Pengakuan Freddy Budiman Di Bantah Bea Cukai Indonesia

No comment 5 views

Pihak Bea Cukai membantah terkait pengakuan Freddy Budiman kepada Koordinator Kontras, Haris Azhar, yang menyebutkan bahwa aparat penegak hukum di Indonesia juga bermain dalam peredaran narkoba, termasuk Bea Cukai.


Pengakuan Freddy Budiman Di Bantah Bea Cukai Indonesia

Freddy Budiman yang telah dieksekusi mati pada Jumat (29/7/2016) dinihari di Nusa Kambangan, Jawa Tengah, pernah memberikan pengakuan kepada Haris Azhar pada 2014 tentang banyaknya ‘titipan’ dari aparat penegak hukum.

Pengakuan Freddy Budiman Di Bantah Bea Cukai Indonesia

Menurut pengakuan Freddy Budiman yang diceritakan kembali oleh Haris, ia membeli pil ekstasi dari China seharga Rp 5 ribu setiap butirnya, namun ia jual di Indonesia seharga Rp 200 ribu. Dari setiap butir ekstasi yang ia datangkan, dirinya harus membayar ‘upeti’ ke petugas berkisar Rp 10-20 ribu.
Menanggapi hal ini, Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga dari Bea Cukai, Robert Marbun menegaskan bahwa pihaknya selalu mengadakan pengawasan ketat terhadap setiap barang yang masuk ke Indonesia, termasuk narkotika.
“Pengawasan secara optimum terhadap lalu lintas keluar masuk barang barang ilegal termasuk narkotika,” jelas Robert, “Dan apabila masyarakat memiliki informasi terkait penyelundupan narkotika agar disampaikan segera kepada kami untuk segera kami tindak lanjuti,”

Related Search

author
Author: 

    Leave a reply "Pengakuan Freddy Budiman Di Bantah Bea Cukai Indonesia"