Cerita Dewasa Sensasi Ngentot Dengan Tante Online

No comment 23 views

Cerita Dewasa Sensasi ML Dengan Tante gatal On-line – Cerita ML terhot, Sebelumnya kisah intercourse yang pernah saya publish ialah Cerita Dewasa Liarnya Adik Iparku Saat Bercinta. Cerita intercourse bokep terbaru, novel intercourse terlengkap, cerita dewasa terupdate, cerita abg mau mesum terbaik, cerita ML terpopuler, cerita download bokep jepang terselubung, cerita xxx terhot, cerita ml jav perawan di perkosa, cerita mahasiswa porno memek janda masih sempit binal | Nama saya adalah Angga. Umurku sekarang 35 tahun dan berat badan 60kg serta kulitku berwarna sedikit hitam. Kini aku tinggal bersama seorang istri dengan three orang school girl di salah sati diajarin ibu ml kota Kabupaten Sulsel, yang masih perawan bestatus kontrakan.

Cerita Intercourse Baru ML Sensasi Dengan Tante gatal On-line
cerita dewasa, cerita dewasa 2016, cerita dewasa terbaru, cerita dewasa igo, cerita dewasa igo terbaru, cerita dewasa igo bugil, cerita dewasa igo 2016
Ilustrasi Foto tante pamer memek Semi Tante gatal Sange Lagi Bugil di Kasur

Novel Seks – Aku menikah dengan seorang gadis dari suku lain di sulsel th. 1990 atas dasar kemauan orangtua kami. Meskipun pernikahanku tidak didasari rasa cinta yang mendalam, namun sebagai pria regular yang bernafsu tinggi, penyaluran sexku adalah utama, yang terbukti dengan lahirnya three orang school girl dari rahim istriku itu.

Cerita Intercourse Selingkuh, Cerita Abg mau mesum HOT, Cerita Intercourse Tante gatal, Cerita ML Tante gatal, Cerita Ngesex Tante gatal.

Ceritanya berawal ketika aku mengirim cerita mahasiswa porno yang tidak sepenuhnya benar ke salah satu situs porn cerita mahasiswa porno sekitar Bulan Juni tahun lalu. Dalam cerita itu, aku sengaja memaparkan kondisi kehidupan rumah tanggaku yang kurang stabil, terutama dari segi keuangan.

Aku paparkan bahwa kami tidak mempunyai apa-apa kecuali hanya istri dan three orang school girl serta modal ketahanan dalam melakukan hubungan intercourse. Malah aku tawarkan diri kepada wanita siapa saja yang berminat untuk menyewa modalku itu dengan rupiah untuk mencukupi kebutuhan hidupku bersama keluargaku, apalagi waktu itu aku memang sedikit terlilit hutang pada orang lain.

Dalam iklan mahasiswa porno yang kukirim tersebut, aku muat juga syarat-syaratnya antara lain bebas umur dan standing (boleh yang bersuami asal dijamin aman), siap menyewa tempat/penginapan khusus, siap disetubuhi dengan gaya dan posisi apa saja, siap membayar sejumlah uang jika ia betul-betul mengalami kepuasan batin, siap mencukur rambut khasnya jika memang agak lebat. Sebaliknya aku berjanji untuk menjilati seluruh tubuhnya dan menggauli sesuai kebutuhannya. Boleh saja menawar sebelum hari H-nya.

Pada mulanya aku tidak yakin iklanku itu akan mendapat tanggapan, apalagi biasanya si wanitalah yang seharusnya disewa untuk itu. Namun rejekipun datang. Hanya berselang four hari setelah iklan mahasiswa porno itu saya umumkan melalui salah satu situs porn cerita mahasiswa porno, eh ternyata ada responnya, malah 2 wanita lagi.

Aku betul-betul gembira dan bahagia sekaligus jadi tantangan buatku karena aku tidak terlalu yakin sebelumnya dan belum punya persiapan untuk itu. Tapi aku berfikir bahwa sudah terlanjur basah, apa boleh buat harus saya sambut dengan senang hati, apalagi modal intercourse yang kumiliki tidak kurang sedikitpun. Hanya saja tidak berlebihan sesuai yang mungkin dibayangkan oleh para pembacanya.

Respon e-mail yang pertama kali kuterima berinisial Tia_.. @yahoo.com dan saat itu pula saya baca dan membalasnya. Isi emailnya singkat sekali. Ia hanya menulis kalau dirinya tertarik dengan tawaranku dan ingin menyewa dan membelinya sekaligus serta ia minta aku menjawab dan menerangkan ciri-ciri kepribadianku jika aku betul-betul serius.

Sedang ia sendiri tidak menyebutkan apa-apa soal dirinya kecuali alamat e-mail. Besok malamnya saya buka kembali emailku, ternyata berisi dengan nama Tia lagi. Kali ini, sudah agak panjang. Setelah saya baca, aku tahu kalau dia tinggal dalam kotaku, meskipun ia menolak untuk memberitahu alamat rumah dan nomor telponnya.

Tapi ia menulis kalau dia adalah Kepala bidang tata usaha di salah satu instansi swasta. Umurnya sudah kepala 5 tapi gairah sexnya masih perawan agak tinggi. Suaminya agak lebih tua sedikit dari dirinya tapi tremendous sibuk dengan pekerjaannya di luar rumah selaku wiraswastawan, sehingga hubungannya di atas ranjang tidak rutin dan tidak teratur sesuai yang ia inginkan.

Setelah yakain kalau ia betul-betul serius, akupun lalu membalas saat itu pula dan mengutarakan kembali keadaan ekonomi rumah tanggaku yang sebenarnya dan juga sedikit hubunganku dengan istri di atas ranjang. Malah aku minta agar mengirim photograph dan no. HP-nya serta menyebutkan tempat pertemuannya nanti.

Sayapun minta agar ia bersumpah dan berjanji untuk menerima akibatnya jika ia hanya mempermainkanku, sebagaimana pula saya siap lakukan (menulis sumpah). Besok malamnya saya kembali buka emailku dan ternyata nama Tia kembali muncul.

Setelah saya buka isinya, ternyata Tia sudah melakukan persiapan akhir. Ia menyebutkan penginapan tempat kami ketemu nanti, warna pakaian yang dikenakannya serta hari H-nya. Tinggal menunggu persetujuanku lewat e-mail saja.

Entah pengaruh dari mana sehingga aku mulai sedikit gemetar bercampur bahagia, ragu, takut, bimbang dan bersemangat silih berganti sejak saya menerima putusan terakhirnya itu. Bahkan mataku yang tadinya mudah sekali tertidur, tiba-tiba rasa ngantukku sulit sekali dan gairahku untuk cepat-cepat bobo bersama istri semakin menurun. Mungkin karena peristiwa yang kami hadapi betul-betul istimewa dan luar biasa bersejarah atau karena takut dan malu kalau-kalau kami kepergok nanti oleh teman atau kenalan lainnya, apalagi suami Tia atau keluarganya ataupun karena takut dipermainkan.

Yang jelas kenyataan itulah yang saya rasakan saat itu. Sedang mengenai gairah sexku terhadap istri memang sengaja kukurangi sebagai persiapan untuk bertarung dengan wanita yang belum kukenal nama, wajah dan gambarannya sama sekali. Bahkan kemampuannya di atas ranjang bisa-bisa saya KO jika kurang persiapan, sehingga dapat mengecewakan kami berdua seumur hidup.

Hari itu hari Sabtu sesuai jadwal yang ia tetapkan, saya bangun cepat sekali yakni sekitar jam 5.00 subuh padahal mataku larut malam baru tertidur. Paling lambat Jam 7.30 pagi, saya sudah harus menunggu di penginapan yang dimaksud karena jadwalnya jam eight.00 pagi, tapi saya tidak mau ia perhatikan lebih dahulu.

Karena itu, istriku masih perawan dalam keadaan tidur nyenyak, aku sudah selesai mandi lalu berpakaian yang sedikit rapi dan menyemprotkan farfum. Waktu itu saya mengenakan baju kaos warna ungu dengan celana panjang warna hitam lalu memasukkan ke dalam tas pakaianku 1 pasang pakaian lagi sebagai persiapan bermalam. Belum saya selesai menutup tasku, istriku tiba-tiba menegur.

“Kok cepat sekali persiapan berangkatnya pa’, tidak seperti biasanya?” katanya terheran, sebab malamnya aku memang sudah buat alasan kalau aku mau ketemu orang tua yang tinggal di suatu desa yang agak jauh dari kotaku. Biasanya jam eight.00 pagi baru ada mobil berangkat ke sana.

“Kebetulan ma’ saya mau singgah dulu di rumah teman karena katanya ia juga mau ikut jalan-jalan ke kampung, siapa tahu terlambat ke sana, khan bisa ketinggalan mobil” alasanku berbohong tapi masuk akal.

Jam 7.00 pagi itu, saya naik becak berangkat ke penginapan tersebut dengan jantung berdebar bercampur takut dan gembira. Jam 7.25 saya sudah masuk ke penginapan itu. Sebelum masuk, saya lihat-lihat dulu kiri kanan kalau-kalau ada wanita agak gemuk mengenakan baju warna abu-abu dengan celana warna biru sesuai informasinya lewat e-mail.

Saya sendiri sengaja tidak menyampaikan ciri-ciri pakaian yang kukenakan biar sama-sama sibuk dan bingung mencarinya. Beberapa wanita yang lalu lalang keluar masuk penginapan itu, bahkan banyak yang berdiri di depan costumer servicenya, tapi belum satupun wanita yang kulihat sesuai ciri-ciri yang telah disampaikannya.

Aku mau tanya petugas penginapan, tapi aku tidak tahu nama yang akan kutanyakan dan saya juga semakin ragu jangan-jangan ia permainkan aku. Akhirnya saya beranikan diri saja bertanya ke salah satu petugasnya kalau-kalau ada tadi wanita yang agak gemuk dengan warna pakaian tersebut telah terdaftar sebagai tamu, namun jawabnya belum ada.

Saya mencoba mengamati semua wanita yang ada dalam ruang tamu, ternyata ada satu orang yang seolah memperhatikanku dari tadi sambil sedikit tersenyum. Tapi aku tidak yakin kalau wanita itu yang kucari, karena bentuk tubuh, rambut, warna baju dan celananya serta kulitnya tidak ada yang sesuai informasinya.

Aku semakin meragukan keseriusannya, apalagi jam dinding yang ada di ruang penginapan itu sudah menunjukkan pukul eight.05 pm. Dalam hatiku kalau sampai lewat 30 menit lagi ia belum juga muncul, aku akan pergi saja meninggalkan penginapan itu dan langsung ngentot sepulang sekolah kampung sesuai janjiku pada istri di rumah.

“De’ cari siapa? sejak tadi saya perhatikan, nampaknya ada yang dicari dan ditunggu yach?” kata seorang wanita yang sejak tadi memperhatikanku

“Oh, iya bu’, ada keluarga yang saya cari, katanya ia mau nginap di sini dan jam eight.00 ia sudah tiba di tempat ini, tapi kok sudah lewat jadwal, ia belum juga muncul,” alasanku mengaku sebagai keluarga.

“Mungkin ada halangannya de’ diperjalanan” ucapannya singkat.

“Yah mungkin juga atau ia sengaja membohongiku untuk menguji sejauh mana perhatianku padanya” kataku membenarkan.

“Tapi, kok ade’ ini nampaknya serius dan penting sekali seolah lama sekali tidak jumpa, emangnya ia dari mana de’?” tanya wanita itu seolah ingin tahu lebih banyak dan nampak penuh perhatian padaku.

“Iya betul, ia baru ngentot sepulang sekolah dari luar Sulawesi dan belum kukenal betul wajahnya, tapi informasinya melalui telpon katanya ia datang sekitar jam eight.00 pagi di penginapan ini dengan perawakan agak gemuk, pakaian berwarna abu-abu-hitam serta rambut panjang,” jelasku menyinggung tanda-tanda yang diberikan oleh wanita yang kutunggu itu.

“Oh yah, diajarin ibu ml ini petugas atau tamu penginapan ini?” tanya aku serius.

“Sama dengan ade’, aku juga menunggu seseorang yang sama sekali belum kukenal nama, alamat, bodi dan wajahnya,” jawabnya sedikit tertawa.

“Jangan-jangan diajarin ibu ml..” tanyaku namun mendadak putus, sebab ia juga tiba-tiba melontarkan kata-kata persis yang kuucapkan (serentak).

“Ha.. Ha.. Ha.., hello.. Hello.. Hello” kami ketawa bersama-sama sambil saling menunjuk karena kami saling yakin kalau apa yang kami cari ternyata sudah dari tadi ketemu, namun berbeda dengan tanda-tandanya.

Setelah kami puas tertawa, bahkan saling menunjuk, akhirnya kami sama-sama terdiam sejenak lalu tersenyum sambil saling menatap dengan tatapan yang tajam sekali dan agak lama. Dalam hatiku ternyata wanita ini kelihatannya masih perawan muda, tatne cantik dan jauh beda apa yang kubayangkan. Setelah puas saling tatap, saya tawarkan untuk memesan kamar secepatnya biar nanti dalam kamar baru cerita dan saling tatap sepuasnya.

“Ayo, ikut aku ke sini” katanya tiba-tiba sambil menarik tanganku dan membawaku naik ke atas terus masuk ke salah satu kamar yang terletak di sudut penginapan itu.

Aku ikut saja tanpa kata-kata dan tanpa pikir panjang. Setelah kami berada dalam kamar, ia terus menutup pintunya lalu duduk di tepi sebuah rosban yang agak kecil dan sederhana, bahkan kasurnya biasa-biasa saja, lagi pula cuma satu tempat tidur. Dalam hati kecilku mungkin dari tadi ia sudah pesan khusus ruangan ini dan ia nampaknya sudah tahu keadaan penginapan ini.

“Ayo, dekat sini donk, jangan malu-malu, kita khan sudah sepakat dan sama-sama tahu apa tujuan kita kesini, lagi pula tidak ada orang lain yang memperhatikan dan melarang kita berbuat apa saja dalam kamar ini, karena kita sudah carter, sudah halal.. Ha.. Ha.. Ha” katanya sambil ketawa, karena aku masih perawan berdiri mengamati gambar-gambar yang tertempel dalam kamar itu.

Tanpa sepata katapun, aku ikut bagaikan kerbau yang dicocok hidungnya. Terus duduk persis di sampingnya lalu saling menatap lagi sambil tersenyum, tapi tiba-tiba tangannya merangkul di leherku dan memelukku erat sekali dan mencium pipiku sejenak, lalu ia mundur ke tembok bersandar dengan kaki melonjong persis menyentuh pantatku.

“Bu’, .. Betul.. ” belum saya selesai bicara, ia langsung memotong,

“Aduuh, mulai saat ini saya mohon jangan lagi dipanggil diajarin ibu ml, panggil saja nama emailku ‘Tia’ oke?” katanya tegas.

“Okelah, bila itu permintaannya, tapi saya tadi mau bilang bahwa impian kita ini betul-betul bisa jadi kenyataan, padahal sebelumnya saya tak pernah yakin ada wanita yang mau mengubris iklanku.. Hello.. Hello,” kataku sambil ketawa dan gelengkan kepala.

“Kita liat aja nantilah, apa betul bisa kita buktikan sesuai komitmen kita semula atau hanya sekedar impian belaka, tapi yang penting kita ketemu dan saya cukup senang dan bahagia, sekalipun kau tidak mampu mewujudkan janjimu semula, aku tetap siap membayar sewanya sesuai tawaranmu di web. Oh yah, saya panggil apa anda sekarang?” katanya serius dan seolah ingin membesarkan semangatku.

“Terima kasih atas pengertiannya Bu’ eh.. Tia. Panggil saja aku Angga”.

“Oh yah, perlu nggak kita masuk kamar mandi lebih dahulu atau langsung aja ke inti permasalahannya,” tanya tia sambil turun dari rosban.

“Saya rasa tidak perlu, kita khan baru saja mandi di rumah, lagi pula parfum yang telah kita semprotkan ke tubuh kita dan diniatkan, nanti menghilang ha.. Ha,” jawabku sambil ketawa.

“Okelah kalau begitu, tapi bagaimana cara masuk ke inti permainan? Apa saya yang aktif atau anda atau sama-sama aja?” tanya Tia serius.

“Gantian atau bersamaan tidak ada masalah, yang penting kita coba saja, dan nanti dengan sendirinya akan dapat disesuaikan” kata saya sambil turun dari tempat tidur dan berdiri berhadap-hadapan. Mula-mula Tia melangkah 1 langkah ke depan sehingga bersentuhan antara ujung kakinya dengan ujung kakiku, lalu merangkulkan kedua tangannya ke leherku, lalu merapatkan badannya ke badanku, lalu mencium pipi, bibir dan leherku, sementara aku terdiam sejenak lalu memeluk pinggulnya dan menyambut bibirnya dengan bibirku, sehingga kami saling berpagutan dan saling merangkul erat hingga puas.

Setelah kami saling merangkul dan menjilati apa yang nikmat dijilat pada tubuh kami masing-masing, Tia lalu mengangkat baju kaos yang kupakai dan melepaskannya lewat kepalaku, lalu menjilati seluruh bagian tubuhku yang terbuka, mulai dari dahi sampai ke pusar. Bahkan ia terus melepaskan ikat pinggangku dan menurunkan retsletingku, lalu melorotkan celana panjangku hingga hanya celana coloration yang melekat di tubuhku.

Saya masih perawan terus diam menikmati apa yang diperbuat Tia padaku, meskipun tanganku tetap bergerak mengelus rambut dan telinga Tia. Tia nampaknya sangat pengalaman dalam hal merangsang laki-laki, sehingga nampak tidak kebingungan menghadapiku.
88888888888
“Ngga, maaf yah, untuk yang satu ini saya tidak berani tanpa malu. Boleh nggak saya lepasin juga biar aku lebih leluasa menjamah seluruhnya,” katanya sambil menengadah ke atas melihat wajahku karena ia dalam keadaan jongkok.

Saya hanya mengangguk tanpa bersuara. Lalu ia tarik ke bawah pelan-pelan dengan giginya sehingga nafas bahkan bibirnya terasa menyapu kontolku yang sejak tadi menegang hingga ke ujung kakiku bahkan seolah ia sengaja menjilatinya. Saat celana dalamku terlepas, ia terus menarikku duduk ke pinggir tempat tidur, lalu menarik kedua kakiku sambil membungkuk lalu menjilati jari-jarinya hingga terasa sedikit basah, geli bercampur nikmat. Aku betul-betul seolah seperti patung dan dipermainkan seenaknya, tapi dalam hatiku biarlah ia aktif duluan nanti sebentar giliranku setelah ia kecapean.

“Ahh.. Uhh.. Hhmm.. Ssstt.. ” lenguhku kegelian dan keenakan ketika lidahnya menyapu pokok pahaku. Pipinya terasa lengket ke tongkatku yang mulai berdenyut. Hangat sekali rasanya, apalagi nampaknya Tia sengaja menggerak-gerakkan pipinya agar aku bisa menikmatinya.

“Angga, enak nggak dijilatin buah pelernya? Tunggu saya jilatin batangnya, tenang saja, aku pasti memuaskanmu sebelum kamu berperan aktif” katanya sambil melihat wajahku.

“Iyah.. Yah Tia, eenak sekali sayang, tapi jangan lama-lama di situ yach, aku sedikit geli, pindah-pindah donk, biar kunikmati semua permainan lidahmu” kataku merayu agar ia tidak berhenti.

Aku tak berdaya menolak perlakuan Tia, ia tiba-tiba berdiri dan mendorongku ke belakang sehingga aku terbaring di atas tempat tidur dengan kaki tergantung ke bawah. Tia lalu memegang tongkatku dan menggocok-gocoknya sehingga terasa tambah besar dan keras serta berdenyut-denyut. Tia tak menggerakkan tangannya sejenak mungkin karena ia ingin menikmati denyutan batangku.

Setelah itu, Tia membungkuk lalu perlahan ia arahkan tongkatku ke dalam mulutnya lalu dimaju mundurkan mulutnya sehingga pinggulku bergerak ke kiri dan ke kanan sebagai tanda nikmatnya gerakan mulut dan lidah Tia yang berputar-purat di antara selangkanganku.

Aku hampir-hampir tidak mampu lagi menahan gejolak cairan yang terasa mulai memaksa mengalir melalui batang kemaluanku. Demikian hebatnya cara memainkan lidah dan mulut Tia terhadap kontolku, sehingga saya sering tidak bisa membedakan lubang memek perawan yang pernah dimasuki kontolku yang ukurannya regular itu.

“Ti.. Tia, gantian yach, rasanya jika aku diam terus bisa-bisa aku kalah KO ini. Aku yang harus bereaksi lagi dan Tia harus menerima serangan fajarku, masa saya terus yang diserang” pintaku pada Tia setelah aku mulai merasa mau KO ia perlakukan seperti itu.

Dalam hatiku, jika aku melayani terus permainan Tia, aku bisa malu dan ia merasa dikecewakan dari perkataanku dalam e-mail kalau aku bermodalkan ketahanan intercourse. Karena itu aku harus pakai akal dan tidak boleh terlalu serius menuruti aliran nafsuku.

Setelah aku berdiri dalam keadaan telanjang bulat, sementara Tia berdiri di depanku masih perawan berpakaian lengkap, aku lalu membuka kancing baju Tia satu persatu hingga nampak BHnya yang berwarna putih dan tidak kutahu ukurannya tapi tampaknya sedang-sedang saja. Aku tidak bermain-main lagi dengan BHnya, melainkan aku langsung saja membuka kaitnya dari belakang sehingga aku sempat memeluk dan mencium bibirnya sejenak.

Setelah lepas, aku langsung memainkan mulut dan lidahku pada puting susunya yang sedikit padat dan empuk serta terasa agak hangat. Mungkin karena sejak tadi Tia juga teramgsang, sehingga belum lama aku pegang dan isap putingnya, ada terasa manis keluar dari dalamnya. Putingnya indah sekali, warna agak merah kecoklatan tertancap di kedua buah kembar yang putih bersih. Ingin rasanya kutelan semuanya seperti kue Fawa dan seperti bola karet yang digigit sedikit melenting.

“Ngga, silahkan aja beraksi sesuai keinginanmu, aku siap terima semuanya,” katanya terus terang.

Setelah puas memainkan mulutku di bukit kembarnya itu, lalu kujilati seluruh tubuhnya hingga ke pusar, lalu kubuka kait dan restelin celananya hingga terlepas dari tubuhnya. Tinggallah saat ini celana dalam tipisnya yang berwarna kuning dengan pinggiran yang berbunga-bunga. Aku berlutut mencium dan menjilat sejenak kedua bibir memeknya dalam keadaan terbungkus.

Tapi rasanya sudah basah dan terasa bau khasnya. Mungkin air mazi alias pelicinnya yang keluar sejak tadi. Aku langsung buka saja hingga ia betul-betul telanjang bulat. Setelah kelihatan semua, nampak bulu-bulunya yang baru dicukur sesuai saranku lewat e-mail. Tapi justru duri-durinya yang agak kasar itu membuatku semakin terangsang. Tanpa persetujuannya, aku langsung dorong tubuhnya ke belakang hingga ia duduk di tepi rosban. Ia mengerti keinginanku.

Tanpa aba-aba, kedua pahanya sedikit terbuka sehingga kelentitnya yang sedikit hitam tapi masih perawan indah dan keras serta sedikit mengkilap karena basah itu jelas kelihatan. Bersamaan itu pula ia rebahkan tubuhnya ke kasur dengan kaki terjulang ke bawah. Aku semakin leluasa menjamahnya. Aku menindih tubuhnya yang telanjang, mencium bibir, mulut dan kedua bibir memek perawan serta kelentitnya, sehingga ia berdesis-desis.

“Ngga, aku sudah nggak tahan nih, percepat dikit mainnya, biar cepat selesai ronde pertama, khan masih perawan ada ronde berikutnya, jika perlu kita bermalam di sini aja,” Bisiknya ketika dengan lincah memainkan lidahku ke dalam lubang memeknya. Ketika kugigit sedikit kelentitnya, ia bergoyang seperti goyangan dangdutnya Inul Daratista sewaktu di panggung.

“Tenang aja sayang, aku pasti memuaskanmu sesuai janjiku. Jika tidak, kamu pasti tidak mau lagi berhubungan intercourse denganku yah khan?” kataku sambil diam sejenak dan tetap menindih tubuhnya.

“Ayo Ngga, masukin cepat kontolmu itu, aku dari tadi merindukan gerakannya dalam memekku.. Hhmm.. Auhh.. Sstt,” pintanya sambil melenguh dan mengangkat pinggulnya sampai menyentuh ujung kontolku.

Tanpa kuarahkan dan kubuka kedua bibir memeknya, ujung kontolku sudah menancap ke lubang memeknya yang basah, sehingga desahan nafasnya sulit ia sembunyikan. Kontolku masuk ke lubangnya secara perlahan tanpa aku menekannya. Sedikit demi sedikit bergerak masuk hingga hampir amblas semuanya. Itu terjadi karena Tia mengangkat tinggi-tinggi sambil menggoyang pantatnya ke kiri dan ke kanan, apalagi ia melingkarkan kedua kakinya ke pinggangku.

Karena aku sendiri sudah tidak tahan berlama-lama, maka secara otomatis pula aku menekan agak keras sehingga batangku amblas seluruhnya dan terdengar suara aneh ‘decik.. Decakk.. Decukk..’ silih berganti dengan suara nafas kami yang terputus putus.

“Uhh.. Aahh.. Hhmm.. Auhh.. Aihh.. Ssstt.. Eee.. Naakk sekali sayang, gocok teruss..” suara Tia terdengar ketika kupercepat gerakan maju mundurku.

Rasanya mulai ada kembali desakan cairan hangat dari dalam, namun saya tidak tahu apa hal seperti itu juga dirasakan oleh Tia. Tapi yang jelas tangan Tia selalu bergerak menarik rambut dan pinggangku seolah ia tidak mampu lagi menunggu puncak permainan kami.

Untung saja cairanku tertahan karena Tia tiba-tiba menarik tubuhku naik ke ranjang lalu memutar badannya sehingga aku terpaksa tinggal di bawahnya. Dengan gesitnya berputar tanpa melepas ujung kontolku dari memeknya, ia lalu jongkok dan menghentak pantatnya naik turun.

Kontolku sedikit perih dijepitnya namun nikmatnya lebih besar. Ketika ia memutar pinggulnya seperti joget ngebornya Inul, aku semakin sulit pertahankan lagi modal intercourse yang kujanjikan. Kami sama-sama basah kuyub akibat keringat.

Bukit kembar Tia bergerak indah sekali ketika ia terengah-engah bagai orang naik kuda lumping. Gerakannya cepat sekali, lalu tiba-tiba ia balikkan tubuhnya sampai aku kembali di atas mengangkanginya tanpa melepaskan sedikitpun kontolku dari memeknya.

Aku berusaha menyelesaikan permainan dalam posisi ini. Kupercepat gerakanku dan kuangkat kedua kakinya bersandar ke bahuku lalu kukocok terus memeknya hingga ia berteriak sedikit histeris. Bersamaan dengan itu pula aku merasakan cairan hangat yang sejak tadi mau keluar sudah berada dekat ujung kontolku.

Tiapun terasa agak gemetaran dan merangkulku dengan keras dan sempat menggigit leherku. Aku tahu kalau ia sudah dipuncak orgasme. Aku berusaha menumpahkan spermaku secara bersamaan dalam rahimnya, sebab kutahu persis wanita yang mau mencapai orgasme. Ternyata betul, aku berhasil dan aku tidak takut akan akibatnya karena Tia punya suami dan tidak bakal timbul kecurigaan jika ia hamil lagi setelah beberapa kali melahirkan.

Tanpa sepata katapun, kami saling menatap dan tersenyum, lalu tergeletak di kasur dengan telanjang bulat. Kami tidur pulas sekali. Mungkin karena capek dan puas, apalagi beberapa malam sebelumnya aku kurang tidur. Kami terbangun ketika jam 5.00 tanpa ada rasa lapar padahal kami foremost sejak jam 9.00 sampai jam 12.00 tadi.

Kami hanya pesan makanan melalui petugas penginapan sebab kami takut keluar kamar nantia ada yang kenal kami. Kami sepakat bermalam saja, lagi pula suami Tia lagi keluar kota mengurus bisnisnya dan anak-anaknya tinggal bersama pembantu di rumah dengan alasan ia mau tugas keluar kota bersama dengan pimpinan kantor. Bacaan intercourse prime: Cerita Dewasa Terpesona Akan Kegantengan Dosenku

Usai mandi, kami lalu menyantap makanan yang telah kami pesan sebelum mandi. Usai makan, kami kembali bertarung dengan posisi dan mannequin intercourse macam-macam sesuai pengalaman kami masing-masing hingga larut malam lalu kami tertidur dan bangun lagi melanjutkan dengan sisa-sisa modal kekuatan yang masih perawan kami miliki masing-masing.

Pembaca yang budiman, tidak sempat kuceritakan secara rinci posisi dan mannequin intercourse yang kami terapkan sepanjang malam itu, malah sewaktu di kamar mandi, karena rasanya cerita ini sudah terlalu panjang. Aku berusaha lanjutkan lain waktu, termasuk wanita kedua yang juga berminat menyewa modalku.

Bahkan ceritanya lebih seru lagi, karena umurnya di atas 60 tahun dan memeknya tidak berbulu sama sekali. Aku tidak perlu cerita berapa sewa yang kuterima, tapi yang jelas lebih dari yang kuperkirakan, bahkan aku justru ketagihan, sehingga tanpa dibayarpun rasanya aku rela dan memang beberapa kali kami lakukan tanpa minta sewa modal. - Situs foto bugil dewasa intercourse on-line terlengkap, novel intercourse terupdate, novel intercourse dewasa, novel xxx bokep terbaru, novel cerita scorching, novel cerita download bokep jepang, novel cerita mahasiswa porno, novel abg mau mesum, novel jav ml, novel tante ml selingkuh, novel memek janda masih sempit hypersex, novel intercourse terpanas, novel perawan di perkosa suka bugil.

Cerita Intercourse / Cerita Dewasa / Cerita Abg mau mesum / Cerita Panas / Cerita Abg porno / Cerita Download bokep hd / Cerita Intercourse Tante gatal / Cerita Intercourse ABG / Cerita Intercourse download bokep janda cantik / Cerita Intercourse Abg masih perawan / Cerita HOT / Kisah Intercourse / Intercourse Bergambar / Foto tante pamer memek Seks

VIDEO BOKEP TERBARU LAINNYA:

Related Search

author
Author: 

    Leave a reply "Cerita Dewasa Sensasi Ngentot Dengan Tante Online"