berganti dgn mulutnya. Lidahnya menempel di putingku. Terasa geli bercampur dgn nikmat, apalagi saat putingku disedot olehnya. Sepertinya Bagja sdh terbiasa melakukan hal ini dgn pacarnya.

Eman yg tdk mau ketinggalan dgn temannya, bergantian utk berciuman dgnku. Bibirnya yg tebal itu mulai melumat habis bibirku. Tetp perlu diakui kalau ternyata lebih enak berciuman dgn Eman dibandingkan dgn Bagja, karena dia terlihat lebih ahli. Selagi aku melayani dua orang ini, ternyata Aceng yg tadinya kupikir tdk mau ikut-ikutan karena masih sempit terlalu kecil, mulai mengelus-elus seluruh bagian tubuhku yg lain dari arah belakang.

“Teh Elis… Dileupas atuh calananya…” bisik Aceng di telingaku yg benar-benar membuatku terkesima sesaat.
“Kirain si Aceng masih sempit polos… Taunya sama jg…” aku berkata dalam hati.

Dgn perlahan-lahan aku menaikkan pantat utk memudahkanku membuka celana panjang. Dgn tdk sabaran Aceng pindah ke depan, kemudian dia ikut membantuku membuka celana panjang beserta celana dalam milikku lalu melemparnya cukup jauh. Kini hanya tinggal jam tanganku saja yg masih sempit tersisa. Namun kelihatannya hal tersebut tdk menjadi masalah, karena bagian lain dari tubuhku yg putih body mulus sdh terpampang jelas di depan ketiga school girl jalanan ini.

“Teh Elis beuki geulis lamun taranjang… Hehehe…” kata Eman sambil tertawa melecehkan.
“Bodas pisan euy awakna Teh Elis…!! Jadi beuki mangkrang ieu…!!” Bagja ikut menimpali.

Tawa dan ejekan nakal mereka karena pada akhirnya dpt menyaksikan tubuhku yg dalam keadaan polos tdk membuatku marah. Hal tersebut justru menyebabkan aku semakin menginginkan mereka bertiga menikmati tubuhku lebih jauh lagi dari yg sebelumnya.

“Kalian jg telanjang dong…” aku menantang mereka supaya ikut melepaskan pakaian.

Dgn segera, mereka semua membuka pakaian lusuh yg menempel di tubuh mereka. Yg terjadi selanjutnya bener-bener membuatku terkesima, yaitu aku melihat kalau ukuran k0ntol milik mereka bertiga cukup besar utk school girl seusia mereka. Memang tdk sepanjang k0ntol milik adikku, namun diameternya lebih besar dan berwarna lebih hitam. Paling hanya milik Aceng saja yg masih sempit seperti k0ntol anak-anak, kira-kira hanya mencapai 12 cm saja dgn bulu-bulu kemaluan yg masih sempit baru tumbuh.

Setelah kami semua sdh dalam keadaan telanjang, permainan pun dilanjutkan. Anak sma-anak berusia tanggung tersebut mulai mengeraygi tubuhku lagi.

“Teh Elis cicing wae nya… Antep urang tiluan nu puaskeun…” perintah Bagja kepadaku.

Aku hanya dpt mengangguk lemah. Seolah sdh mendptkan persetujuan dariku utk berbuat apapun, tiba-tiba Bagja langsung merebahkanku hingga aku kembali ke posisi tiduran. Bagja mengangkat kaki sebelah kananku lalu dia taruh di pundak kirinya. Kemudian tangannya langsung meraba-raba bibir memekku yg mulai basah sambil jari telunjuknya mencoba utk masuk.

Sesekali jari-jarinya bergerak ke atas dan bawah menelusuri lembah kenikmatan milikku. Tdk cukup puas hanya memainkan memekku saja, mulut Bagja lalu menghisap pelan puting payudaraku. Perlakuan Bagja membuat aku semakin merasa terbang saja. Semakin lama tangan Bagja yg menempel di memekku bergerak semakin liar, jari-jarinya dgn cekatan memainkan klitorisku.

“mmmppphhhhh… oooooohhhhhhhh…” aku sdh tdk dpt lagi menahan desahanku akibat permainan Bagja.

Melihat temannya yg sdh kembali menikmati tubuhku, Eman sepertinya jg sdh tdk tahan lagi utk ikut mencicipinya. Dia mengambil posisi jongkok di sebelah Bagja, kemudian Eman meminta Bagja utk menggeser posisinya agar dia jg dpt menikmati memekku.

Namun ketika aku mengira Eman akan menggunakan jari-jarinya jg, dia malah mencium dan menjilati memekku yg sdh semakin basah. Melihat memekku yg tdk berbulu dan sdh dalam keadaan basah pasti membuat Eman tdk tahan utk menikmatinya dgn mulut.

“Aaaaaahhh… Ooouuuuhhh… Aaaaaaaaahhh…!!” aku mengerang saat lidah hangat Eman menjilati belahan memekku serta mencoba utk masuk.

Lidah Eman mulai bermain lebih cepat di bibir memekku, kurasakan nafasnya berhembus di memekku disusul sapuan lidahnya pada bibir memekku yg menyebabkan tubuhku menggelinjang nikmat.

“Aaaaaaaaahh…!! Te-teruuss Maaaan!! E-enaaaaak…!! I-iyaaaaahhh…!!” erangku ketika Eman dgn nakal menyedot klitorisku dan menyeruput cairan cintaku yg keluar semakin banyak.

Sementara itu jari milik Bagja jg masih sempit bermain di klitorisku. Sungguh perasaan yg luar biasa nikmat. Tubuhku sampai bergerak-gerak semakin tdk beraturan karena menikmati yg dilakukan oleh mereka berdua.

Karena penasaran dgn yg mereka berdua lakukan, dgn sengaja aku mengangkat tubuhku lalu bertumpu pada kedua siku tanganku, sehingga kini aku dpt melihat lebih jelas wajah Eman dan Bagja yg penuh nafsu saat melumat memek sempit dan payudaraku.

Setelah sekitar 15 menit mereka berdua memainkan payudara serta memekku, aku mulai merasa sedikit lagi akan mencapai orgasme.

“mmmppphhhhh… Teruuuuussss… …!! Teteeeeeeh mauuuu keluaaaaaaar…!!!” aku mengerang kencang dgn badan melengkung ke belakang ketika akhirnya aku merasakan orgasme yg luar biasa.

Kami bertiga saling bertatapan dgn senyum penuh arti, kemudian dgn bergantian Bagja dan Eman melumat bibirku dgn mesra.

“Ceng…! Ulah cicing wae… Hayu milu atuh…!” ajak Bagja ketika sadar kalau dari tadi Aceng hanya berdiam diri saja.
“Lain kitu Kang… Aceng dagoan Kang Bagja jeung Kang Eman nganggeuskeun ngaletak henceut Teh Elis…” kata Aceng.

Aku yg tadinya jg heran kenapa Aceng tdk ikut menikmati tubuhku, akhirnya dpt mengerti kalau ternyata dia tdk ingin berebut dgn teman-temannya utk bermain di memekku.

“Hahahaha… Aya-aya wae si Aceng… Hayu lah kadieu…!” panggil Bagja sambil terus tertawa.

Dgn wajah senang Aceng mendekati memekku yg memang menjadi incarannya. Pertama-tama dia meraba dan mengelus pahaku yg begitu halus dan putih. Aku menggelinjang kecil karena kaget dan jg merasakan kenikmatan yg menjalar diseluruh bagian tubuh. Selanjutnya mulut Aceng mendekati kakiku, kemudian diciumi dan dijilatinya kedua paha mulusku secara bergantian hingga menuju ke atas.

‘Sluuurp… Sluuuuurppp…’ terdengar olehku bunyi jilatan Aceng ketika lidahnya sdh berada di kemaluanku yg masih sempit sangat basah akibat perlakuan dua temannya.
“Hmmmmm… Aceeeennngggg… Aaaaaahh…” sungguh hal tersebut membuatku mendesah lemah.

Sementara itu Bagja dan Eman yg sdh puas menikmati kemaluanku, mulai menjelajahi tubuh bagian atasku. Tangan-tangan kasar mereka tdk henti-hentinya menjamahi tubuhku. Sepertinya tdk ada satu pun bagian tubuh milikku yg ingin dilewatkan oleh mereka. Aku hanya bisa memejamkan mata merasakan mereka bertiga meremas-remas kedua payudaraku, memilin-milin putingku serta menjilati memekku.

Mendpt serangan dari atas dan bawah oleh tiga orang sekaligus, tubuhku semakin menggeliat-geliat dgn liarnya.

“Ooohhhh… Ssssshhhhh… Aaaagghhhh…” aku melenguh menikmatinya.
“Sluuuurrpp… Seungit pisan euy henceut Teh Elis… Sluuuurp…” gumam Aceng sambil terus menjilati dan menghisap-hisap memekku.
“Awaknya oge seungit…! Pinareupnya sanajan leutik tp ngeunahkeun…!!” Bagja ikut berkomentar selagi mulutnya berhenti menghisap payudaraku namun digantikan oleh remasan-remasan tangannya.

Sementara itu bibir dan lidah Eman mulai bergerilya dari mulutku utk kemudian menciumi telinga, tengkuk serta leherku. Di saat bersamaan, Aceng semakin menggila dgn perbuatannya, bukan saja mulutnya yg beraksi tetp sekarang jari-jari tangannya mulai bermain di lubang kemaluanku. Pertama hanya jari tengahnya saja yg Aceng masukkan ke dalam lubang memekku dan dikocok-kocokannya, lama-lama jari telunjuknya pun ikut keluar masuk yg membuat memek sempit itu semakin basah oleh cairan kenikmatan milikku.

“Uuuuuhh… Aaaaaahhh… Oouuuuuhhh…” desahan dan lenguhanku semakin menjadi-jadi.

Mendengar aku mendesah-desah keenakan, jari Aceng mulai mempermainkan klitorisku. Dia menggosok-gosokkan jari dan lidahnya pada daging kecil yg sensitif itu. Tubuhku sampai bergetar ketika merasakan sapuan lidahnya pada klitorisku. Pijatan lembut telunjuk dan diajarin ibu ml jarinya pada klitorisku membuat pinggulku meggeliat-geliat. Tubuhku semakin menggelinjang karena kelihatannya aku akan segera mencapai puncak kenikmatan.

“Ooohh… Acennngggggg!!!” desahku sambil kedua tanganku meremas-remas rambut Aceng, sementara kepalaku bergerak ke kanan dan ke kiri.

Tdk sampai satu menit kemudian, tubuhku akhirnya mulai mengejang-ejang karena tdk tahan lagi menerima rangsangan yg terus-menerus datang. Aku pun semakin merapatkan kepala school girl itu ke arah memekku. Rupanya walaupun usia Aceng masih sempit sangat muda, namun dia mengerti bahwa aku sdh ingin mencapai puncak. Dihisapnya memekku kuat-kuat serta ujung lidahnya dgn cepat menjilati bagian dalam kewanitaanku.

“Aaaaaaaaaaaaaakh…!!” teriakku tdk tertahankan dgn tubuh menggeliat-geliat ketika akhirnya aku mencapai orgasme yg kedua kalinya.

Bagaikan sedang menikmati buah yg manis, Aceng terus menyeruput cairan yg ada di seputar kemaluanku tanpa merasa jijik. Tentu saja hal ini membuatku menggelinjang tiada henti.

Setelah puas mencicipi cairan kemaluanku, Aceng menengadah dan menatapku lalu berkata “Rasanya kareueut pisan Teh…!”

“Teh… Urang tos teu kiat hoyong ngewe jeung Teteh…” tanya Bagja dgn terus terang.

Sebenarnya tubuhku masih sempit lemas, namun aku jg sdh tdk sabaran ingin merasakan memekku ditusuk bergantian oleh k0ntol mereka bertiga. Lagipula aku tdk mau membuang-buang waktu utk berlama-lama di tempat ini.

“Ya udah… Tp ganti-gantian yah…” kataku menyggupi permintaan mereka karena sdh dalam keadaan sangat terangsang.
“Se-serius Teh?” tanya Bagja meyakinkan pendengarannya.

Aku tdk menjawab pertanyaannya, namun hanya melemparkan senyum menggoda. Dpt aku lihat jg mata Bagja dan teman-temannya yg terbelalak mendengar perkataanku. Kelihatannya tdk satupun dari mereka bertiga yg menygka kalau dgn mudahnya kata-kata itu akan meluncur dari mulut perempuan sepertiku. Mungkin kalau sekedar melakukan hal seperti tadi mereka masih sempit bisa mengerti, tetp pasti tdk pernah terbayang di pikiran mereka kalau aku sampai mau diajak bersetubuh.

“Aing kahiji nya Ja… Enggeus teu sabar…” pinta Eman kepada Bagja dgn tdk sabaran.
“Sok lah…” jawab Bagja.

Mungkin sebenarnya Bagja sdh tdk tahan lagi utk segera menyetubuhiku, namun karena dia berpikir nanti jg akan kebagian, maka dia mempersilahkan Eman utk mendpt giliran yg pertama. Aku hanya bisa diam dan menurut saja. Apalagi aku jg sdh penasaran utk dpt merasakan k0ntol Eman yg berwarna hitam dan berukuran paling panjang dibandingkan dgn yg lain.

Begitu mendptkan persetujuan dari temannya, kakiku langsung dilebarkannya.

“Ooooooohhh… Pelaaan-pelaaaaaan Maaan…!! Jangaaaaan dipaksaiiin…!!” pintaku karena memekku terasa sakit ketika Eman dgn kasar menekan k0ntolnya masuk.

Kelihatannya Eman memang cenderung kasar dalam bercinta yg tentu saja berlawanan dgn Bagja yg lebih lembut. K0ntol Eman membuat memekku yg memek perawan mulai melebar mengikuti ukuran k0ntolnya yg lumayan besar, sehingga saat ini aku mulai dpt menikmati permainan kasarnya.

“Eleuh-eleuh… Heureut pisan euy henceutnya Teh Elis…!!” teriak Eman yg disambut gelak tawa teman-temannya.

Seolah tdk mau melihat ke arah Eman, aku pun memalingkan wajahku ke arah kanan. Namun jujur saja aku sungguh menikmati k0ntolnya yg mulai masuk semakin dalam, apalagi Eman jg mulai meremas-remas payudaraku. Ketika sedang menikmati hujaman k0ntol Eman saat sdh masuk seluruhnya, tiba-tiba di depan wajahku sdh ada sebuah k0ntol yg berukuran lebih kecil. Dgn rasa penasaran aku melihat ke arah atas, dan ternyata k0ntol tersebut adalah milik Aceng.

“Kenyotin kanjut urang nya Teh…” kata Aceng minta k0ntolnya supaya dihisap olehku.

Karena sdh sangat terangsang, tanpa ragu lagi aku membuka mulut dan menelan benda kecil namun keras milik Aceng. Mulailah aku mempraktekkan teknik oralku padanya. Pertama-tama aku mulai dari kepala k0ntolnya dulu, bagian itu kujilati dan kuemut-emut sambil tanganku mengocok pelan batangnya. Kemudian dgn perlahan aku menjilati batang k0ntolnya menggunakan lidahku yg lembut.

“Uuggghh… Ngeunaaah pisaaan kenyotaaan Teh Elissss…!!” komentar Aceng sembari meremas rambut tebalku.

Kepalaku mulai naik-turun mengemuti k0ntolnya yg semakin mengeras saja. Tubuh Aceng pun langsung gemetar. Kelihatannya dia sangat menikmati jilatanku barusan. Tetp tentu saja aku tdk bisa berkonsentrasi utk menghisap k0ntol Aceng, karena Eman semakin kencang memompa memekku. Terkadang aku merasa ada sedikit cairan spermanya yg keluar di dalam memekku. Belum lagi remasan-remasan tangan Eman pada payudaraku yg membuatku semakin melayg.

Tanpa perlu diundang olehku sekarang Bagja jg ikut-ikutan, dia duduk di sebelah kiriku kemudian menghisap puting payudaraku yg sdh mencuat keluar. Berarti saat ini ada tiga orang yg mengerubutiku. Yg pasti semua orang di dalam ruangan ini, termasuk aku, sedang merasa keenakan.

Tanpa sengaja aku melihat k0ntol milik Bagja yg berukuran cukup besar dan keras, aku langsung saja meremas-remas k0ntol tersebut dan mulai kukocok-kocok. Sepertinya Bagja sangat menikmatinya sampai-sampai dia semakin bersemangat menghisap payudaraku.

Dgn perlahan aku menarik k0ntol Bagja ke samping wajahku, hingga sekarang posisi k0ntolnya dgn milik Aceng berseberangan. Aku pun bergantian mengocok dan menghisap k0ntol Bagja dan Aceng.

“Gelo euy si Teteeeh maaah… Ehmmm… Jagooo pisaaan ngenyotnyaa…!! Aaaaah…!!” puji Bagja sambil merem-melek dan menggelengkan kepalanya.
“Aaaahhhhh…!! Teteeeeeeh…!! U-uraaaaaang kaluaaaaaar…!!” tiba-tiba Eman berteriak.

K0ntolnya jg dpt kurasakan semakin mengeras di dalam memekku.

“Maaan… Maaaan…!! Keluariiin di luaaaar Maaan…!!” teriakku panik.

Aku tdk ingin kalau Eman sampai mengeluarkan spermanya di dalam memekku, karena aku tdk rela punya school girl dari orang sepertinya. Untunglah Eman sempat mengeluarkan k0ntolnya tepat waktu. K0ntolnya diangkat tinggi-tinggi sambil terus mengocoknya tepat di atas dadaku.

‘Creeeett… Creeeettt…’ sperma Eman keluar banyak sekali hingga mengenai perut dan payudaraku.
“Aaaaah… Edun euy…!! Ngeunah pisan…!!” kata Eman keenakan.
“Ayeuna giliran aing nya Kang Bagja?” tanya Aceng dgn muka memohon supaya diberi ijin oleh Bagja.
“Sok atuh Ceng…” jawab Bagja yg kali ini terlihat sekali wajah tdk relanya karena harus mengalah lagi.

Tentu saja Aceng senang bukan major karena mendptkan giliran selanjutnya. Pertama-tama, layaknya school girl kecil sedang menikmati permen, lidahnya bergerak menyentil-nyentil puting payudaraku hingga semakin mengeras.
Tdk lama kemudian dihisapnya payudaraku sebelah kiri dan kanan secara bergantian. Tangan Aceng jg tdk tinggal diam dan mulai menggeraygi tubuh telanjangku.

“Ehhmm… Aceeeeeennngggg…” aku mengerang nikmat.

Mulut Aceng kemudian turun ke perut hingga sampai di memekku. Mata school girl itu terbuka lebar menatp memekku yg sengaja aku cukur halus. Secara refleks aku melebarkan kedua kakiku sehingga memudahkan Aceng utk menjilati memekku. Pasti saat ini Aceng dpt mencium aroma lendir kewanitaan yg keluar dari memekku.

“Oooooooooohh…!” Aku mendesah panjang sambil menggenggam erat ujung tikar ketika lidah Aceng terus menyapu kemaluanku.

Aceng membuka bibir memekku dan mulai menyedotnya dgn rakus sehingga aku mengerang-erang dgn penuh gairah. Semakin lama lidahnya menari semakin liar menjelajahi seluruh bagian dari kemaluanku. Aku dpt merasakan cairan memekku meleleh deras seiring dgn rangsangan yg semakin kuat. Sungguh aku merasa semakin nikmat merasakan lidah Aceng yg sesekali menyelinap ke dalam memekku.

“Aaaahhh… Mmmmhhh… Ceeeeeeeng…!!” aku berteriak nikmat sambil tanganku tdk henti-hentinya memegangi kepala Aceng.

Ketika Aceng merasa sdh cukup melakukan pemanasan terhadap memekku, kini tiba saatnya utk dia merasakan bersetubuh dgnku. K0ntol kecil milik Aceng yg sdh dalam keadaan ereksi penuh, mulai digesek-gesek ke bibir memekku. Saat berikutnya, benda tersebut mulai menekan masuk ke dalam lubang kemaluanku. Mungkin karena ukurannya yg kecil, maka k0ntol tersebut tdk terlalu membuatku merasakan nikmat seperti tadi.

“Teh Elis… Ayeuna Teteh nonggeng nya…” pinta Aceng kepadaku utk berganti posisi.

Tentu saja aku sempat heran school girl seusia Aceng sdh mengerti posisi-posisi dalam berhubungan intim. Pasti karena dia bergaul dgn school girl yg lebih dewasa darinya. Namun aku yg tdk mau berlama-lama memikirkan hal tersebut membalikkan tubuhku hingga sekarang aku bertumpu dgn kedua tangan serta lututku. Dalam posisi ini, payudaraku yg bergantung dgn bebas terlihat lebih besar.

Aceng yg sdh mengambil posisi di belakangku, menggenggam k0ntolnya kemudian mengarahkan ke liang memekku. Tetp bukannya Aceng langsung memasukkan k0ntolnya, sekarang dia justru memainkan memekku menggunakan tangannya. Walaupun begitu tetap saja aku merinding keenakan, apalagi dgn kenyataan bahwa yg sedang melakukan itu adalah school girl yg masih sempit berumur 13 tahun!

Ketika sedang menikmati jari-jari tangan Aceng di selangkanganku, dgn tiba-tiba Aceng langsung menusukkan k0ntolnya ke dalam memekku.

“Heeeeeekh…!!” aku sampai sedikit tersentak karena menerima hujaman keras secara tiba-tiba seperti itu.

Kutengokkan kepalaku ke belakang dan kutatap Aceng dgn raut muka sedikit kesal. Seolah tdk terjadi apa-apa, Aceng terus menyetubuhiku tanpa ada perasaan bersalah.

“Dasar bocah nggak tau diri…!!” aku mengumpat dalam hati.

Perlahan telapak tangan kecilnya mulai mengelus dan meremas pantatku, sambil sesekali jg mengusap punggung mulusku. Ternyata dgn posisi seperti sekarang, k0ntol Aceng semakin terasa nikmat. Apalagi sodokannya cukup mantap seperti sdh sering dilatih. Tubuhku tersentak maju dan mundur mengikuti gerakan k0ntol Aceng pada kemaluanku.

“Aaaahh… Aaaaahh… Ooohh…” aku hanya dpt merintih-rintih dgn lirih.
“Teh Elis geus ngarasa ngeunah tuh Ceng… Asupkeun leuwih gancang deui…!” perintah Eman.

Mendengar ucapan temannya tadi, k0ntol Aceng keluar dan masuk dgn lebih cepat. Namun rasanya jadi semakin nikmat, tdk kalah dari permainan Eman. Aku saja sampai merasa lemas dalam posisi menungging seperti ini. Tangan Aceng sesekali jg digunakan utk meremas pelan payudaraku dari belakang. Kadang-kadang dia jg mencium leherku.

Tetp dikarenakan postur tubuhnya yg lebih pendek dariku, dia cukup kesulitan utk melakukannya. Aku dpt merasakan nafas Aceng yg semakin memburu seperti orang yg sedang melakukan olahraga. Keringat miliknya menetes cukup banyak di punggungku yg jg sdh dalam keadaan basah.

Sampai akhirnya sodokan Aceng terasa semakin keras dan cepat, otot-otot memekku seperti tertarik keluar. Aku pun tdk tahan dan mencapai orgasme lagi.

Tdk lama kemudian Aceng jg sdh tdk dpt menahan lagi utk menahan klimaks “Aaaaahhhh…!! Teteeeeeh!!”

Aceng menyemprotkan spermanya ke punggungku dalam jumlah yg tdk kalah banyak, bahkan mungkin melebihi jumlah sperma milik Eman. Aku yg sdh merasa sangat lemas, langsung jatuh di atas tikar dgn posisi tengkurap. Ternyata Aceng jg sdh terlebih dahulu tiduran di sebelahku.

Lelah sekali rasanya disetubuhi oleh dua orang bergantian seperti tadi, walaupun ini bukanlah yg pertama kalinya aku berhubungan seks dgn lebih dari satu orang.

Saat sedang beristirahat, aku merasakan ada tangan jahil yg memegang-megang memekku. Ketika aku menengok ke belakang ternyata Bagja yg melakukan hal itu.

“Teteh masih sempit capek Ja…” jawabku pelan.
“Yaaah… Kan urang tacan kabagian Teh…” katanya memelas.

Aku baru ingat kalau ternyata hanya tinggal Bagja yg belum kebagian menikmati bersetubuh dgnku.

“Iya udah… Tp ambilin Teteh air minum dulu yah… Haus nih…” kataku ketika melihat kalau air di gelasku sdh habis.

Langsung saja Bagja mengambil gelasku yg kosong, kemudian berlari utk mengambil air di belakang. Ketika dia kembali langsung saja aku habiskan tanpa tersisa. Baru saja aku selesai menghabiskan air minum tersebut, Bagja langsung merebahkanku lalu menempatkan kepala k0ntolnya di mulut memekku.

Bagja mulai menggerakkan kepala k0ntolnya di depan belahan memekku. Kelihatannya dia terus mencoba utk merangsangku terlebih dahulu. Tentu saja diperlakukan seperti itu terus-menerus, aku pun mulai terangsang dan memekku sdh mengeluarkan cairan pelumasnya sehingga k0ntol Bagja mulai dpt masuk lebih dalam.

K0ntol Bagja akhirnya dpt masuk jg seluruhnya ke dalam memekku. Sungguh sakit sekaligus nikmat rasanya, aku sampai menahan agar tdk berteriak ketika dia mendesak masuk k0ntolnya. Aku baru sadar kalau ternyata k0ntol milik Bagja, walaupun masih sempit kalah panjang, namun berdiameter lebih besar dari Eman. Sampai-sampai aku menggigit bibir ketika menikmati k0ntol kerasnya yg dgn teratur menusuk masuk lalu ditarik keluar.

“Enaaaaaaaak euuuy…!!” teriak Bagja dgn gayanya yg kampungan.

Berulang-ulang Bagja mengeluarkan k0ntolnya dari memekku sebelum akhirnya ditusuk masuk lagi. Setiap kali k0ntolnya masuk, aku berteriak-teriak keenakan. Eman dan Aceng hanya tertawa-tawa melihatnya. Akhirnya aku mulai terbiasa dgn k0ntol Bagja yg sedang memompa memekku.

Aku sampai tdk memikirkan kalau yg sedang menyetubuhiku adalah seorang school girl jalanan. Bahkan aku jg tdk sadar kalau sedang berpelukan dan menciumi Bagja mulai dari kening hingga pipinya, sebelum akhirnya kita berciuman bibir lagi.

Tubuhku sekarang sdh penuh dgn keringat dikerjai oleh tiga orang. Entah sdh berapa lama aku disetubuhi oleh Bagja hingga aku merasa akan menggapai orgasme lagi. Tetp tepat sesaat sebelum aku menjerit, Bagja semakin keras menekan k0ntolnya yg berdenyut kencang tanda akan mencapai puncak.

Dan benar saja seperti dugaanku tdk lama kemudian Bagja berteriak

“Aaaaaaahh…!! Uraaang hoyoooong kaluaaaar Teeeeh…!!”
“Teruuus… Teruuuus… Lebiiih kenceeeng Daaaan…” teriakku tdk kalah keras.

Dalam keadaan nikmat seperti itu tentu aku hanya bisa pasrah apabila dia mengeluarkan cairan spermanya di dalam memekku.

“Arrgghhhh… Teeh Elissssss…!!” Bagja menggeram lalu menembakkan spermanya yg kental ke dalam rahimku.
“Aaaaahhh… Daaaan… Teteeeeh jgaaaa keluaaaaar…!!” aku ikut merintih ketika tdk lama kemudian jg mencapai orgasme utk yg kesekian kalinya.

Cairan milik Bagja keluar begitu banyak mengisi memekku, sehingga sebagian ada yg menetes keluar. Aku memeluk erat tubuh Bagja karena merasa sangat puas dan nafasku jg sdh terasa mau habis. Terasa di dalam memekku pelan-pelan k0ntol Bagja mulai mengecil hingga akhirnya dia cabut. Untung saja saat itu bukan masa suburku sehingga aku dpt bernafas lega.

Aku yg sdh sangat lelah meminum air putih dalam jumlah banyak karena sangat haus. Lalu aku pun tidur-tiduran sebentar karena merasa sangat lemas. Sungguh lengket rasanya badan dan kemaluanku karena bermandikan keringat dan sperma. Namun aku tdk menyesal telah mendptkan pelayanan dari mereka. Padahal tadinya kukira mereka bertiga belum mengerti cara melakukan hubungan seks.

Ketika kami sedang beristirahat, mereka bertiga memanfaatkan waktu utk mengenalku lebih jauh. Karena udara di luar lumayan dingin, Bagja dan Eman mulai menyalakan rokok. Aku yg memang tdk suka dgn bau rokok, mengibas-ngibaskan asap yg berhembus ke arahku.

“Punten nya Teh… Teu ngahaja… Memang Teh Elis teu suka ngaroko?” tanya Bagja yg sepertinya menganggap kalau semua perempuan di Jakarta suka merokok atau setdknya sdh terbiasa dgn asapnya.
“Uhuuuk… Enggak lah Ja… Uhuuk… Uhuuuk…” tegasku sambil terbatuk-batuk karena tanpa sengaja menghirup asap rokok.
“Lamun roko daging kumaha Teh? Hahahahaha…” canda Eman yg langsung disambut gelak tawa teman-temannya.

Tentu saja walaupun aku sdh disetubuhi oleh mereka bertiga, namun pertanyaan Eman tadi tetap membuatku tersipu malu.

Di tengah pembicaraan kami, ketiga school girl itu berharap kejadian yg baru saja mereka alami akan dpt terulang di kemudian hari. Setelah cukup lama mengobrol, aku akhirnya berpamitan pas pulang mesum. Aku pun membersihkan tubuhku sekedarnya lalu berpakaian lengkap.

Dalam perjalanan menuju ke terminal aku cukup tenang karena mereka berbaik hati menemaniku naik angkot. Di dalam bis aku sempat tertidur cukup lama, untung saja barang-barang milikku tdk ada yg hilang.

Sesampainya di depan rumah aku melangkah lemas menuju pintu gerbang karena seluruh badanku terasa sakit dan pegal. Ketika aku sdh berada di ruang tamu ternyata Anak di ajarin ngentot sedang menungguku dgn gelisah karena tdk mendpt kabar dariku, padahal saat itu waktu telah menunjukkan pukul 10 malam.

“Teh… Kok malem banget pulangnya?” Anak di ajarin ngentot bertanya dgn suara pelan dan sedikit serak, mungkin karena beliau sdh mengantuk.
“Iya nih Bu… Abisnya tadi keasyikan belanja sih…” aku menjawab sambil menunjukkan kantong belanjaanku.
“Terus HP Teteh kok nggak bisa dihubungin sih?” lanjut ibuku.
“Palingan sinyalnya lagi jelek Bu…” jawabku beralasan lalu bergegas menuju ke kamar tidur.

Biasanya sepulang dari bepergian, aku selalu mencium tangan Anak di ajarin ngentot terlebih dahulu. Namun hari ini aku merasa kotor dan jg bau sperma yg disemprotkan ke hampir ke seluruh bagian tubuh oleh pengamen-pengamen tadi. Bacaan intercourse prime: Cerita Dewasa Semi Top IGO Dahaga Batin Bos Wanita

“Teteh udah makan belum?” tanya Anak di ajarin ngentot yg ternyata ikut menyusulku namun tdk sampai masuk ke dalam.

“Nanti aja Bu… Teteh masih sempit kenyg…” sahutku sambil bersiap menutup pintu supaya Anak di ajarin ngentot tdk menyadari kalau anaknya sedang berbohong.

Andai saja Anak di ajarin ngentot dpt melihatku beberapa jam yg lalu, karena hal yg membuatku tdk nafsu makan adalah akibat kelelahan melayani ketiga remaja pengamen tadi.

“Ya udah… Tp jangan lupa nanti makan ya… Udah Anak di ajarin ngentot siapin tuh di dapur… Anak sma kesayangan Anak di ajarin ngentot jangan sampai sakit yah…” kata ibuku lagi dari balik pintu yg sdh tertutup.
“Iya Bu…!” teriakku sambil sedikit tersenyum karena Anak di ajarin ngentot masih sempit menganggapku sebagai school girl kecil.

Aku lalu mengambil baju ganti serta handuk kemudian bersiap utk mandi dgn harapan supaya tubuh lelahku dpt kembali segar.

“Aduuuhhhhh capek bgtt…! Besok ijin nggak masuk aja ah…” pikirku saat sedang menikmati guyuran air.

Selesai mandi, aku yg tdk ingat sama sekali kalau sdh berjanji pada Anak di ajarin ngentot utk makan malam, langsung masuk ke kamar lalu tertidur pulas seperti bayi. - Situs porn dewasa intercourse on-line terlengkap, novel intercourse terupdate, novel intercourse dewasa, novel xxx bokep jepang terbaru, novel cerita scorching, novel cerita nonton bokep live, novel cerita abg porno, novel ketahun mesum, novel mahasiswa ml, novel tante gatal selingkuh, novel memek janda masih sempit hypersex, novel intercourse terpanas, novel perawan di perkosa suka bugil.

Cerita Intercourse / Cerita Dewasa / Cerita Ketahun mesum / Cerita Panas / Cerita Mahasiswa porno / Cerita Download bokep 3gp / Cerita Intercourse Tante mesum / Cerita Intercourse ABG / Cerita Intercourse janda di perkosa / Cerita Intercourse Memek perawan berdarah / Cerita HOT / Kisah Intercourse / Intercourse Bergambar / Foto bugil Seks

VIDEO BOKEP TERBARU LAINNYA:

Related Search

author
Author: 

    Leave a reply "Cerita Dewasa IGO Terupdate Nikmatnya Tubuh Teh Elis"