Melepas Keperjakaan dan Keperawanan

No comment 14 views
Hey all, namaku Ali mihrof, saat ini aku usiaku 20 tahun. Aku akan menceritakan pengalaman pertamaku melakuka hubungan sex dengan seorang wanita berhijab di situs ini. Kisah sex-ku ini terjadi sekitar 2 tahun yang lalu disaat aku masih berusia 17 tahun. Kisah sex-ku ini aku lakukan dengan seorang teman wanitaku yan kebetulan wainita ini adalah adik kelasku, wanita itu bernama Inggrit. Pada saat itu Inggrit ini saat itu baru berusia 17 tahun.
Inggrit yang saat itu baru kelas 2 SMA dan aku kelas 3 SMA di sekolah Muhammadiyah yang berada di Yogyakarta. Meski-pun Inggrit ini menggunakan jilbab, namun dibaliknya hijabnya itu sungguh tidak menghilangkan kecantikannya sama sekali, tak heran banyak Pria yang tertarik padanya disekolah maupun diluar sekolah. Pada saat itu Inggrit ini bisa dikatakan bahwa dia adalah wanita paling cantik di sekolahku.
Selain cantik, Inggrit juga aktif dalam kegiatan Rohis, walaupun dia wanita yang sholekah, dia termasuk tergolong ramah, kepada siapa-pun. Bahkan dia ramah pada kaum Pria sekalipun baru dikenalnya. Maka dari itu aku-pun mencari cara untuk berkenalan dengan Inggrit. Memang pada awaknya aku malu-malu dan ragu karean takut diacuhkan pada saat berkenalan.
Ternyata prediksiku salah, Inggrit ternyata menanggapi usaha perkenalan-ku dengan ramah dia. Lalau aku-pun mulai berkenalan dengannya,
“ Ehemmm… boleh kenalan nggak ? ”, sapaku dengan percaya diri.
“ I… iya boleh, tapi maaf sebelumnya, Mas siapa yah ??? ”, ucap Inggt padaku.
“ Perkenalkan namaku Ali, ngomong-ngomong nama kamu siapa kalau boleh tahu ??? ”, ucapku berusaha.
“ Boleh aja kok Mas, emang ada tulisan dilarang yah dibadan aku, hhe ? oh iya nama aku inggrit Mas Ali ”, ucapnya dengan sedikit gurauan.
“ Oh Inggrit, ya ya ya… kalau gitu kamu aku panggil Inggit aja ya,hhe ”, ucapku.
“ Iya Mas Ali ”, jawabnya singkat.
Singkat cerita pada akhirnya kami-pun mengobrol panjang lebar dan membahas banyak tentang kepribadian kami dan lain-lain. Karena saat itu kamipun semakin akrab, aku-pun mulai memberanikan diri untuk meminta nomor handphone Inggrit. Dengan mudahnya Aku-pun mendapatkan nomer telfonya, setelah itu kamipun pulang karena hari semakin larut.
Singkat cerita tidak terasa hari-pun mulai malam dan aku sudah berada dirumah. Saat itu pada malam hari kira-kira sekitar pukul 19.00, aku mencoba menelepon Inggrit dan tak lama setelah tedengar nada sambung Inggrit-pun segera mengangkat teleponku,
“ Haloo… ini benar dengan Inggritkan ”, ucapku ditelepon.
“ Iya benar, maaf ini dengan siapa yah ? ”, taya inggrit padaku.
“ Oh ini aku Ali Nggrit, aku yang tadi siang berkenalan dengan kamu ito loh, ingetkan kamu Nggrit ”, ucapku mengingatkanya.
“ Oh Mas Ali, iya.. iya… aku ingat Mas, Eum… ada perlu apa ya Mas, kok mas telefon aku ? ”, ucapnya bertanya padaku.
“ oh, nggak ada apa-apa kog Nggrit, Cuma aku ingin ngobrol aja sama kamu Nggrit, ngomong-ngomong akau ganggu waktu kamu nggak nih ? ”, ucapku basa-basi.
“ Santai aja Mas, Mas nggak ganggu kok ”, ucapnya seaka memberi lampu hijau padaku.
“ Oh gitu ya Nggrit, makasih yah udah kasih waktu buwat aku,hhe ”, jawabku dengan rasa senang.
Kemudian aku-pun mulai membuka topi pembicaraan, walaupun awalnya sedikit canggung dan tidak tahu apa yang ingin aku bicarakan. Pada akhirnya aku-pun mulai memberanikan diri dengan menanyakan tentang kepribadian, sekolah dan sampai menayakan stausnya masih single atau tidak. Setelah mengongobrol pamjang lebar aku-pun berkata,
“ Inggrit besok aku pingin ketemuan sama kamu bisa nggak ? ”, pintaku.
“ Boleh kok Mas, memangnya kamu mau ketemuan dimana? ”, ucapnya.
“ Di Taman Masjid UGM aja, Inggrit mau?? ”, ucapku memastikan tempat dengan bertanya denga Inggrit.
“ Iya deh Mas, jam 3 sore yah setelah Inggrit pulang sekolah ”, jawabnya membuat aku girang.
“ Iya deh Nggrit makasih yah, sampai bertemu besok yah. Selamat malam Iggrit, assalamualaikum ”, jawabku dengan perasaan senang sebelum menutup pembicaraan.
“ Walaikumsalam Mas ”, jawabnya salamnya dengan singkat.
Tibalah pada jam janjian kita, saat itu tepat pukul 15.00 sesuai kesepakatan, kami-pun bertemu di Taman Masjid UGM. Disana kami mengobrol panjang lebar sampai pukul 17.00 sore sambil makan-makan di sebuah Kafe di Tamansiswa. Sungguh beruntung aku, Inggrit ternyata menyukaiku. Hal itu kelihatan sekali dari responnya ketika kami mengobrol diperemuan awal kami tadi.
Tidak terasa pada saat mau mengantarkan Inggrit pulang hujan-pun denga tiba-tiba turun deras. Sehingga pada waktu itu-pun kami menetap di mobilku sembari menunggu hujan agak reda. Lalu,
“ Mau es krim ga Bebs ? ”, aku memanggil dia dengan sapaan Bebs.
Tidak kusangka dia-pun ternyata juga balik meresponsku dengan jawaban,
“ Boleh tuh Beb ”, jawabnya singkat.
Ketika itu Cuaca saat itu mendukung sekali cuaca hujan gerimis dan pada saat itu kami berdua di mobil. Aku membelokkan mobilku ke parkiran mobil. Lalu Inggrit bertanya,
“ Ngapain kita ke parkiran Bebs ? ”, ucapnya bertanya padaku.
“ Gak apa-apa kok Bebs aku capek aja ”, jawabku.
Dengan cuaca yang mendukung itu, tiba-tiba sat itu mataku tertuju payudara Inggrit yang tertutup hijabnya. Ingin sekali aku menjilati puting susunya itu Inggrit melihatku dan ia berkata
“ Iiihhh… Mas Ali nakal deh, masa mas Ali lihatin payudara Inggrit deh, dimana mana kalau lihatkan harus bayar tauk !!! Masa liat doag tanpa bayar,hhe… ”, ucapnya manja dan sedikit menggoda.
Pada saat itu aku hanya bisa tertawa dalam hati, Ternyata Inggrit ini nakal juga. Aku mulai memberanikan diri untuk mencium mulutnya walaupun Inggrit menolak tapi aku terus memaksa dan pada akhirnya dia tidak bisa mencegah aku untuk menciumnya. Aku melumat bibirnya dengan sangat lembut dan tak disangka Inggrit membalas ciumanku dengan ganasnya.
“ Inggrit bertanya kepadaku, Ali udah pernah hubungan sex belum? ”,
“ Belum sama sekali, aku masih perjaka kok Nggrit ”, jawabku.
“ Inggrit juga masih Virgin Mas Inggrit nggak tau bagaimana caranya berhubungan sex ”, ucapnya dengan polos.
Serasa sudah mendapatkan lampu hijau dari Inggrit, aku mulai memberanikan diri tuk membuka pakaiannya. Inggrit malah memberikan posisi tuk memudahkan aku membuka pakaiannya. Aku membuka kancing kemeja Inggrit, Beuhh… terlihatlah bongkahan payudara yang putih mulus itu dari balik BH-nya. Saat itu terlihat belahan payudara yang menonjol, dan bila kutafsirkan BH Inggrit berukuran 34B.
Kemudian tanpa buang waktu, aku membuka BH Inggrit dan setelah terbuka aku langsung menghisap payudara Inggrit, dan Inggrit-pun mendesah,
“ Ssss… aghhhhh… geli Bebs… Oughhh… ”, desahnya menikmati hisapanku.
Lalu dia-pun berkata lagi,
“ Jangan cuma satu doank donk Bebs, ntar yang sebelahnya marah loh kalau nggak dihisap… ”, ucapnya menantangku.
Menengar ucapanya aku mulai menjilati puting payudara bagian sebelahnya. Inggrit yang merasa bergairah mulai membuka pakaian dan celanaku. Aku pun juga membuka celananya dan telanjang bulat di dalam mobil, adapun Inggrit tetap menggunakan jilbab. Pada saat itu tempat parkir sedang mendukung, saat itu tidak ada satu orang-pun yang parkir ,
“ Kulum Penisku donk Bebs ”, pintaku.
“ Inggrit ga pernah ngelakuin ini satu kali pun Bebs ”, jawabnya.
“ Aku juga belum pernah melakukannya Bebs jadi kita sama kan ”, kataku.
“ Iya Bebs, yaudah aku coba dulu aja deh ”, jawabnya.
Kemudian dengan perlahan Inggrit mulai mengemut Penisku dan dia merasa enjoy mengemut Penisku yang berukuran 14cm. Aku juga mengelus bibir Vaginanya dengan tanganku. Dia mengerang,
“ Eummm… Ssss… Oughhhh ”, desah Inggrit tanda dia mulai bereaksi pada sentuhan tanganku.
Aku yang tidak tahan dengan vaginanya. Aku mulai membaringkannya dan langsung menjilati vaginanya,
“ Oghhh… nikmat sekali jilatan kamu Bebs, terusssss bebs… Ughhh… Oughhh ”, desah inggrit semakin menjadi-jadi.
Setelah beberapa menit aku menjilati Vagina Inggrit, diapun mendesah diiringi dengan terus aku menjilati klitorisnya. Tak lama setelah itu pada akhirnya Inggrit mendesah tidak karuan dan,
“ Sssss…. Aghhhh… Oughhh… Bebs mau aku keluar nihhh… Ssss… Oughhh… ”, ucapnya penuh birahi.
Tiba-tiba terasa ada cairan hangat yang mebanjiri mulutku, ternyata yang keluar adalah lendir kawin Inggir dengan bau khas kewanitaan Inggrit. Inggrit-pun tidak mau kalah denganku, sekarang dia mulai mengkulum Penisku. Sekrang posisi kami adalah gaya sexs 69. Saat itu kami-pun melakukan di jok belakang pada mobilku, mulailah Inggrit mengkulum Penisku dengan liar-nya.
Sembari mengkulum Inggrit-pun mengocok-kocok Penisku dengan Liarnya. Maklum saja dia seperti itu, soalnya ini adalah firs time kami melakukan hal seperti ini. Lalu aku yang sudah tidak tahan aku mulai menyuruhnya merebahkan diri dan mengangkat pahanya sehingga tampaklah sebuah belahan daging yang saat itu berwarna agak kemerahan yang ditumbuhi bulu-bulu halus yang sangat menngugah gairahku. Lalu,
“ Aku masukin ya Bebs ?”, tanyaku.
“ Iya Bebs tapi pelan-pelan yah, soalnya Inggrit masih Virgin ”, ucapnya perlahan padaku.
Lalu aku mulai mencoba memasukan Penisku pada liang senggamanya dengan perlahan. Pada awalnya memang susah sekali Penisku untuk menembus Vagina Inggrit yang masih Virgin, karena memang benar-benar sempit. Tapi setelah aku mencoba memasukan Penisku sedikit demi sedikit, pada akhirnya,
“ Blessssssssssss ”,
Akhirnya aku berhasil menembus Vagina Unggrit yang masih Virgi itu. Saat itu juga Inggrit berteriak,
“ Aowwww… Aduhh… Hu…uuu…uuu… sakit Bebs, sakit sekali… Hu… u… uu… ”, ucapnya kesakitan sembari matanya meneteskan air mata.
Saat itu aku yang tidak peduli karena sudah terlanjur nafsu, aku mulai melakukan gerakan maju-mundur dengan pelan-pelan. Inggrit yang membalasnya dengan menjambak rambutku. Aku terus melakukan genjotan terhadap Vaginanya yang sangat nikmat itu.Aku-pun mulai mempercepatkan gerakan Penisku dengan memaju-mundurkan gerakanku. Inggrit-pun berteriak lagi
“ Aow… Ahhh… Oughhh … Aow… Aduhhhh…. ”, desahnya nampak masih kesakitan.
Melihat Inggrit yang merasa kesakitan, aku-pun aku sejenak menghentikan aksiku dan aku mengeluarkan Penisku dari Vaginanya. Setealah Penisku tercabut dari Liang Vaginaya, tiba-tiba keluarlah darah dari liang senggama Inggrit. Hal itu membuat jok mobil belakangku ternoda oleh darah keperawanan Inggrit.
“ Bebs gimana nih, mau dilanjutin nggk nih ??? aku belum nih soalnya ”, tanyaku
“ Iya Bebs lanjut aja, Inggrit udah siap kok ”, jawab Inggrit.
Lampu hijau nih aku mulai memasukan Penisku ke Vagina Inggrit lagi,
“ Blessssssssss ”, masuklah lagi Penisku kedalm Vagina Inggrit.
Nampaknhya saat ini, Inggrit sudah sangat menikmati tusukan Penisku pada liang Vaginannya, dengan konstan aku menggenjot Liang senggama Inggrit. Kira-kira setelah 10 menit aku menusk Vagina Inggrit denagn penuh nafsu, tiba-tiba oenisku merasakan ada cairan hangat yang keluar dari vaginanya, pada saat itu Penisku masih terttancap didalam Liang senggama Inggrit.
Cairan itu ternyata adalah lendir kawin yang dikeluarkan oleh Inggrit untuk yang kedua kalinya. Diiringi cairan lendir kawin yang membanjiri Penisku, saa itu penisku terasa dijepit oleh dinding-dinding Vagina Inggrit yang terasa mencengkram sekali. Masih dengan Penisku yang masih berada di dalam Vagina Inggrit,
“ Enak sekali sayang, aku udah 2 kali Orgasme ini tadi, kamu belum keluar ya Bebs ?”, tanya Inggrit.
“ Iya nih Bebs, aku belum keluar ”, jawabku.
Tanpa buang waktu lagi aku-pun meneruskan tusukan Penisku pada Vagina Inggrit dan Inggrit terus mengerang suara teriakannya membuat aku tambah bernafsu,
“ Aghhhhh… Oughhh… Yeahhhh… Bebs… ka… ka… kamu… hebat sekali, Ssss… Aghhhh… ”, desahnnya sembari memujiku permainan sexsku.
Setelah itu, tiba-tiba Inggrit mengeluarkan lagi lendir kawin. Dia orgasme untuk yang ketiga kalinya, lalu dia bertanya,
“ Aghhhhh… aku keluar lagi bebs… Eummm… Aghhhh… ”, ucapnya.
Sambungnya lagi,
“ Kamu belum keluar-keluar juga ya Bebs, cepat keluarin donk Bebs, soalnya udah malam nih, pintanya.
“ Iya Bebs, bentar lagi juga keluar kog…”, jawabku.
Lalu aku mulai mempercepat gerakanku, aku menggenjot Vagina Inggrit dengan sangat cepat,
“ Oughhhh…. Aghhh… Aghhh… Yeahhh… Aghhh… ”, desah Inggrit menikmati setiap tusukan Penisku yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.
Aku yang hampir orgasme semakin mempercepat gerakan Penisku keluar masuk pada Vagina Inggrit,
“ Bebs… aku mau keluar nih, Sssss…. Aghhhhhhh… ”, ucapku.
“ Keluarin di luar ya Bebs jangan didalem, aku takut hamil… Oughhhh… ”, pinta Inggrit.
Tidak lama setelah itu akhirnya,
“ Aghhhhhhhhhh…. Crotttttttttt…. Crottt… Crottt ”, pada akhirnya aku mendapatkan orgasmeku juga, dan saat itu aku mengeluarkan spermaku pada payudara Inggrit yang lumayan besar dan mulus itu.
“ Makasih ya Bebs, hal ini tidak akan aku lupakan sepanjang umurku ”, kata Inggrit penuh rasa sayang kepadaku.
“ Iya Bebs… aku juga tidak akan melupakan kejadian ini sampai akhir hayatku. Emuachhh… ” jawabku sembari memberi kecupan pada kening Inggrit.
Akhirnya kami-pun mulai membersihkan tubuh kami dengan tisu basah tyang ada di mobilku, kemudian kami-pun bergegas memakai pakaian kami kembali. Lalu aku-pun mengantarkan Inggrit pulang kerumahnya. Sesampainya dirumah Inggrit, sebelum aku pulang, kami sempat berciuman didalam mobil sebelum dia turun dari mobilku. Aku dan Inggrit tidak akan melupakan kejadian dimana aku melepas keperjakaanku dan dia memberikan keVirginannya.
Singkat cerita hubungan kami-pun berlanjut, setiap akhir pekan aku-pun mendatangi Inggrit, untuk melakukannya hubungan sex. Kami sering melakukan hubungan sex itu di rumahnya pada saat rumahnya sepi. Setidaknya aku dan Inggrit setiap akhir pekan mengisi hari itu dengan hubungan sex. Meskipun aku sekarang sudah menetap di Surabaya dan aku juga sudah mendapatkan beberapa pelajaran dari wanita-wanita yang ada disini tapi Inggrit-lah yang telah memberikan pelajaran sexs yang sangat berharga untukku. Selesai.

VIDEO BOKEP TERBARU LAINNYA:

Related Search

author
Author: 

    Leave a reply "Melepas Keperjakaan dan Keperawanan"