Cerita Dewasa Terhot Lenguhan Emy Karyawan Baru

No comment 6 views
Cerita Dewasa Terhot Lenguhan Emy Karyawan Baru – Cerita ML terhot, Sebelumnya kisah intercourse yang pernah saya publish ialah Cerita Dewasa IGO Membalas Kenikmatan Pada Tanteku. Cerita intercourse bokep perawan terbaru, novel intercourse terlengkap, cerita dewasa terupdate, cerita skandal mesum terbaik, cerita ML terpopuler, cerita download bokep hd terselubung, cerita xxx terhot, cerita ml mahasiswa abg masih perawan, cerita abg porno janda di perkosa binal | Emy yg masih sempit berusia 24th tidak menyadari bahayanya bekerja sebagai kasir di sebuah toko serba ada di Jakarta. Dengan semangat dan keinginan untuk mandiri membuat dirinya tidak mempedulikan nasehat orang tuanya yg merasa risau melihat putriya sering mendapat giliran jaga dari malam hingga pagi. Emy lebih memilih bekerja pada shift tersebut, karena dari saat tengah malam sampai pagi, jarang sekali ada pembeli, sehingga Emy bisa belajar untuk kuliahnya siang nanti.

Cerita Intercourse 2016 Terhot Lenguhan Emy Karyawan Baru
Cerita, Dewasa, Terhot, Lenguhan, Emy, Karyawan, Baru, cerita semi, cerita sex, cerita ngentot, cerita dewasa, cerita ngesex, cerita bokep, cerita porno
Ilustrasi Foto artis bugil Syur Karyawan Iflm bokep abg cantik Scorching Seksi

Novel Seks – Sampai akhirnya pada suatu malam, Emy mendapati dirinya ditodong oleh sepucuk pistol tepat di depan matanya. Yg berambut Pendek, dan yg satu lagi berkumis tebal. Mereka berdua, menerobos masuk membuat Emy yg sedang berkonsentrasi pada bukunya terkejut.

Koleksi Cerita Intercourse Perkosaan, Cerita Intercourse Gangbang, Cerita Intercourse Threesome, Cerita Dewasa Bergambar, Cerita Entot Terhot, Cerita Panas Terkini.

“Keluarin uangnya!” perintah si Pendek, sementara si Kumis memutuskan semua kabel viudeo bokep terlari dan telepon yg ada di toko itu. Tangan Emy gemetar berusaha membuka laci kasir yg ada di depannya, saking takutnya kunci itu sampai terjatuh beberapa kali. Setelah beberapa saat, Emy berhasil membuka laci itu dan memberikan semua uang yg ada di dalamnya, sebanyak 100 ribu kepada si Pendek.

Emy tidak diperkenankan menyimpan uang lebih dari 100 ribu di laci tersebut. Karena itu setiap kelebihannya langsung dimasukan ke lemari besi. Setelah si Pendek merampas uang itu, Emy langsung mundur ke belakang, ia sangat ketakutan kakinya lemas, hampir jatuh.

“Masa cuma segini?!” bentak si Pendek.

“Buka lemari besinya! Sekarang!” Mereka berdua menggiring Emy masuk ke kantor manajernya dan mendorongnya hingga jatuh berlutut di hadapan lemari besi. Emy mulai menangis, ia tidak tahu nomor kombinasi lemari besi itu, ia hanya menyelipkan uang masuk ke dalam lemari besi melalui celah pintunya.

“Cepat!” bentak si Kumis, Emy merasakan pistol menempel di belakang kepalanya. Emy berusaha untuk menjelaskan kalau ia tidak mengetahui nomor lemari besi itu. Untunglah, melihat mata Emy yg ketakutan, mereka berdua percaya.

“Brengsek! Nggak sebanding sama resikonya! Iket dia, biar dia nggak bisa manggil polisi!” Emy di dudukkan di kursi manajernya dengan tangan diikat ke belakang. Kemudian kedua kaki Emy juga diikat ke kaki kursi yg ia duduki. si Kumis kemudian mengambil plester dan menempelkannya ke mulut Emy.

“Beres! Ayo cabut!”

“Tunggu! Tunggu dulu cing! Liat dia, dia boleh juga ya?!”

“Cepetan! Ntar ada yg tau! Kita cuma dapet 100 ribu, cepetan!”

“Gue pengen liat bentar aja!”

Mata Emy terbelalak ketika si Pendek mendekat dan menarik t-shirt merah muda yg ia kenakan. Dengan satu tarikan keras, t-shirt itu robek membuat BH-nya terlihat. Payudara Emy yg berukuran sedang, bergoyg-goyg karena Emy meronta-ronta dalam ikatannya.

“Wow, oke banget!” si Pendek berseru kagum.

“Oke, sekarang kita pergi!” ajak si Kumis, tidak begitu tertarik pada Emy karena sibuk mengawasi keadaan depan toko.

Tp si Pendek tidak peduli, ia sekarang meraba-raba puting susu Emy lewat BH-nya, setelah itu ia memasukkan jarinya ke belahan payudara Emy. Dan tiba-tiba, dengan satu tarikan BH Emy ditariknya, tubuh Emy ikut tertarik ke depan, tp akhirnya tali BH Emy terputus dan sekarang payudara Emy bergoyg bebas tanpa ditutupi selembar benangpun.

“Jangan!” teriak Emy. Tp yg tedengar cuma suara gumaman. Terasa oleh Emy mulut si Pendek menghisapi puting susunya pertama yg kiri lalu sekarang pindah ke kanan. Kemudian Emy menjerit ketika si Pendek mengigit puting susunya.

“Diem! Jangan berisik!” si Pendek menampar Emy, hingga berkunang-kunang. Emy hanya bisa menangis.

“Gue bilang diem!”, sembari berkata itu si Pendek menampar buah dada Emy, sampai sebuah cap tangan berwarna merah terbentuk di payudara kiri Emy. Kemudian si Pendek bergeser dan menampar uang sebelah kanan. Emy terus menjerit-jerit dengan mulut diplester, sementara si Pendek terus memukuli buah dada Emy sampai akhirnya bulatan buah dada Emy berwarna merah.

“Ayo, cepetan cing!”, si Kumis menarik tangan si Pendek.

“Kita musti cepet minggat dari sini!” Emy bersyukur ketika melihat si Pendek diseret keluar ruangan oleh si Kumis. Payudaranya terasa sangat sakit, tp Emy bersyukur ia masih sempit hidup. Melihat sekelilingnya, Emy berusaha menemukan sesuatu untuk membebaskan dirinya. Di meja ada gunting, tp ia tidak bisa bergerak sama sekali.

“Hey, Emon! Tokonya kosong!”

“Masa, cepetan ambil permen!”

“Goblok lo, ambil bir tolol!”

Tubuh Emy menegang, mendengar suara beberapa anak-anak di bagian depan toko. Dari suaranya ia mengetahui bahwa itu adalah anak-anak berandal yg ada di lingkungan itu. Mereka baru berusia sekitar 12 sampai 15 tahun. Emy mengeluarkan suara minta tolong.

“sstt! Lo denger nggak?!”

“Cepet kembaliin semua!”

“Lari, lari! Kita ketauan!”

Tiba-tiba salah seorang dari mereka menjengukkan kepalanya ke dalam kantor manajer. Ia terperangah melihat Emy, terikat di kursi, dengan t-shirt robek membuat buah dadanya mengacung ke arahnya.

“Buset!” berandal itu tampak terkejut sekali, tp sesaat kemudian ia menyeringai

“Hei, liat nih! Ada kejutan!”

Emy berusaha menjelaskan pada mereka, menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia berusaha menjelaskan bahwa dirinya baru saja dirampok. Ia berusaha minta tolong agar mereka memanggil polisi. Ia berusaha memohon agar mereka melepaskan dirinya dan menutupi dadanya. Tp yg keluar hanya suara gumanan karena mulutnya masih sempit tertutup plester.

Satu demi satu berandalan itu masuk ke dalam kantor. Satu, kemudian dua, lalu tiga. Empat. Lima! Lima wajah-wajah dengan senyum menyeringai sekarang mengamati tubuh Emy, yg terus meronta-ronta berusaha menutupi tubuhnya dari pandangan mereka. Berandalan, yg berusia sekitar 15 tahun itu terkagum-kagum dengan penemuan mereka.

“Gila! Bokep indo nih!”

“Dia telanjang!”

“Tu liat susunya! susu!”

“Mana, mana gue pengen liat!”

“Gue pengen pegang!”

“Pasti alus tuh!”

“Bawahnya kayak apa ya?!”

Mereka semua berkomentar bersamaan, kegirangan menemukan Emy yg sudah terikat erat. Kelima berandal itu maju dan merubung Emy, tangan-tangan meraih tubuh Emy. Emy tidak tahu lagi, milik siapa tanga-tangan tersebut, semuanya berebutan mengelus pinggangnya, meremas buah dadanya, menjambak rambutnya, seseorang menjepit dan menarik-narik puting susunya. Kemudian, salah satu dari mereka menjilati pipinya dan memasukan ujung lidahnya ke lubang telinga Emy.

“Ayo, kita lepasin dia dari kursi!” Mereka melepaskan ikatan pada kaki Emy, tp dengan tangan masih sempit terikat di belakang, sambil terus meraba dan meremas tubuh Emy.

Melihat ruangan kantor itu terlalu kecil mereka menyeret Emy keluar menuju bagian depan toko. Emy meronta-ronta ketika merasa ada yg berusaha melepaskan kancing jeansnya. Mereka menarik-narik denims Emy sampai akhirnya turun sampai ke lutut.
Cerita Intercourse TOP : Terbuai Bujukan Wanita Pemandu

Emy terus meronta-ronta, dan akhirnya mereka berenam jatuh tersungkur ke lantai. Sebelum Emy sempat membalikkan badannya, tiba-tiba terdengar suara lecutan, dan sesaat kemudian Emy merasakan sakit yg amat sangat di pantatnya. Emy melihat salah seorang berandal tadi memegang sebuah ikat pinggang kulit dan bersiap-siap mengayunkannya lagi ke pantatnya!

“Bangun! Bangun!” ia berteriak, kemudian mengayunkan lagi ikat pinggangnya. Sebuah garis merah timbul di pantat Emy. Emy berusaha berguling melindungi pantatnya yg terasa sakit sekali. Tp berandal tadi tidak peduli, ia kembali mengayunkan ikat pinggang tadi yg sekarang menghajar perut Emy.

“Bangun! naik ke sini!” berandal tadi menyapu barang-barang yg ada di atas meja layan hingga berjatuhan ke lantai. Emy berusaha bangun tp tidak berhasil. Lagi, sebuah pukulan menghajar buah dadanya. Emy berguling dan berusaha berdiri dan berhasil berlutut dan berdiri. Berandal tadi memberikan ikat pinggang tadi kepada temannya.

“Kalo dia gerak, pukul aja!”

Langsung saja Emy mendapat pukulan di pantatnya. Berandal-berandal yg lain tertawa dan bersorak. Mereka lalu mendorong dan menarik tubuhnya, membuat ia bergerak-gerak sehingga mereka punya alasan lagi buat memukulnya. Berandal yg pertama tadi kembali dengan membawa segulung plester besar. Ia mendorong Emy hingga berbaring telentang di atas meja.

Pertama ia melepaskan tangan Emy kemudian langsung mengikatnya dengan plester di sudut-sudut meja, tangan Emy sekarang terikat erat dengan plester sampai ke kaki meja. Selanjutnya ia melepaskan sepatu, denims dan celana dalam Emy dan mengikatkan kaki-kaki Emy ke kaki-kaki meja lainnya. Sekarang Emy berbaring telentang, telanjang bulat dengan tangan dan kaki terbuka lebar menyerupai huruf X.

“Waktu Pesta!” berandal tadi lalu menurunkan celana dan celana dalamnya. Mata Emy terbelalak melihat k0ntolnya menggantung, setengah keras sepanjang 20 senti. Berandal tadi memegang pinggul Emy dan menariknya hingga mendekati pinggir meja. Kemudian ia menggosok-gosok k0ntolnya hingga berdiri mengacung tegang.

“Waktunya masuk!” ia bersorak sementara teman-teman lainnya bersorak dan tertawa. Dengan satu dorongan keras, k0ntolnya masuk ke mEmEk Emy. Emy melolong kesakitan. Air mata meleleh turun, sementara berandal tadi mulai bergerak keluar masuk. Temannya naik ke atas meja, menduduki dada Emy, membuat Emy sulit bernafas.

Kemudian ia melepaskan celananya, mengeluarkan k0ntolnya dari celana dalamnya. Plester di mulut Emy ditariknya hingga lepas. Emy berusaha berteriak, tp mulutnya langsung dimasuki oleh k0ntol berandal yg ada di atasnya. Langsung saja, k0ntol tadi mengeras dan membesar bersamaan dengan keluar masuknya k0ntol tadi di mulut Emy.

Pandangan Emy berkunang-kunang dan merasa akan pingsan, ketika tiba-tiba mulutnya dipenuhi cairan kental, yg terasa asin dan pahit. Semprotan demi semprotan masuk, tanpa bisa dimuntahkan oleh Emy. Emy terus menelan cairan tadi agar bisa terus mengambil nafas.

Berandal yg duduk di atas dada Emy turun ketika kemudian, berandal yg sedang meperkosanya di pinggir meja bergerak makin cepat. Ia memukuli perut Emy, membuat Emy mengejang dan mEmEknya berkontraksi menjepit k0ntolnya. Ia kemudian memegang buah dada Emy sambil terus bergerak makin cepat, ia mengerang-erang mendekati klimaks.

Tangannya meremas dan menarik buah dada Emy ketika tubuhnya bergetar dan sperma pun menyemprot keluar, terus-menerus mengalir masuk di mEmEk Emy. Sementara itu berandal yg lainnya berdiri di samping meja dan melakukan abg hot masturbasi, ketika pimpinan mereka mencapai puncaknya mereka juga mengalami ejakulasi bersamaan. Sperma mereka menyemprot keluar dan jatuh di muka, rambut dan dada Emy.

Emy tidak tahu apa yg terjadi selanjutnya, ketika tahu-tahu ia kembali sendirian di toko tadi, masih sempit terikat erat di atas meja. Ia tersadar ketika menyadari dirinya terlihat jelas, jika ada orang lewat di depan tokonya. Emy meronta-ronta membuat buah dadanya bergoyg-goyg. Ia menangis dan meronta berusaha melepaskan diri dari plester yg mengikatnya. Setelah beberapa lama mencoba Emy berhasil melepaskan tangan kanannya. Kemudian ia melepaskan tangan kirinya, kaki kanannya. Tinggal satu lagi.

“Wah, wah, wah!” terdengar suara laki-laki di pintu depan. Emy terkejut dan berusaha menutupi dada dan mEmEknya dengan kedua tangannya.

“Tolong saya!” ratap Emy.

“Tolong saya Pak! Toko saya dirampok, saya diikat dan dipaksa ngentot! Tolong saya Pak, panggilkan polisi!”

“Nama lu Emy kan?” tanya laki-laki tadi.

“Bagaimana bapak tahu nama saya?” Emy bingung dan takut.

“Gue Emon. Orang yg kerjaannya di toko ini lo rebut!”.

“Saya tidak merebut pekerjaan bapak. Saya tahu dari iklan di koran. Saya betul-betul tidak tahu pak! Tolong saya pak!”.

“Gara-gara lo ngelamar ke sini gue jadi dipecat! Gue nggak heran lo diterima kalo liat bodi lo”.

Emy kembali merasa ketakutan melihat Emon, seseorang yg belum pernah dilihat dan dikenalnya tp sudah membencinya. Emy kembali berusaha melepaskan ikatan di kaki kirinya, membuat Raoy naik pitam. Ia menyambar tangan Emy dan menekuknya ke belakang dan kembali diikatnya dengan plester, dan plester itu terus dilitkan sampai mengikat ke bahu, hingga Emy betul-betul terikat erat. Ikatan itu membuat Emy kesakitan, ia menggeliat dan buah dadanya semakin membusung keluar.

“Lepaskan! Sakit! aduuhh! Saya tidak memecat bapak! Kenapa saya diikat?”

“Gue tadinya mau ngerampok nih toko, cuma kayaknya gue udah keduluan. Jadi gue rusak aja deh nih toko”.

Ia kemudian melepaskan ikatan kaki Emy sehingga sekarang Emy duduk di pinggir meja dengan tangan terikat di belakang. Kemudian diikatnya lagi dengan plester.

Kemudian Emon mulai menghancurkan isi toko itu, etalase dipecahnya, rak-rak ditendang jatuh. Kemudian Emon mulai menghancurkan kotak pendingin es krim yg ada di kanan Emy. Es krim beterbangan dilempar oleh Emon. Beberapa di antaranya mengenai tubuh Emy, kemudian meleleh mengalir turun, melewati punggungnya masuk ke belahan pantatnya.

Di depan, es tadi mengalir melalui belahan buah dadanya, turun ke perut dan mengalir ke mEmEk Emy. Rasa dingin juga menempel di buah dada Emy, membuat putingnya mengeras san mengacung. Ketika Emon selesai, tubuh Emy bergetar kedinginan dan lengket karena es krim yg meleleh.

“Lo keliatan kedinginan!” ejek Emon sambil menyentil puting susu Emy yg mengeras kaku.

“Gue musti kasih lo sesuatu yg anget.”

Emon kemudian mendekati wajan untuk mengoreng sizzling canine yg ada di tengah ruangan. Emy melihat Emon mendekat membawa beberapa buah sosis yg berasap. “Jangaann!” Emy berteriak ketika Emon membuka bibir mEmEknya dan memasukan satu sosis ke dalam mEmEknya yg terasa dingin karena es tadi. Kemudian ia memasukan sosis yg kedua, dan ketiga. Sosis yg keempat putus ketika akan dimasukan. MEmEk Emy sekarang diisi oleh tiga buah sosis yg masih sempit berasap. Emy menangis kesakitan kerena panas yg dirasakannya.

“Keliatannya nikmat!” Emon tertawa.

“Tp gue lebih suka dengan mustard!” Ia mengambil botol mustard dan menekan botol itu. Cairan mustard keluar menyemprot ke mEmEk Emy. Emy menangis terus, melihat dirinya disiksa dengan cara yg tak terbaygkan olehnya.

Sambil tertawa Emon melanjutkan usahanya menghancurkan isi toko itu. Emy berusaha melepaskan diri, tp tak berhasil. Nafasnya tersengal-sengal, ia tidak kuat menahan semua ini. Tubuh Emy bergerak lunglai jatuh.”

“Hei! Kalo kerja jangan tidur!” bentak Emon sambil menampar pipi Emy.

“Lo tau nggak, daerah sini nggak aman jadi perlu ada alarm.”

Emy meronta ketakutan melihat Emon memegang dua buah jepitan buaya. Jepitan itu bergigi tajam dan jepitannya keras sekali. Emon mendekatkan satu jepitan ke puting susu kanan Emy, menekannya hingga terbuka dan melepaskannya hingga menutup kembali menjepit puting susu Emy. Emy menjerit dan melolong kesakitan, gigi jepitan tadi menancap ke puting susunya. Kemudian Emon juga menjepit puting susu yg ada di sebelah kiri. Air mata Emy bercucuran di pipi.
Cerita Intercourse Widespread : Multi Orgasme Dengan Pacar Binal

Kemudian Emon mengikatkan kawat halus di kedua jepitan tadi, mengulurnya dan kemudian mengikatnya ke pegangan pintu masuk. Ketika pintu itu didorong Emon hingga membuka keluar, Emy merasa jepitan tadi tertarik oleh kawat, dan membuat buah dadanya tertarik dan ia menjerit kesakitan.

“Nah, udah jadi. Lo tau kan pintu depan ini bisa buka ke dalem ama keluar, tp bisa juga disetel cuma bisa dibuka dengan cara ditarik bukan didorong. Jadi gue sekarang pergi dulu, terus nanti gue pasang biar pintu itu cuma bisa dibuka kalo ditarik. Nanti kalo ada orang dateng, pas dia dorong pintu kan nggak bisa, pasti dia coba buat narik tuh pintu, nah, pas narik itu alarmnya akan bunyi!”

“Jangan! saya mohoon! mohon! jangan! jangan! ampun!”

Emon tidak peduli, ia keluar dan tidak lupa memasang kunci pada pintu itu hingga sekarang pintu tadi hanya bisa dibuka dengan ditarik. Emy menangis ketakutan, puting susunya sudah hampir rata, dijepit. Ia meronta-ronta berusaha melepaskan ikatan.

Tubuh Emy berkeringat setelah berusaha melepaskan diri tanpa hasil. Lama kemudian terlihat sebuah baygan di depan pintu, Emy melihat ternyata baygan itu milik gelandangan yg sering lewat dan meminta-minta. Gelandangan itu melihat tubuh Emy, telanjang dengan buah dada mengacung.

Gelandang itu mendorong pintu masuk. Pintu itu tidak terbuka. Kemudian ia meraih pegangan pintu dan mulai menariknya.

Emy berusaha menjerit “Jangan! jangan! jangan buka! jangaann!”, tp gelandangan tadi tetap menarik pintu, yg kemudian menarik kawat dan menarik jepitan yg ada di puting susunya. Gigi-gigi yg sudah menancap di daging puting susunya tertarik, merobek puting susunya. Emy menjerit keras sekali sebelum jatuh di atas meja. Pingsan.

Emy tersadar dan menjerit. Sekarang ia berdiri di depan meja kasir. Tangannya terikat ke atas di rangka besi meja kasir. Sedangkan kakinya juga terikat terbuka lebar pada kaki-kaki meja kasir. Ia merasa kesakitan. Puting susunya sekarang berwarna ungu, dan menjadi sangat sensitif. Udara dingin saja membuat puting susunya mengacung tegang.

Memar-memar menghiasi seluruh tubuhnya, mulai pinggang, dada dan pinggulnya. Emy merasakan sepasang tangan berusaha membuka belahan pantatnya dari belakang. Sesuatu yg dingin dan keras berusaha masuk ke liang anusnya. Emy menoleh ke belakang, dan ia melihat gelandangan tadi berlutut di belakangnya sedang memegang sebuah botol bir.

“Jangan, ampun! Lepaskan saya pak! Saya sudah dipaksa ngentot dan dipukuli! Saya tidak tahan lagi.”

“Tp Mbak, pantat Mbak kan belon.” gelandangan itu berkata tidak jelas.

“Jangan!” Emy meronta, ketika k0ntol gelandangan tadi mulai berusaha masuk ke anusnya. Setelah beberapa kali usaha, gelandangan tadi menyadari k0ntolnya tidak bisa masuk ke dalam anus Emy. Lalu ia berlutut lagi, mengambil sebuah botol bir dari rak dan mulai mendorong dan memutar-mutarnya masuk ke liang anus Emy.

Emy menjerit-jerit dan meronta-ronta ketika leher botol bir tadi mulai masuk dengan keadaan masih sempit mempunyai tutup botol yg berpinggiran tajam. Liang anus Emy tersayat-sayat ketika gelandangan tadi memutar-mutar botol dengan harapan liang anus Emy bisa membesar.

Setelah beberapa saat, gelandangan tadi mencabut botol tadi. Tutup botol bir itu sudah dilapisi darah dari dalam anus Emy, tp ia tidak peduli. Gelandang itu kembali berusaha memasukan k0ntolnya ke dalam anus Emy yg sekarang sudah membesar karena dimasuki botol bir.

Gelandang tadi mulai bergerak kesenangan, sudah lama sekali ia tidak meniduri perempuan, ia bergerak cepat dan keras sehingga Emy merasa dirinya akan terlepar ke depan setiap gelandangan tadi bergerak maju. Bacaan intercourse prime: Cerita Dewasa Bujuk Rayu Seorang Officer Muda

Emy terus menangis melihat dirinya disodomi oleh gelandangan yg mungkin membawa penyakit kelamin, tp gelandangan tadi terus bergerak makin makin cepat, tangannya meremas buah dada Emy, membuat Emy menjerit karena puting susunya yg terluka ikut diremas dan dipilih-pilin. Akhirnya dengan satu erangan, gelandang tadi orgasme, dan Emy merakan cairan hangat mengalir dalam anusnya, sampai gelandangan tadi jatuh terduduk lemas di belakang Emy.

“Makasih ya Mbak! Saya puas sekali! Makasih.” gelandangan tadi melepaskan ikatan Emy. Kemudian ia mendorong Emy duduk dan kembali mengikat tangan Emy ke belakang, kemudian mengikat kaki Emy erat-erat. Kemudian tubuh Emy didorongnya ke bawah meja kasir hingga tidak terlihat dari luar.

Sambi terus mengumam terima kasih gelandangan tadi berjalan sempoyongan sambil membawa beberapa botol bir keluar dari toko. Emy terus menangis, merintih merasakan sperma gelandangan tadi mengalir keluar dari anusnya. Lama kemudian Emy jatuh pingsan kelelahan dan shock. Ia baru tersadar ketika ditemukan oleh rekan kerjanya yg masuk pukul 6 pagi. - Situs foto bugil dewasa intercourse on-line terlengkap, novel intercourse terupdate, novel intercourse dewasa, novel xxx bokep perawan terbaru, novel cerita sizzling, novel cerita download bokep hd, novel cerita abg porno, novel skandal mesum, novel mahasiswa ml, novel tante ml selingkuh, novel janda di perkosa hypersex, novel intercourse terpanas, novel abg masih perawan suka bugil.

Cerita Intercourse / Cerita Dewasa / Cerita Abg mau mesum / Cerita Panas / Cerita Video porno / Cerita Download bokep 3gp / Cerita Intercourse Tante ml / Cerita Intercourse ABG / Cerita Intercourse janda di perkosa / Cerita Intercourse Memek perawan / Cerita HOT / Kisah Intercourse / Intercourse Bergambar / Foto artis bugil Seks

VIDEO BOKEP TERBARU LAINNYA:

Related Search

author
Author: 

    Leave a reply "Cerita Dewasa Terhot Lenguhan Emy Karyawan Baru"