Cerita Dewasa Terpopuler 2016 HOT IGO Simpang Lima

No comment 3 views
Cerita Dewasa Terpopuler 2016 HOT IGO Simpang Lima – Cerita entot terhot, Sebelumnya kisah intercourse yang pernah saya publish ialah Cerita Dewasa IGO Terikini Kecupan Manis Tante Eni. Cerita intercourse bokep terbaru, novel intercourse terlengkap, cerita dewasa terupdate, cerita abg mesum terbaik, cerita entot terpopuler, cerita nonton bokep live terselubung, cerita xxx terhot, cerita ml porn merawani abg, cerita cewek porno memek janda masih sempit binal | Tahun 1997 adalah tahun-tahun keperkasaanku, dimana saat itu aku masih perawan berumur 25 tahun dan banyak gadis-gadis menunggu giliran apelku tiap malam minggu. Aku sendiri sekarang sudah berkeluarga, mempunyai seorang putra yg berumur empat tahun.

Cerita Intercourse Download bokep indo terbaru 2016 HOT IGO Simpang Lima
Cerita, Dewasa, Terpopuler, 2016, HOT, IGO, Simpang, Lima, cerita sex, cerita ngentot, cerita dewasa, cerita horny, cerita semi, cerita bokep

Novel Seks – Cerita intercourse bokep terbaru ini beraal saat aku mengambil cuti tahunanku selama 1 minggu dalam rangka refreshing setelah aku berhasil mengerjakan proyek berskala besar untuk perusahaanku. Perjalanan kuawali dari kota Surabaya dan tujuanku adalah Semarang. Semarang adalah kota wisata dan juga kota esek-esek, seperti juga Surabaya yg juga memberikan segala macam keinginan, fashion, para daun-daun muda ataupun keromantisan suasana. Anda akan terpuaskan disana. Akan tetapi petualanganku kali ini menghasilkan sensasi luar biasa dengan seorang tante malaysia dan mahasiswi yg juga callgirl.

Koleksi bokep cerita dewasa, cerita dewasa 2016, cerita dewasa bokep terbaru, cerita dewasa igo, cerita dewasa igo bokep terbaru, cerita dewasa igo bugil, cerita dewasa igo 2016.

Turun di Stasiun Tawang Semarang, aku lanjut naik taksi menuju kawasan yg three tahun lalu kutinggalkan. Tujuanku adalah menjemput Friska, seorang callgirl. Semasa aku kuliah dulu, aku menjadi bodyguard-nya.

Tepat pukul empat sore, aku menginjakkan kakiku di stasiun Tawang. Aku lantas menuju taksi dan kuperintahkan ke arah sebuah kawasan kost mahasiswi di Sampangan, tujuanku adalah melepas kangenku dengan Friska seorang mahasiswi perbankan. Friska adalah mahasiswi tingkat akhir yg juga gadis panggilan papan atas. Namun ada juga lelaki yg beruntung seperti aku dapat menikmati tubuh indahnya secara film bokep gratis, hanya dengan imbalan mengantar dan menjaganya dari hal-hal yg tdk diinginkan. Atau barangkali aku ini dianggapnya bodyguard.

Singkat cerita, aku sudah sampai di tujuan pertamaku, perlahan namun pasti kumasuki pekarangan rumah kost itu, kulihat hampir tdk ada perubahan disana. Sebagai tambahan informasi, bahwa rumah itu memang kost-an mahasiswi di lingkungan bokep abg kampus sekitar situ dan penghuninya ada juga yg punya second job atau bahkan berprinsip free love jika anda beruntung.

Tampak olehku sepasang kursi kayu di sudut taman depan rumah telah diganti dengan yg baru, atau barang kali hanya di cat ulang.

“Ah persetan..” makiku dalam hati.
“Ting.. tong… ting tonggg..” suara bel setelah kutekan sambil kudekatkan wajahku ke kaca Ray Band melihat siapa gerangan yg akan datang.
“Huu…. Yess..!” teriakku kegirangan saat melihat yg datang ternyata seorang mahasiswi dengan celana denims potongan tepat di bawah lipatan pahanya dan berkaos singlet coklat bermotifkan bunga-bunga keemasan.
“Mau cari siapa Mas..?” tanya gadis itu ramah.
“Emmh.. Friska ada..?” jawabku.
“Friska sudah pindah lama Mas.. nggak tahu pindah kemana tuh. Silakan masuk Mas..!” sambung gadis itu sambil mempersilakanku masuk.

Kami terdiam sejenak, lalu sesaat kemudian,

“Eh iya nama Saya Yanto.” kataku sambil mengulurkan tangan dan aku mendapatkan respons dari gadis itu.
“Saya Dewi.” sahut gadis itu, “Emang Mas ini..?” selidik Dewi.
“Yach Saya kawan lama…” sahutku singkat dan kami pun terlibat basa-basi dan akhirnya Dewi menawarkan minuman segar kepadaku.

Aku pun terbiasa dengan suasana rumah itu termasuk dengan yg punya, karena orangnya memang sangat liberal. Agak lama Dewi belum juga muncul, akhirnya aku menyusul ke dapur, akan tetapi aku kaget bukan fundamental saat melewati ruangan tengah. Ruangan itu kini tertata lebih rapih dengan dua sofa hot besar serta TV, lengkap dengan VCD dan dwelling theaternya, lebih-lebih saat aku menyaksikan movie di layar gelas tersebut yg ternyata adalah movie “XXX”. Cepat-cepat aku menghempaskan pantatku ke sofa hot.

“Eh.., Mas Yanto.. mau minum dimana nich..?” tanya Dewi enteng.
“Enakan disini saja sambil lihat movie…” sambungku sambil menenggak minuman segar beraroma jeruk.
“Dari pada bengong Mas.., khan pada pas pulang mesum kampung semua.” Dewi mencoba membela dirinya.

Setelah ngobrol cukup lama, akhirnya aku memasang umpan, karena aku takut Dewi bukan gadis sembarangan.

“Emmm.. kenapa nggak pas pulang mesum kampung..?” tanyaku.
“Males ah..” sahut Dewi kecut.
“Males apa males..?” godaku.
“Eehhh.. ngeledek.. yach.. tak kasih.. baru tahu rasa.” ancam Dewi.
“Kalo dikasih kehangatan, Aku mau…” jawabku ngawur.
“Ehemm..” sindir Dewi.

Kami pun akhirnya terdiam beberapa saat, namun aku termasuk cowok tanggap dan berkesimpulan dari pada cari Friska jauh-jauh atau tdk ketemu, Dewi boleh juga pikirku. Tubuhnya proporsional dan kulitnya putih toket mulus, rambutnya tergerai indah seperti gadis-gadis sunsilk, pahanya bukan fundamental, kecil, bulat, pasti bertenaga turbo.

Aku dan Dewi masih perawan terpaku menikmati Blue Movie tersebut, nafas kami sudah terdengar terengah pelan, dan aku melihat perubahan air wajah Dewi yg memerah menahan birahi. Sikapnya sudah gelisah dan mengigit bibir bawahnya. Waktu berlalu, akhirnya kami terdiam. Bagian depan celanaku terasa penuh sesak karena k0ntolku sudah mulai mengeras dan terasa sedikit sakit, karena bulu-bulunya ikut tertarik. Aku beringsut dan dengan acuh aku membetulkan posisi k0ntolku agar lurus, dan Dewi melirik ke arah tanganku.

“Mau dibantu Mas..?” goda Dewi sambil beringsut mendekatiku.
“Boleh..,” jawabku enteng dan mempersilakan Dewi membuka zipper celanaku.

Dan sekejap kemudian, menyembullah tongkat kenyal kebanggaanku itu karena aku tdk mengenakan celana dalam (kebiasaanku sejak dulu).

“Woww..! Panjang banget Mass…” pekik Dewi perlahan saat menimang-nimang daging hangat nan kenyal yg sebentar lagi akan membuatnya terlena dan membuatku semakin terengah.

Aku menyandarkan diriku di sofa hot, darahku sudah berdesir kencang saat kucium harum parfum Dewi, tubuhku mulai menghangat. Kuraih pundak Dewi dan kusambut bibirnya, kukulum bibir bawahnya, lalu pindah ke lehernya.

“Hmmmhh..” semerbak harum lehernya menambah keras k0ntolku di bawah sana.

Aku merasakan kehangatan dan kelembutan menjalar mulai dari kepala k0ntolku, rupanya Dewi sudah mulai melakukan permainan blow job-nya. Ooohh, betapa lembut kuluman bibirnya, hangat dan halus menggelitik di kepala k0ntolku, lidahnya dipatuk-patukkan ke lubang k0ntolku, membuatku semakin kelojotan dan dengan tak sabar aku melepas jeans-ku dibantu Dewi.

“Aaahhhg.., lega..!” kataku.

K0ntolku kini sudah bebas mengacungkan diri dan berdenyut teratur sepanjang urat nadi disana, dan kubuka pahaku lebar-lebar. Kepala Dewi kini mengangguk-angguk teratur, mengeluar-masukkan kuluman bibirnya yg sedikit melebar namun tetap tebal sensual. Rambutnya digeraikan ke pundak kirinya dan bergelayut di kedua bukit kenyalnya. Aku meraih rambutnya dan membimbing kepalanya di antara kedua pahaku, sehingga kini Dewi lebih bebas berekspresi dan lebih dalam lagi k0ntolku memasuki rongga mulutnya.

“Hmmmhh.., oookhh..,” guman Dewi disela-sela kesibukannya mengocok k0ntolku.
“Aaakkhhh… sshhh.. ookhh nimath.. Wiiiii..” aku terpekik kala Dewi mulai memainkan kedua telorku dan mengigit-gigit kecil seperti bayi kebesaran dot-nya.

Dewi menjilat sepanjang bagian bawah k0ntolku, lantas berhenti sejenak tepat di bagian bawah kepala k0ntolku. Rupanya ia tahu bahwa disana lah semua syaraf birahiku berkumpul. Mulutnya dibuka lebar-lebar dan kedua bibirnya membentuk
“O”. Aku terpana sejenak, apa yg hendak dilakukannya.

“Aaawww… sshhh … aaaghh…” desisku saat lingkar kepala k0ntolku ia putar mengelilingi bibirnya.

Geli, nikmat dan seluruh k0ntolku terasa bergetar kencang karena spermaku sudah mulai mendesak keluar. Aku tegang dan mendesah tdk karuan, tdk tahan dengan permainan Dewi. Kurebahkan tubuhku dan kugeser pantatku mendekati dada Dewi. Aku tdk mepedulikan lagi kepuasan bagi Dewi, pokoknya perjalanan jauhku semalam harus tuntas saat ini juga dan tampaknya Dewi tahu akan hal itu, atau entah pengaruh blue movie yg kami saksikan bersama. Dengan tergesa-gesa kubuka t-shirt-ku, lalu kulempar entah kemana, karena aku ingin segera melepaskan rasa letihku dengan semburan-semburan spermaku yg kental.

Denyutan di ujung k0ntolku semakin tdk teratur saat Dewi mulai meningkatkan tempo permainan dan variasinya. Tubuhku tegang sekali, seluruh aliran darahku terasa mengumpul semua di otakku. Dan mendekati sepuluh menit berlalu, aku merasakan seluruh aliran darahku turun cepat dan deras menuju ke selangkanganku.

“Aaakkhhh, Wiiii.. sshhh.. hisap.. cepatttth.. Yg..!” pintaku sudah tdk sabar saat bibir Dewi menyusuri dan menjilat-jilat ruang di antara telor kemaluanku dan anusku.

Lama lidahnya dimainkan disana dan sesekali mematuk ke bagian depan duburku, sementara tangan kirinya teratur mengocok batang pejalku.

“Ayo Wii..! Hisssaappphh..!” pintaku sambil menarik kepala Dewi ke arah ujung k0ntolku.

Nafsuku sudah tdk dapat kubendung ketika Dewi menghisap dalam-dalam ujung k0ntolku. Darahku meluncur secepat kilat ke arah ujung k0ntolku.

Tubuhku hangat nan bergairah, lalu sejenak nafasku terhenti beberapa detik dan,

“Aaakkhh.. ssshhh.., oookkkhhh.. Wiiii..!” teriakku keras, melepas semburan-semburan spermaku sambil kutegakkan tubuhku untuk menambah sensasi yg ada.

“Creet.., creeeetth…” spermaku deras terasa terhisap memenuhi rongga mulut Dewi dan entah berapa kali semburan.
“Aaah… thanks Wi…” kataku sambil merebahkan tubuhku ke sandaran sofa hot.

Dengan telaten dan sabar, Dewi menghisap sampai habis dan menjilat sepanjang batang k0ntolku hingga terasa kesat. Aku melihat ada beberapa tetes spermaku yg mengalir di sudut bibir Dewi yg tebal dan seksi itu. Lega dan ringan rasanya, akan tetapi belum sempat kumenikmati istirahatku, aku terkejut saat Dewi kembali menaiki tubuhku dan mendaratkan french kiss-nya. Bau spermaku yg khas dari mulut Dewi dan gesekan memek hot Dewi di k0ntolku membuat gairahku bangkit seketika. Kali ini kurasakan denims pendek Dewi lembab, pertanda banyak mani menetes dari memeknya, dan rupanya dia terangsang juga melihatku ejakulasi.

Aku harus tahu diri, ini adalah ronde milik Dewi yg kini meregang nafsunya di atasku. Lalu cepat-cepat kubalikkan posisi kami dan Dewi ada di bawah. Aku lepas denims pendeknya, wow.., rupanya Dewi juga sehobby denganku, tdk senang memakai CD. Lalu kaos singletnya hanya kusibakkan sebatas kedua bukit kenyalnya yg tanpa BH. Karena agak kesulitan dengan posisi konvensional, maka kali ini Dewi kududukkan di Sofa hot dan kedua pahanya kubuka lebar-lebar. Dewi sendiri mulai membuka singletnya, lalu mencampakkannya di meja.

Kepalaku kudekatkan ke arah memeknya dan Dewi rupanya sudah sangat bernafsu, karena dengan cepat-cepat kepalaku dibenamkannya dalam-dalam di memeknya. Aku nyaris kehabisan nafas, akan tetapi saat lidah mulai mengitari bibir minora-nya ia tdk kuasa menahan geli, lalu mendesah sambil membuka lebar-lebar pahanya.

“Aaahhhgghh.., Maassshh.., hisaapphh.., nngggghh.. nnggghhh..” pinta Dewi, matanya terpejam dalam merasakan nikmatnya aliran udara hampa yg mengalir dari sudut rahimnya.

Aku juga merasakan mulut memeknya berdenyut saat kuberhenti menyedot.

Mulutku tetap pada liang sanggamanya, dan beberapa lelehan mani yg mengalir tersapu oleh lidahku.

Tubuhnya bagai orang kepayahan dan pasrah bersandar pada sofa hot, kedua putingnya ia pelintir sendiri. Dalam kondisi begitu, tampaklah olehku interior magnificence seorang Dewi. Wajahnya mengharap, memelas, merintih, pasrah dan wajah nafsu menjadi satu. Aku mengambil kedua pahanya yg bulat toket mulus, kuletakkan di kedua pundakku. Setelah itu kedua tanganku menggantikan tangannya untuk kerja di “penghalusan” kedua putingnya.

Kini kedua pahanya bertumpu pada kedua pundakku, hal ini memudahkan aku menjilat, menghisap dan mematuk dengan lidahku pada klitoris-nya, hingga tubuh Dewi kelojotan. Nafasnya terengah, kedua tangannya mencengkeram erat sofa hot pada saat yg bersamaan, kukombinasikan dengan pelintiran kedua putingnya. Tubuhnya yg toket mulus itu kini oleng, kadang terduduk, suatu saat pasrah tergolek lemah sambil mendesis, kemudian kedua bibirnya ia katupkan sendiri dan sesekali ia gigit bibir bawahnya sendiri. Memeknya pasti terasa ngilu dan geli sekali, juga bercampur birahi, sehingga ingin segera ada sesuatu kekenyalan dan kehangatan k0ntol yg menyumpalnya dengan cepat. Maninya semakin deras kurasa alirannya di lidahku, namun aku tdk peduli. Kukecup, lalu kuhisap dalam-dalam memeknya hingga semua yg ada di mata air maninya mengalir deras diikuti gelinjang tubuhnya.

“Akkkhhh… ssshhh… sedottthhh.. terussshhh..!” desah Dewi sambil mempertahankan kepalaku di selangkangannya.

Aku tdk keberatan dengan permintaannya, karena disamping memeknya legit, juga harum baunya dan terawat indah. Kini aku mengkombinasikan sedotan mulutku dengan permainan telunjuk kananku di klitoris-nya. Tubuhnya tersentak-sentak, seirama dengan tusukan telunjukku di leher rahimnya. Telunjukku kuputar-putar lembut disana dan kadang aku tekuk untuk menyentuh G-spot-nya. Dan pada saat bersamaan, G-spot-nya tersentuh, Dewi tersentak dan menggelinjang bagai terkena strum tegangan tinggi.

“Oooomhhh.. mmmpphhh.. mmm.. masssukin Mass..! Ceppath..!” pinta Dewi sambil berdiri, lalu memposisikan diri dengan posisi doggy fashion.
“Rupanya ini posisi favoritnya.., kena Kau..!” makiku dalam hati sambil kubelai lembut seluruh punggungnya, pinggulnya dan kepalaku kuturunkan ke pinggulnya.

Kudekatkan wajahku ke anusnya. Kujulurkan lidahku mengitari anusnya, sementara kedua tanganku meremas-remas manja kedua bukit kenyalnya.

“Agghhh… mmmppphhh… ooohhhghghh…” Dewi hanya bisa mndesah kuperlakukan demikian.

Tubuhnya bergelinjang hebat dan sudah tdk sabar untuk kumasuki dalam-dalam liang kewanitaannya

Setelah puas bermain di anusnya, tangan kiriku membelai pinggulnya dan kupegang k0ntolku dengan tangan kanan. Perlahan kuletakkan di mulut rahimnya yg memerah basah itu, kusibakkan labia myora dan minora-nya dengan kepala k0ntolku nan lembut dan hangat.

“Emmmpphhh.. oookkkhhh..!” desah Dewi.

Tampaknya pengaruh kehangatan k0ntolku mulai bekerja. Perlahan namun pasti, kumasukkan centi demi centi dan tiba-tiba Dewi menghentakkan pinggulnya keras ke belakang diikuti dengan menggoyang putar pinggulnya.

“Aaakhhh…” pekik kami bersamaan saat hentakan itu tadi.
“Sleeppprrttt..,” 15 cm batang pejalku telah mengisi rongga rahimnya yg rindu akan kocokan, gesekan dan juga kehangatan k0ntol.

Bersamaan itu pula Dewi menjerit lirih sambil mendongakkan kepalanya, rambutnya yg panjang itu ia geraikan ke samping kiri lehernya.

“Ooookkhh.. nikmathh… emmmpphhh.. ssshh…” Dewi mulai ceracau tdk teratur.

Dewi mulai dikuasai nafsunya, sebagai perempuan ia hanya ingin kepuasan saat itu. Ingin segera menumpahkan maninya banyak-banyak untuk melumasi k0ntolku dan menghangati diding memeknya. Aku mengatur posisi untuk menstimulasi G-spot-nya. Dengan perlahan namun pasti, kukocok k0ntolku keluar masuk. Aku melihat labia minora-nya ikut tersembul keluar saat k0ntolku kutarik keluar, demikian pula kulihat labia mayora-nya ikut amblas saat kumasukkan k0ntolku dalam-
dalam.

“Ookkkhh… kocokhh.., terusshhh… iya.. iyaa… lebih kerasshhh… oohh nikmathhh..!” Dewi mulai menggumam.
“Lebih kerassshhh… yach… yach… oohhhgghhhk..!” Dewi semakin tdk mampu menahan hawa panasnya yg mengalir, dan hawa itu bersumber dari k0ntolku yg terasa penuh menjejali ruang memeknya.

Sementara itu ia aktif menggoyang pinggulnya, dan kedua tangannya berpegangan pada sandaran sofa hot. Lalu sesekali ia sentakkan pingulnya ke belakang untuk menambah rasa penetrasi dalam-dalam. Lima menit berlalu, lalu kumulai membantu Dewi menggapai sorgawinya dengan stimulasi di kedua putingnya dengan pelintiran jempolku. Kupilin-pilin, lalu kutarik dan kemudian kulepaskan.

Setiap saat kulepaskan itulah Dewi melenguh panjang,

“Oookkkhh.., genjotthh.., dalammhh.. oookhhh..!” ceracau Dewi tdk karuan.
“Maaasshhh.. sss… nggghhh.. ssshh..” desis Dewi kehabisan kata-kata.

Sementara kocokanku kuatur dengan tempo pancingan, yaitu memancing birahinya agar memancar keluar dari rahim dengan segera. Dengan cara mengocok three/four batang k0ntolku dengan tempo cepat, dan sekali kocokan kubenamkan dalam-dalam sampai ujung kepala k0ntolku mentok menggelitik dinding atas rahimnya. Hal itu pun kurasakan juga saat ujung kepala k0ntolku menyentuh mentok pada leher atas rahimnya, rasanya ngilu, geli dan hangat. Dan saat itu lah yg membuat tubuh Dewi tegang sesaat kemudian.

“Nggghhh… eeghhh… ooohgghhh.. eenggghh… aaaghhh..!” Dewi terengah mengekspresikan orgasmenya yg sebentar lagi menjemput.

Tempo permainanku tdk kuubah sampai Dewi betul-betul menggapai orgasmenya, dan aku tetap mengatur irama nafasku, menyebabkan tempo permainan kami terasa lebih lama.

Kira kira 20 menit kemudian, tubuh Dewi menegang lagi. Kali ini ia melepaskan pegangan tangan kanannya dari sofa hot dan membelai rambutnya sendiri. Tubuhnya ia miringkan melihat ke arahku yg lagi sibuk menanamkan k0ntolku. Bibirnya yg sensual itu terbuka lebar, melepas desahan nafsunya, matanya terpejam dan sesaat kemudian ia terlihat menjambak rambutnya dan tubuhnya oleng.

“Aaakkkhhh… aaakhhh… oookkhhh… ssshhh… nikmattthhh…” Dewi mengawali orgasmenya dengan diiringi goyangan pinggulnya.
“Oookkh… masukin yggh.. dall… lammmhhh..!” pinta Dewi.
“Maaasshhh… nikmaaatthh..!” desis Dewi yg kini mempercepat hentakan pinggulnya.

Sedetik kemudian k0ntolku kembali tertanam dalam-dalam dan kubiarkan tetap begitu sambil kuputar pinggulku perlahan untuk menambah sensasi bagi Dewi. Dewi semakin tdk dapat menguasai dirinya dan berteriak.

“Ookkkhh… aaaghh… Massshhh… Akuu… mauuu… kellu.. arrr.. lagiihh… oookhh..!” Dewi kembali mendongak, menjemput orgamenya yg kedua.

Pahanya kali ini dirapatkan, sehingga gigitan memeknnya tambah terasa di k0ntolku. Seluruh batang k0ntolku terasa diempot-empot dan hangat menggelitik. Dewi juga pandai memainkan otot memeknya, meski sambil berorgasme atau barang kali itu suatu pasangan saat orgasme.

Demikian pula yg ia rasakan, benda pejal hangat itu semakin terasa menggelitik rahimnya, keluar masuk, keluar masuk, dan keluar lagi panas membara.

“Aaaghghhh… oooaaaghhh.. ssshhh.. ssh… mmmpphh..!” teriak Dewi menyambut orgasmenya yg entah keberapa, serasa tiada henti baginya.

Desahan, teriakkan, dan ceracau Dewi yg tdk karuan itu membuat gerakanku kini tdk terkontrol dan terkesan lebih kasar. Aku ingin segera memuntahkan sperma kentalku dalam rahimnya dan saat menyemprot itu lah, akan kutanamkan dalam-dalam di rahimnya.

Belum aku berpikir, selanjutnya ujung k0ntolku kini berdenyut lebih keras, dan hal ini dirasakan juga oleh Dewi.

“Ookkghh.. Masss.. shshhh.. kelll… luarrriin cepethhh.. nggghhh..!” pinta Dewi yg rupanya sudah mulai ngilu.
“Wiiiii..!” bisikku sambil mempererat pelukanku di punggungnya.

Kuciumi belakang telinganya, belakang lehernya, punggungnya, dan sesekali ketiaknya, membuat desahanku dan Dewi memenuhi rumah kost yg sepi itu menjadi hingar bingar.

Sepintas kutengok dan melihat adegan di blue movie sama seperti kami, doggy fashion dan kubisikkan ke Dewi untuk mengatur posisi. Kami kini dapat menikmati movie biru itu sambil berdoggy ria. Aku melihat si wanita di movie mulai orgasme, tubuhnya kejang dan berteriak-teriak dalam bahasa mandarin. Saat itulah tubuh Dewi juga tagang dan aku merasakan aliran mani mengalir perlahan. Pinggulnya ia goyang lembut, kemudian perlahan-lahan menjadi goyangan yg binal tdk terkontrol.

“Aaakkkhhhfgggh.. oookkkhhh… mmmppp.. Massshhh… cepethhh.. kelllu.. arrgh.. Aku udah gell… lii..!” pinta Dewi.

Rupanya ia tdk tahan dengan gerakan yg dibuatnya sendiri.

“Baik Wi..! Terima yachh.. sppppermmaa… Ku..!” teriakku sambil memperdalam tusukan k0ntolku dalam-dalam dengan kuputar-putar di mulut memeknya.

Aku melihat si cowok movie blue movie juga tegang, wajahnya mendongak terlihat tegang sekali sepertiku, tusukan k0ntolnya tdk lagi beraturan, demikian pula yg kurasakan.

“Tinggg… tonggg..!” bunyi bel itu mengejutkanku, dan dengan cepat Dewi mencabut gigitan memeknya.
“Aaakhhh..!” pekikku tertahan saat bersamaan dengan itu.
“Sialan..!” makiku dalam hati.
“Sabar yach Mas Yanto..! Dewi udah puas khok… tuh ada kejutan datang.” kata Dewi sambil mengenakan denims pendeknya sekenanya.
“Biar Aku yg bukakan, Mas nggak usah pakai tuh pakaian.. pokoknya ini permainan asyik..!” kata Dewi sambil ngeloyor menuju ke arah pintu.

“Sialan tuh perempuan..! Teteknya tdk ditutup lagi..!” gumanku kesal melihat Dewi tdk ber-BH membuka pintu.
Memang kost-kost-an itu letaknya di kawasan elit, pagar dan gerbang depan juga tinggi, sehingga Dewi berani berbuat demikian, apalagi suasana rumah sepi begini. Aku berjalan mengitari sofa hot dan menghempaskan tubuhku, tanganku mebelai lembut k0ntolku yg masih perawan tegak dan belepotan maninya si Dewi. Sambil kuelus, aku membayangkan apa gerangan rencana Dewi ini. Pikiranku terus melayg, dan akhirnya kuputuskan untuk mengambil celanaku.

“Eeiittthh.. tunggu duluu..!” sergah sebuah suara lembut melarangku meneruskan rencanaku.

Akan tetapi itu bukan suara Dewi yg kukenal beberapa jam lalu, akan tetapi,

“Kenalkan Aku Erika.. Aku Ibu ngentot dengan anak kost disini.” kata seorang wanita setengah baya berpakaian resmi, mungkin dia wanita karier kali yah.

Aku terkejut setengah mati dan berusaha mengambil lagi celanaku.

Akan tetapi,

“Eittt jangaan..! Khan udah Aku bilang nggak usah dipakai tuh baju. Aku juga mau tongkolmu yg besar and panjang itu.” sergah Erika sambil membuka jas dan melempar tas kerjanya.

Wahh gumpalan payudara serta putingnya semakin kelihatan saat jasnya terlepas.

“36 yach..?” aku menebak dan menunjuk ke arah dadanya yg tak ber-BH.
“Eemmhh.. 36B tepatnya…” bisik Erika seraya mendekatkan diri di sampingku.

Kuamati wajahnya, ada sedikit rasa lelah disana, akan tetapi tubuhnya yg match itu tetap segar.

“Kamu nggak usah mikir itu Dewi, Dia udah maen tuh di ruang tamu sama Yudhi, pacarnya yg juga langananku.” kata Erika menerangkan.

Pantes saja aku dengar sayup-sayup desahan Dewi dan Yudhi memacu birahi masing-masing.

“Emmmhh.. pantes! Lha orang Ibu ngentot dengan anak kost-nya aja nafsunya kayak setan, apalagi anak sma di paksa ml kost-nya.” gumanku dalam hati.
“Eh.., kok bengong..? Mari Kita berpesta yuk..!” ajak Erika sambil mengeluarkan sepotong viagra dan XTC.
“Aku percaya kemampuanmu… tapi lebih hebat kalo Kita juga fly sambil memuncratkan mani.” katanya ngawur.

Aku mengambil viagra itu dan kutelan habis, sementara ia meneggal XTC-nya itu. Batang kemaluanku yg sudah tegang, lima menit kemudian menjadi betul-betul keras. Erika berjalan ke arah VCD dan menganti film-nya dengan making love occasion disco. Masih hot ada sisa 1 butir XTC, lalu kutelan lima menit kemudian, untuk mengimbangi fantasi Tante horny Erika.

Erika tdk lagi kembali ke sofa hot, ia malah berdisco ria melepas satu persatu sisa pakaiannya sampai tubuh mungilnya kelihatan semua. Sampai pada suatu irama, ia tepat menghadap ke arahku dan membuka kedua pahanya, pinggulnya ia goyangkan memutar sambil memainkan otot memeknya, sehingga bibir mayora-nya membuka dan memeknya yg kelihatan pink itu mulai membasah.

Pintar sekali dia dan ia memulai pekerjaan tangannya. Pertama ia kulum itu telunjuk, lalu dihisap pelan-pelan seolah-olah sedang menghisap k0ntol. K0ntolku semakin kencang saja melihat sensasi yg dibuatnya. Ia kemudian mengambil kursi bulat untuk dudukannya. Aku bangkit menghampirinya, akan tetapi kukaget bukan fundamental, ternyata ia menolak dan memberi isyarat kepadaku untuk duduk sambil beronani ria.

“Sial..!” makiku dalam hati sambil beranjak menuju sofa hot.

Kupegang-pegang k0ntolku, lalu kukocok sendiri perlahan mengikuti irama disco dan kukerjakan isyarat Erika untuk mengambil sesuatu dari dalam tasnya.

Aku hanya menemukan child oil disana, lalu dengan satu kucuran sudah membasahi k0ntolku. Gila fantasi Tante horny Erika ini, betul-betul gila, akan tetapi aku menemukan sebuah nilai seks disana. Erika mulai meringis saat telunjuknya memasuki memeknya. Ia berdiri pada kaki kanan, dan kaki kirinya ia naikkan ke kursi bulat tadi. Desahannya tdk kudengar karena kalah oleh dentuman musik, namun aku menikmati fantasinya.

Ia bermastrubasi ria sambil kutonton dan ia sendiri menikmati BF dari VCD Making love occasion yg ia nyalakan. Tangan kirinya mulai meraba payudaranya, kemudian diremasnya lembut dan dituntun ke arah bibirnya. Ia menghisap sendiri putingnya, sementara telunjuknya sudah kelihatan cepat keluar masuk tdk beraturan di liang rahimnya.

Kelihatan ia menggigit kecil putingnya, lalu ia kilir-kilir dengan kedua giginya. Sedetik kemudian ia mendongak dan memperdalam tusukan telunjuk di memeknya.

“Aaakkgghghhh… mmmppphhh… oookkhh.. sshshhh… hhssshh..” Erika mencapai orgasme rupanya.

Selesai, ia lalu telentang di karpet depan VCD. Kedua kakinya menghadap ke arahku. Erika lalu membuka pahanya lebar-lebar dan meletakkan kedua telapak tangannya untuk memainkan memeknya. Wajahnya tegang, kepalanya oleng kiri dan kanan dan bibirnya tak henti-henti mendesah. Ia lalu mengambil jari tengah tangan kanannya dan memasuki liang kenikmatannya.Tangan kirinya lalu merembet ke atas menjambak rambutnya sendiri.

Pengaruh XTC itu mempercepat datangnya orgasmenya yg kedua, gerakan tangan kanannya cepat tdk beraturan, menusuk liang rahimnya. Wajahnya terpejam dan bibirnya mendesis bagai ular.

“Oooggghhh… aaaghhhgghh…!” desah Erika meregang orgasmenya.

Selesai itu, kemudian ia bangkit dan bergoyang erotis seirama rockndut dan kemudian berjalan ke arahku. Ia melepas dahaganya dengan menenggak air mineral dan duduk telentang di sampingku, kedua pahanya terbuka lebar. Aku mengelus batang kejantananku yg hampir memuncratkan maniku karena sudah sangat birahi melihat pertunjukan Erika. Aku berdiri dan berjoget, yg kubuat seerotis mungkin, kupegang erat-erat k0ntolku dan kukocok-kocok lembut. Aku melihat Erika memainkan lagi telunjuknya di memeknya, sementara aku masih perawan menggoyangkan pingggulku. Aku hentakkan lembut sambil kukocok k0ntolku sendiri, fantasi ini memang luar biasa nimatnya.

Aku melihat Erika mulai menegang, tapi kali ini ia tdk memejamkan matanya, ia hanya mendesis, mendesah dan sesekali metanya yg indah itu terpejam. Child oil membuat k0ntolku semakin terasa lembut dan k0ntolku bertambah semakin hangat. Darahku berdesir kencang melihat Erika meregang orgasmenya.

“Aaakhhggghh… mmmppphhh..!” desah Erika yg kulihat dari vokal bibirnya.

Aku juga ingin segera memuntahkan spermaku di hadapan Erika, kupercepat kocokan k0ntolku dan semakin lama kocokanku tdk beraturan.

Goyangan pinggulku pun semakin tdk menentu dan semenit kemudian, nafasku terhenti, dan,

“Aaaakkhhh… creetthh.. creeettthhh..!” spermaku memancar deras bersamaan lelehan mani Erika di sofa hot.

Aku lalu menghampiri Erika, kubimbing dia untuk berdiri, lalu aku duduk. Erika kini berdiri dengan kedua lututnya dan kedua pahanya mengangkangi pinggulku. Pengaruh viagra menjadikan k0ntolku tetap tegak meski sudah memuncratkan laharnya. Aku pegang pinggul Erika dan kubimbing liang memeknya mendekati batang kejantananku. Hanya dalam sekejap, seluruhnya amblas.

“Slleerrppptt..!” 15 cm k0ntolku sudah menjejali memek hot Erika dengan mudah.
“Aaaghhh… ookkhhh… mmmppphhh.. ssshshhh… ssshhh.. nimathhh..!” ceracau Erika.
“Mmmpphh… tusuk.. yg.. dall.. lammphh..!” pinta Erika.

Aku sentakkan keras, dan amblas lagi k0ntolku dalam memeknya, kami bergoyang menggapai orgasme seirama dentuman musik.

Erika memang hebat, 30 menit berlalu, kami belum juga ada tanda-tanda orgasme, malah ia tambah hebat. Ia berjongkok dengan kakinya dan bergoyang hebat, sesekali tubuhnya kian naik dan turun mengocok k0ntolku. Pada menit ke 50, saat tubuh kami sudah mulai lemas, Erika terdiam dan wajahnya ekspresif sekali, itulah tanda orgasmenya segera datang. Aku lalu meraih minuman mineral dan menenggaknya. Dan setelah kuletakkan, aku menambah tempo perputaran pinggulku.

“Aaahhh… Kkuu.. maauuu.. sss..!” desis Erika yg kututup bibirnya dengan kecupanku.
“Nggghhh… oookkkhhh… Yaannn… aaa…. kkkuu..” mata Erika mendelik dan di bagian lain memeknya mengempot keras.

Aku pun tdk tahan untuk segera ejakulasi, karena orgasme kami telah kami capai entah berapa puluh kali.

“Akk.. kuuu… nnnghhh..!” Erika mulai terengah.
“Sammm… ma.. sammm.. maa Tante horny..!” pintaku sambil menghisap putingnya.

5 detik kemudian, kepalanya mendongak menjauhiku, tangannya mencengkeram keras ke pundakku.

“Yaaannn… aaaggghhh… oooggghhh.. mmmppphhh… aa, aaa… aaa… aaa.. aaakhhh..!” kami ejakulasi dan orgasme bersamaan.

Ah, gila memang fantasi Erika, namun nikmat tiada tara. Spermaku terasa kering tersedot empotan memek hot Erika. Dewi akhirnya menyusul kami ke ruang tengah, sementara Yudhi terkapar di ruang tamu. Aku menghabiskan lagi satu babak dengan Dewi, hingga kami bertiga ketiduran dan terbangun tengah malam. Kami lalu bertiga keluar mencari STMJ. Setelah mengantar Yudhi pas pulang mesum, kami melanjutkan permainan kami di Graha Santika Resort.

Di resort kami membuat fantasi. Pertama-tama adalah Dewi dan Erika bermain lesbi dan aku beronani ria sambil menyaksikan mereka. Kemudian aku dan Dewi berkuda lumping, sementara Erika abg hot masturbasi ria sambil menyaksikan kami. Dan ketiga kami berdisco dan joget bersamaan dan masing masing sambil bermasturbasi ria, lalu aku menyetubuhi dua wanita itu bergantian. Bacaan intercourse prime: Cerita Dewasa Liarnya Permainan Sex Pacar Baruku

“Yach kadang fantasi seksual memang harus dituruti..” kata Erika suatu saat setelah Dewi ketiduran karena lelah.
“Aku tdk pernah dapat mengekspresikan hal ini kepada suamiku yg tremendous sibuk dan tdk dapat memuaskan Aku karena impoten serta sibuk dengan WIL-nya.” keluh Erika seraya mengepulkan asap mild-nya.
“Nich.., terima..!” kata Erika seraya menyodorkan puluhan lembar ratusan ribu.
“No.. thanks..,” aku menepis tangan Erika.
“Liburanku ini pun teramat indah bagiku.. dan itu lebih indah besama Tante horny.” tambahku.
“Kalo Lo mau, nanti kukenalkan WIL suamiku padamu, dan Ia juga sangat berfantasi seperti Aku.” sambung Erika.

Kami bertiga pun akhirnya tertidur mesra, dan esok pagi kulanjutkan perjalanan kami ke Bandungan dan menginap three hari three malam disana. - Situs terpopuler dewasa intercourse on-line terlengkap, novel intercourse terupdate, novel intercourse dewasa, novel xxx bokep terbaru, novel cerita sizzling, novel cerita nonton bokep live, novel cerita cewek porno, novel abg mesum, novel porn ml, novel tante malaysia selingkuh, novel memek janda masih sempit hypersex, novel intercourse terpanas, novel merawani abg suka bugil.

Cerita Intercourse / Cerita Dewasa / Cerita Cewke sangek mesum / Cerita Panas / Cerita Film porno / Cerita Nonton bokep live / Cerita Intercourse Tante horny / Cerita Intercourse ABG / Cerita Intercourse janda bugil / Cerita Intercourse Ngentot abg perawan / Cerita HOT / Kisah Intercourse / Intercourse Bergambar / Foto janda bugil Seks

VIDEO BOKEP TERBARU LAINNYA:

Related Search

author
Author: 

    Leave a reply "Cerita Dewasa Terpopuler 2016 HOT IGO Simpang Lima"