Terhanyut Dalam Liang Senggama Pembantu

No comment 9 views
Hey perkenalkan nama saya Alex, saya adalah Pria berumur 27 tahun, berkulit putih, berwajah sedang dan mempunyai tinggi dan bentuk tubuh standar. Saya akan sedikit bergai cerita sexs saya untuk para pembaca nih.hhe. simak baik-baik yah kawan. Awal mula cerita ini ketika saat itu saya di mutasi oleh perusahaan di daerah Tasik malaya. Saya dimutasi karena saat itu kinerja di tempat kerja saya sebelumnya kurang baik.
Sebenarnya saat itu saya sempat putus asa karena hal itu, ditambah lagi saya harus berpisah dengan pacar yang paling saya cintai. Tapi mau bagaimana lagi itu sudah menjad resikoku. Karena terdesak dengan kebutuhan pada akhirnya saya-pun menerima juga keputusan untuk dimutasi. Sesampainya di Tasik saya ternyata mendapat fasilitas dari perusahaan, yaitu sebuah rumah dinas.
Saya diberikan wewenang untuk memilih rumah dinas saya sesuai selra saya. Pada akhirnya saya mendapatkan rumah kontrakan di daerah pinggiran kota,lumayanlah tipe 36. Dengan fasilitas 2 kamar plus perabotan sudah ada di sana hal itu sudah cukup mebuatku senangdan nyaman. Singkat cerita setelah 1 bulan berlalu saya kuwalahan mengurusi rumah itu.
Maklum sajalah saya-kan laki-laki lagian saya juga bekerja berangkat pagi, dan pulang pada malam hari. Sampai pada akhirnya saat itu pada hari minggu saya pulang ke Bogor untuk bertemu pacar saya, jadinya saat itu rumah dinas saya sangat acak-acakan bahkan kotor sekali.hha. Saat itu saya ngerasa tidak nyaman, pada akhirnya saya memutuskan untuk mencari pembantu untuk mengurus rumah.
Saat itu saya menyempatkan untuk mendatangi salah satu yayasan penyalur asisten rmah tangga di kota Bogor. Sesampainya disana saya memilih 1 orang yang saya pikir bisa bekerja, dan orangnya biasa saja. Akhrinya saya memilih gadis yang masih muda, kira-kira berumur 20 tahun, yang asalnya dari daerah sukabumi. Satu hal kenapa saya memilih dia, karena saat itu dia kelihatan sangat cekatan dan licah ketika praktek.
Sebenarnya sih saya tidak pernah berfikir ngeres atau macam-macam, kalau saya memang berniat macam-macam, saya pasti sudah memilih yang genit dan cantik. Karena pada saat itu ada beberapa pembantu yang genit dan lumayan cantik. Pada akhirnya saya meminta Nisa (nama samaran) untuk menjadi pemabtu saya dan segera diantar ke rumah pada hari sabtu.
Karena saat itu saya pikir hari minggu saya akan pergi dan saya minta Nisa untuk bersihin rumah. Hari sabtu malam orang yayasan datang mengantar Nisa, dan saya lunasi biaya administrasi, lalu jadilah Nisa bekerja di rumah saya. Hari minggu saya tinggal dia di rumah, untuk bersih-bersih dan cuci baju saya yang sudah menggunung. Hari senin pagi saya datang ke rumah,saya seneng banget rumah sudah bersih,rumput-rumput di bersihin depan rumah.
Baju saya-pun sudah pada wangi disetrika sama dia. Karena saya puas,saya kasih dia uang jajan 50 ribu, dia seneng banget, saya bilang itu diluar gaji dan uang makan. Saya kasih dia uang makan karena saya ga pernah makan di rumah,jadi di rumah gak pernah masak. Hari-hari berlalu, saya memang tidak pernah memandang status orang dari pekerjA’aknnya.
Walaupun Nisa adalah pembantu, tapi dia sering cerita tentang pribadi, tentang orang tua di kampung dan lain-lain. Dari situ saya tau bahwa orang tua Nisa telah bercerai, dan Nisa di paksa bekerja untuk menghidupi keluarga, saya juga tahu bahwa Nisa di kampung punya kekasih, dan kekasihnya itu sering telepon tiap hari, Nisa kadang mengeluh juga karena kekasihnya ini sering meminjam uang tetapi tidak di bayar.
Saya sering nasihati dia supaya lebih hati-hati dalam kekasihan, lebih-lebih cowok kayak gitu. Dan dia-pun mengangguk. Kami tiap malam nonton Televisi bareng, terkadang becanda,bahkan ke mall bareng untuk belanja sabun dan sebagainya. Terkadangkalau saya lagi ada duit saya beliin dia baju karena saya tahu bajunya itu2 aja.
Tidak terasa ssudah 3 bulan Nisa kerja di rumah,dan kelihatan dia sangat betah,terlihat dari badan dia yang sekarang menjadi lebih gemuk di banding saat pertama datang. tetapi hal itulah yang mengganggu pikiran saya. Body nya justru membuat saya bergairah, buah dadanya yang dulu kelihatan kecil sekarang ssudah malah kelihatan motok dan padat.
Ditambah lagi pantatnya yang dulu biasa aja sekarang menjadi menarik…haduh…saya pikir bahaya ni. Namun saya buang jauh-jauh perasaanku itu. Secara diam-diam saya suka ngintip dia kalau habis mandi. Terkadang saya juga curi-curi pandangan ke arah pahanya kalau dia lagi memakai baju daster dan duduk sembarangan. Pada suatu hari saya mendapat tugas dari kantor untuk mengurus proyek di kalimantan.
Ketika itu saya-pun harus pergi selama kruang lebih 2 minggu. Saya pergi dan sebelumnya saya sudah berpamitan pada Nisa dan berpesan supaya dia hati-hati menjaga rumah selama saya pergi. Di kalimantan saya selalu sms dia untuk menanyakan kabar,dan saya mulai memberanikan untuk sms yang bernada memancing seperti,
“ Kamu sudah mandi belum Nisa manis? ”, ucapku disms.
Saat itu dia-pun membalas dengan sms,
“ Sudah A’ak sayang ”, balasnya .
Dan saya sempat memancing-mancing dia dengan sms bahwa sebenarnya saya suka sama dia, tetapi takut di tolak karena Nisa sudah punya cowok.Tidak di sangka Nisa membalas dengan sms yang sangat mengagetkan,
“ A’ak kenapa nggak bilang dari dulu, Nisa juga suka banget ma A’ak, tetapi Nisa takut, Nisa-kan cuma pembantu ”, ucap Nisa.
Sudah lama aku menuggu jawaban yang seperti ini, setelah mendapat sms seperti itu saya-pun langsung menelfon dia. Percakapan kami ditelefon-pun mengobrol panjang lebar tentang seringnya saya curi-curi pandang dan lain-lain. Singkat cerita sampai akhirnya saya-pun pulang ke Bogor, saat itu saya langsung menuju rumah.
Nisa menyambut dengan senyuman malu, saya-pun mencubit lengannya karena saya ssudah kangen sekali dengan Nisa. Kemudian saya beranikan mengajak Nisa mengobrol malam itu, kami-pun mengobrol. Namun pada saat kami mengobrol terlihat sekali Nisa sangat kaku dan tidak seperti biasanya, lalu saya-pun bertanya,
“ Kamu kenapa Nis kog kaku begitu sih kayaknya”, tanyaku.
“ Nggak kenapa-napa kog A’ak akunya…hhe … ” jawab Nisa.
Kemudian saya-pun duduk mendekati Nisa, saat itu Lisa terlihat sangat gelisah. Kemudian saya memberanikan diri dengan mendekatkan bibir saya ke bibir Nisa. Saat itu dia sempat sedikit menghindar, tetapi dengan sedikit memaksa pada akhirnya kami-pun berciuman juga. Mulailah saya memainkan lidahku pada bibir Nisa. Saat itu kami bergumul dengan mesra dan hangatnya.
Dengan ditemani hujan bibir kami saling memainkan lidah kami dengan liarnya. Pda malam itu kamipun hanya sekedar Kissing dan berpelukan saja. Saya tipe laki-laki yang tidak ingin terburu-buru untuk melakukan sesuatu dalam segala hal termasuk dalam masalah Sexs. Sebenarnya saya juga bila saya langsung ML pada malam itu, takut jika Nisa akan meminta pertanggunganku kalau sampai dia kenapa-napa.
Pada keesokan harinya, tepatnya sepulang kerja, sesampainya dirumah saya langsung mandi. Seusai mandi saya mengobrol dengan Nisa, Kini Nisa-pun ssudah mulai relaxs seperti dulu lagi. Saat itu Nisa yang sedang menonton Televisi,saya di sebelahnya,yang berbeda adalah sekarang Nisa sudah berani duduk berdekatan dan mulai menempel kepada saya.
Ketika itu saya mulai membuka pembicaran tentang hubungan Nisa dengan kekasihnya yang berada di kampung. Saya bertanya sejauh apa hubungan yang mereka lakukan ketika berpacaran. Nisa-pun mulai bercerita bahwa mereka memang sering berciuman, dan Nisa juga pernah memegang Penis kekasihnya, begitu pula sebaliknya. Dengan berpura-pura cemburu aku-pun pura-pura pergi ke kamar.
Nisa mengejar saya ke kamar..dia minta maaf dan berkata bahwa dia masih Virgin. Sendiri. Saya-pun berkata pada Nisa tidak percaya karena saya belum percaya kalau belum membuktikannya padaku. Saat itu kami-pun sedikit beradu argument dan saya minta pembuktian kalau Nisa memang masih benar-benar Virgin.Tidak kusang saat itu Nisa langsung membuka daster yang di pakainya, dan,
“ Kalau A’ak nggk percaya, Nisa bakal buktikan kalau Nisa memang masih Virgin, nih lihat dan coba aja sendiri Aa’k ” . ucap Nisa sembari menunjukan kewanitaan-nya kearahku yang masih terbalut oleh celana dalamnya.
“ Ja… ja… jangan Nis, aku belum berani untuk bertanggung jawab kalau sampai terjadi sesuatu pada kamu ”, ucapku agak sedikit takut.
“ Udah Aa’k nggak usah mikirin tanggung jawab, yang penting Nisa akan buktikan kalau memang Nisa masih Virgin ”, ucapnya dengan eaut muka yang serius.
Lalu Nisa-pun mendekati saya hanya dan sekrang dia hanya mengenakan BH dan Celana dalam saja. Gila nih cewek, uca saya dalam hati. Saat itu, seketika kejantanan saya-pun langsung menegang maksimal, laki-laki mana sih yang tahan ketika secara langsung melihat apa yang selama ini diinginkan. Damn… saat itu saya sejenak terdiam karena bingung dengan apa yahg harus saya lakukan.
Ditengah kebingungan saya, saat itu bibir Nisa dengan cepatnya sudah melumat bibir saya begitu saja. Kami-pun mulai berciuman di pinggir tempat tidurku, tangan saya secara spontan mulai bergerilya menuju buah dada Nisa. Setelah posisi tanganku tepat di buah dada Nisa, lalu saya mulai membelai buah dada Nisa. Lalu aku membuka BH yang membungkusnya.
Kemudian saya rebahkan Nisa di ranjang, saat itu Nisa tersenyum. Tanpa banyak kata saya-pun mulai melumat puting susu Nisa, dana tangan saya mulai menjamah paha Nisa yang mulus itu,
“ Oughhhh…. A’k… Ssss… Aghhhhh… ”, desah lirih Nisa.
Lalu tangan saya mulai beranjak menuju selangkangan Nisa. Ketika itu saya bermain di pinggiran kewanitaan Nisa yang masih terbungkus celana. Saat itu psosi saya masih terus menjilati puting susu Nisa yang sudah mulai mengeras itu. Tangan saya yang tadi bermain dipinggiran kewanitaan Nisa, kini saya mencoba membuka celana dalam Nisa
“ Oughhhh… A’k … Eummm… ”, desah lirihnya lagi.
Lalu dengan cepat, saya membuka celana kolor , kaos dan tak lupa saya juga membuka celana dalam yang saya pakai saat itu. Lalu saya kembali melumat bibir Nisa, kini tangan saya mulai memainkan Kewanitaan Nisa,
“ Eughhhhh… A’k… terus… A’k… ughhhh… ”, ucap Nisa mulai menikmati.
Kewanitaan Nisa yang ditumbuhi dengan bulu yang tidak terlalu lebat, saya sibakan dengan jari-jari saya. Mulailah aku memainkan danmengelus clitoris Nisa,
“ Ughhh… Aghhhh… Enak A’k… Oughhhh…. ”, udapnya.
Jari-jari saya mulai bermain pada liang senggama Nisa, disusul dengan mulut saya yang masih menghisap dan menjilati buah dada Nisa.Merasakan permainanku itu tangan Nisa-pun mulai memegang dan mengelus-elus kejantanan saya yang sudah menegang dan sedikit mengeluarkan lendir-lendir kejantanan saya.
“ Ihhh… punya A’ak besar yah, ”, ucap Nisa.
Tanpa menjawab saya-pun hanya tersenyum sambil kembali melumat bibir Nisa dan memainkan jari-jariku pada kewanitaan-nya. Lalu bibir saya mulai berpindah ke buah dada, kemudian turun menjilati perutnya dan pada akhirnya sampailah pada kewanitaan Nisa yangs udah becek. Lalu saya membuka paha Nisa dengan perlahan dan kini posisi saya-pun mulai merunduk.
Lalu saya mulai menyibak kedua belahan kewanitaan Nisa dengan tagan saya, lalu lidah saya mulai bermain di bibir kewanitaan Nisa. So wow Mannn, mantap vagina perawan Nisa itu,
“ Aoww… Ughhh… Sss… Aghhhh ”, desah Nisa.
Nisa mendesah ketika bibir kewanitaannya saya jilati, lidah saya mulai menusuk-nusuk liang kewanitaannya dan sesekali lidah saya bermain di clitoris Nisa.
“ Oughhhhh… A’ak….”, desah Nisa semakin keras.
Kira-kira pada saat itu saya menjilati kewanitaannya Nisa selama 10 menit. Setelah puas, saya-pun kembali melumat buah dada Nisa. Saat itu Putingnya saya jilati melingkar dengan jari saya saat itu bermain kembali pada liang kewanitaan Nisa yang becek oleh ledir senggama-nya. saat itu Nisa terus mendesah
“ Aghhh… Oughhh… A’k, nikmat sekali A’k… Oughhh… Yeah… Aghhh… ughhh… ” Nisa memanggil nama saya dalam desahannya.
Tanpa menunggu-nunggu lagi,saya-pun siapkan Torpedoku yang sudah konak maksimal, lalu saya arahkan torpedoku ke kewanitaan Nisa yang sudah basah itu.Saat itu saya lebarkan pahanya dan saya arahkan tepat pada liang senggama Nisa dan saya tekan dengan perlahan,
” A’a… ouwh… sakit A’k… aduhh… ”, ucap nisa kesakitan.
Nisa sedikit meringis ketika torpedo saya mulai masuk ke kewanitaannya, Saya tekan sedikit demi sedikit Torpedo saya semakin dalam,
“ A’ak… sakit… ughhhhhhh…. ”, Nisa mendesah sembari menutup matanya.
Saat itu saya keluar masukan secara konstan, sedikit demi sedikit saya tekan agar bisa menemmbus selaput dara Nisa,
“ Ouwgh… A’k… Sss… Aghhh…” desah Nisa semakin keras.
Saya-pun terus berusaha mengenjot kewanitaannya dan
“ Blessssssssss ”
Masuklah semua batang kejantanan saya,
“ Aowwwwww…. Aduhhhhhh… Sakit A’k… Hu… uu… uuu… ”, rintih Nisa kesakitan.
“ Sakit ya sayang ? tahan ya sayang nanti kalau udah biasa juga enak kok… Sss… aghhh… ”, ucapku menenangkan Nisa.
Setelah itu tiba-tiba keluarlah darah dari liang Vaginanya yang menandakan selaput dara-nya telah tertembus oleh kejantananku. Melihat itu saya mulai mengenjot lagi lebih cepat, darah semakin banyak, saya genjot terus liang senggama Nisa
“ A’ak… sakiiiiiit….ouwhhh… Pelan-pelan A’k…”, pinta Nisa mendesah sambil memejamkan matanya.
Sembari terus menggenjot liang senggama Nisa aku mencoba menenangkan Nisa lagi, “ Tahan dulu ya sayang, bentar lagi sakitnya juga hilang ”, ucapku menenangkan Nisa lagi sembari terus menghujani nisa dengan genjotan kejantananku.
Torpedo saya secara terus menerus keluar nasuk di kewanitaan Nisa, sampai-sampai darah Virginnya Nisa tidak keluar lagi. Saya goyangkan kejantanan saya dalam kewanitaannya, kini saya mulai meghujam lebih dalam dan cepat
“ Ughhh… Auw… Sssss… Aghhh… Yaa… Terus A’k, nikmat A’k… Agh… agh… agh… ”, desah nisa mulai melupakan sakitnya tadi.
Kini kewanitaannya semakin licin karena terbanjiri oleh lendir kawin Nisa. Hal itu menandakan Nisa sudah mendapatkan Orgasme-nya dan saya-pun memepercepat genjotan saya
“ Sungguh nikmat sekali Vagina kamu sayang … oughhh… ”, ucapku.
“ Iya A’k, Ughhh… A’ak juga hebat sekali… Sss.. Aghhh…”, ucap Nisa di ikuti dengan desahannya.
Saat itu Nisa mencengkeram pundak saya, dan tangannya mencakar pantat saya. Tempo permainan sexs-kupun kini tambah kupercepat, setelah kira-kira 15 menit aku terus menggenjot Vagina Nisa, tiba-tiba kejantananku merasa berdenyut, dan badanku mulai mengejang,
“ Eughhh… Crottt… Crottt… Crottt… Crottt… Crottt…”,
akhirnya saya-pun orgasme juga, kejantananku menyemburkan lahar panasnya sampai 5 kali semprotan didalam liang senggama Nisa. Sperma yang begitu banyaknya membanjiri Vagina Nisa yang sudah tidak perawa lagi karenaku. Lalu setelah itu Nisa
“ Sekarang A’ak udah percaya-kan kalau Nisa masih Virgin ? ”, ucap Nisa memastikan keperawananya tadi.
“ Iya Nisa sayang, aku percaya sekali sama kamu mulai saat ini… Makasih ya sayang udah kasih aku kenikmatan yang luar biasa ini ”, ucapku girang.
Lalu kamipun tersenyum dan kami-pun saling berpelukan erat. Saat itu permainan sexs kami tidak berhenti begitu disitu saja. Saat itu saya meminta Nisa supaya kencing dulu dan membersihkan kewanitaannya, saya pengen bermain sexs 4 ronde malam ini .hhe. Malam itu kami-pun bermain hingga 4 ronde, dan setelahb selesai 4 ronde kami-pun tekapar lemah tak perdaya dan sampai akhirnya kami tertidur lelap.
Singkat cerita keesokan harinya saya mengajak Nisa ke bidan yang jauh dari rumah saya untuk meminta agar Nisa suntik KB. Nisa-pun mau dengan KB suntik itu, dan kami-pun hingga sat ini masih berhubungan. Satu hal yang membuat saya tidak bisa lepas dari Nisa adalah aroma kewanitaan Nisa sangat wangi tanpa bau anyir dan tak sedap sedikitpun.
Ditambah lagi Nisa juga pandai dalam hal mengkulum kejantananku, padahal dia tergolong baru mengenal sexs yang seperti ini dengan saya, mungki tu semua adalah bawaan dari orok.hhe. Nisa sangat berbeda sekali dengan pacar saya, Vagina pacar saya tidak wangi seperti punya Nisa dan tidak pandai dalam bermain sexs, temasuk dalam mengkulum atau menepong kejantananku.
Saya menjadi jarang pulang ke Bogor, saya malah tiap minggu menghabiskan waktu bermain sex seharian bareng Nisa, semua gaya sudah kami mainkan, bahkan anal sudah kami praktekan. Istimewanya Nisa, dia tidak pernah meminta saya untuk menikahi dia. Karena dia-pun tak mungkin memutuskan hubungan dengan kekasihnya yang berada dikampung yang sudah di jodohkan oleh orang tuanya.
Entah kapan kami terus begini, jujur sungguh nikmat sex bukan karena status, tetapi karena sebuah belahan daging yang berada disela paha para wanita. Hha. Pesan untuk yang suka maen sex ma pembantunya. Saran dari saya adalah,
“ Pembantu juga manusia,yang butuh kasih sayang dan materi”, kata bijak versi saya,hhe.
Oh iya, selain gaji bulanan, saya juga memberi gaji tambahan 1,5 juta/bulan untuk , ditambah lagi saya juga memberika uang jajan 50 ribu/hari utnuk Nisa agar dia bisa merawat kewanitaan yang mantap itu, demi kepentingan kami bersama. Selesai.

VIDEO BOKEP TERBARU LAINNYA:

Related Search

author
Author: 

    Terhanyut Dalam Liang Senggama Pembantu

    No comment 9 views
    Hey perkenalkan nama saya Alex, saya adalah Pria berumur 27 tahun, berkulit putih, berwajah sedang dan mempunyai tinggi dan bentuk tubuh standar. Saya akan sedikit bergai cerita sexs saya untuk para pembaca nih.hhe. simak baik-baik yah kawan. Awal mula cerita ini ketika saat itu saya di mutasi oleh perusahaan di daerah Tasik malaya. Saya dimutasi karena saat itu kinerja di tempat kerja saya sebelumnya kurang baik.
    Sebenarnya saat itu saya sempat putus asa karena hal itu, ditambah lagi saya harus berpisah dengan pacar yang paling saya cintai. Tapi mau bagaimana lagi itu sudah menjad resikoku. Karena terdesak dengan kebutuhan pada akhirnya saya-pun menerima juga keputusan untuk dimutasi. Sesampainya di Tasik saya ternyata mendapat fasilitas dari perusahaan, yaitu sebuah rumah dinas.
    Saya diberikan wewenang untuk memilih rumah dinas saya sesuai selra saya. Pada akhirnya saya mendapatkan rumah kontrakan di daerah pinggiran kota,lumayanlah tipe 36. Dengan fasilitas 2 kamar plus perabotan sudah ada di sana hal itu sudah cukup mebuatku senangdan nyaman. Singkat cerita setelah 1 bulan berlalu saya kuwalahan mengurusi rumah itu.
    Maklum sajalah saya-kan laki-laki lagian saya juga bekerja berangkat pagi, dan pulang pada malam hari. Sampai pada akhirnya saat itu pada hari minggu saya pulang ke Bogor untuk bertemu pacar saya, jadinya saat itu rumah dinas saya sangat acak-acakan bahkan kotor sekali.hha. Saat itu saya ngerasa tidak nyaman, pada akhirnya saya memutuskan untuk mencari pembantu untuk mengurus rumah.
    Saat itu saya menyempatkan untuk mendatangi salah satu yayasan penyalur asisten rmah tangga di kota Bogor. Sesampainya disana saya memilih 1 orang yang saya pikir bisa bekerja, dan orangnya biasa saja. Akhrinya saya memilih gadis yang masih muda, kira-kira berumur 20 tahun, yang asalnya dari daerah sukabumi. Satu hal kenapa saya memilih dia, karena saat itu dia kelihatan sangat cekatan dan licah ketika praktek.
    Sebenarnya sih saya tidak pernah berfikir ngeres atau macam-macam, kalau saya memang berniat macam-macam, saya pasti sudah memilih yang genit dan cantik. Karena pada saat itu ada beberapa pembantu yang genit dan lumayan cantik. Pada akhirnya saya meminta Nisa (nama samaran) untuk menjadi pemabtu saya dan segera diantar ke rumah pada hari sabtu.
    Karena saat itu saya pikir hari minggu saya akan pergi dan saya minta Nisa untuk bersihin rumah. Hari sabtu malam orang yayasan datang mengantar Nisa, dan saya lunasi biaya administrasi, lalu jadilah Nisa bekerja di rumah saya. Hari minggu saya tinggal dia di rumah, untuk bersih-bersih dan cuci baju saya yang sudah menggunung. Hari senin pagi saya datang ke rumah,saya seneng banget rumah sudah bersih,rumput-rumput di bersihin depan rumah.
    Baju saya-pun sudah pada wangi disetrika sama dia. Karena saya puas,saya kasih dia uang jajan 50 ribu, dia seneng banget, saya bilang itu diluar gaji dan uang makan. Saya kasih dia uang makan karena saya ga pernah makan di rumah,jadi di rumah gak pernah masak. Hari-hari berlalu, saya memang tidak pernah memandang status orang dari pekerjA’aknnya.
    Walaupun Nisa adalah pembantu, tapi dia sering cerita tentang pribadi, tentang orang tua di kampung dan lain-lain. Dari situ saya tau bahwa orang tua Nisa telah bercerai, dan Nisa di paksa bekerja untuk menghidupi keluarga, saya juga tahu bahwa Nisa di kampung punya kekasih, dan kekasihnya itu sering telepon tiap hari, Nisa kadang mengeluh juga karena kekasihnya ini sering meminjam uang tetapi tidak di bayar.
    Saya sering nasihati dia supaya lebih hati-hati dalam kekasihan, lebih-lebih cowok kayak gitu. Dan dia-pun mengangguk. Kami tiap malam nonton Televisi bareng, terkadang becanda,bahkan ke mall bareng untuk belanja sabun dan sebagainya. Terkadangkalau saya lagi ada duit saya beliin dia baju karena saya tahu bajunya itu2 aja.
    Tidak terasa ssudah 3 bulan Nisa kerja di rumah,dan kelihatan dia sangat betah,terlihat dari badan dia yang sekarang menjadi lebih gemuk di banding saat pertama datang. tetapi hal itulah yang mengganggu pikiran saya. Body nya justru membuat saya bergairah, buah dadanya yang dulu kelihatan kecil sekarang ssudah malah kelihatan motok dan padat.
    Ditambah lagi pantatnya yang dulu biasa aja sekarang menjadi menarik…haduh…saya pikir bahaya ni. Namun saya buang jauh-jauh perasaanku itu. Secara diam-diam saya suka ngintip dia kalau habis mandi. Terkadang saya juga curi-curi pandangan ke arah pahanya kalau dia lagi memakai baju daster dan duduk sembarangan. Pada suatu hari saya mendapat tugas dari kantor untuk mengurus proyek di kalimantan.
    Ketika itu saya-pun harus pergi selama kruang lebih 2 minggu. Saya pergi dan sebelumnya saya sudah berpamitan pada Nisa dan berpesan supaya dia hati-hati menjaga rumah selama saya pergi. Di kalimantan saya selalu sms dia untuk menanyakan kabar,dan saya mulai memberanikan untuk sms yang bernada memancing seperti,
    “ Kamu sudah mandi belum Nisa manis? ”, ucapku disms.
    Saat itu dia-pun membalas dengan sms,
    “ Sudah A’ak sayang ”, balasnya .
    Dan saya sempat memancing-mancing dia dengan sms bahwa sebenarnya saya suka sama dia, tetapi takut di tolak karena Nisa sudah punya cowok.Tidak di sangka Nisa membalas dengan sms yang sangat mengagetkan,
    “ A’ak kenapa nggak bilang dari dulu, Nisa juga suka banget ma A’ak, tetapi Nisa takut, Nisa-kan cuma pembantu ”, ucap Nisa.
    Sudah lama aku menuggu jawaban yang seperti ini, setelah mendapat sms seperti itu saya-pun langsung menelfon dia. Percakapan kami ditelefon-pun mengobrol panjang lebar tentang seringnya saya curi-curi pandang dan lain-lain. Singkat cerita sampai akhirnya saya-pun pulang ke Bogor, saat itu saya langsung menuju rumah.
    Nisa menyambut dengan senyuman malu, saya-pun mencubit lengannya karena saya ssudah kangen sekali dengan Nisa. Kemudian saya beranikan mengajak Nisa mengobrol malam itu, kami-pun mengobrol. Namun pada saat kami mengobrol terlihat sekali Nisa sangat kaku dan tidak seperti biasanya, lalu saya-pun bertanya,
    “ Kamu kenapa Nis kog kaku begitu sih kayaknya”, tanyaku.
    “ Nggak kenapa-napa kog A’ak akunya…hhe … ” jawab Nisa.
    Kemudian saya-pun duduk mendekati Nisa, saat itu Lisa terlihat sangat gelisah. Kemudian saya memberanikan diri dengan mendekatkan bibir saya ke bibir Nisa. Saat itu dia sempat sedikit menghindar, tetapi dengan sedikit memaksa pada akhirnya kami-pun berciuman juga. Mulailah saya memainkan lidahku pada bibir Nisa. Saat itu kami bergumul dengan mesra dan hangatnya.
    Dengan ditemani hujan bibir kami saling memainkan lidah kami dengan liarnya. Pda malam itu kamipun hanya sekedar Kissing dan berpelukan saja. Saya tipe laki-laki yang tidak ingin terburu-buru untuk melakukan sesuatu dalam segala hal termasuk dalam masalah Sexs. Sebenarnya saya juga bila saya langsung ML pada malam itu, takut jika Nisa akan meminta pertanggunganku kalau sampai dia kenapa-napa.
    Pada keesokan harinya, tepatnya sepulang kerja, sesampainya dirumah saya langsung mandi. Seusai mandi saya mengobrol dengan Nisa, Kini Nisa-pun ssudah mulai relaxs seperti dulu lagi. Saat itu Nisa yang sedang menonton Televisi,saya di sebelahnya,yang berbeda adalah sekarang Nisa sudah berani duduk berdekatan dan mulai menempel kepada saya.
    Ketika itu saya mulai membuka pembicaran tentang hubungan Nisa dengan kekasihnya yang berada di kampung. Saya bertanya sejauh apa hubungan yang mereka lakukan ketika berpacaran. Nisa-pun mulai bercerita bahwa mereka memang sering berciuman, dan Nisa juga pernah memegang Penis kekasihnya, begitu pula sebaliknya. Dengan berpura-pura cemburu aku-pun pura-pura pergi ke kamar.
    Nisa mengejar saya ke kamar..dia minta maaf dan berkata bahwa dia masih Virgin. Sendiri. Saya-pun berkata pada Nisa tidak percaya karena saya belum percaya kalau belum membuktikannya padaku. Saat itu kami-pun sedikit beradu argument dan saya minta pembuktian kalau Nisa memang masih benar-benar Virgin.Tidak kusang saat itu Nisa langsung membuka daster yang di pakainya, dan,
    “ Kalau A’ak nggk percaya, Nisa bakal buktikan kalau Nisa memang masih Virgin, nih lihat dan coba aja sendiri Aa’k ” . ucap Nisa sembari menunjukan kewanitaan-nya kearahku yang masih terbalut oleh celana dalamnya.
    “ Ja… ja… jangan Nis, aku belum berani untuk bertanggung jawab kalau sampai terjadi sesuatu pada kamu ”, ucapku agak sedikit takut.
    “ Udah Aa’k nggak usah mikirin tanggung jawab, yang penting Nisa akan buktikan kalau memang Nisa masih Virgin ”, ucapnya dengan eaut muka yang serius.
    Lalu Nisa-pun mendekati saya hanya dan sekrang dia hanya mengenakan BH dan Celana dalam saja. Gila nih cewek, uca saya dalam hati. Saat itu, seketika kejantanan saya-pun langsung menegang maksimal, laki-laki mana sih yang tahan ketika secara langsung melihat apa yang selama ini diinginkan. Damn… saat itu saya sejenak terdiam karena bingung dengan apa yahg harus saya lakukan.
    Ditengah kebingungan saya, saat itu bibir Nisa dengan cepatnya sudah melumat bibir saya begitu saja. Kami-pun mulai berciuman di pinggir tempat tidurku, tangan saya secara spontan mulai bergerilya menuju buah dada Nisa. Setelah posisi tanganku tepat di buah dada Nisa, lalu saya mulai membelai buah dada Nisa. Lalu aku membuka BH yang membungkusnya.
    Kemudian saya rebahkan Nisa di ranjang, saat itu Nisa tersenyum. Tanpa banyak kata saya-pun mulai melumat puting susu Nisa, dana tangan saya mulai menjamah paha Nisa yang mulus itu,
    “ Oughhhh…. A’k… Ssss… Aghhhhh… ”, desah lirih Nisa.
    Lalu tangan saya mulai beranjak menuju selangkangan Nisa. Ketika itu saya bermain di pinggiran kewanitaan Nisa yang masih terbungkus celana. Saat itu psosi saya masih terus menjilati puting susu Nisa yang sudah mulai mengeras itu. Tangan saya yang tadi bermain dipinggiran kewanitaan Nisa, kini saya mencoba membuka celana dalam Nisa
    “ Oughhhh… A’k … Eummm… ”, desah lirihnya lagi.
    Lalu dengan cepat, saya membuka celana kolor , kaos dan tak lupa saya juga membuka celana dalam yang saya pakai saat itu. Lalu saya kembali melumat bibir Nisa, kini tangan saya mulai memainkan Kewanitaan Nisa,
    “ Eughhhhh… A’k… terus… A’k… ughhhh… ”, ucap Nisa mulai menikmati.
    Kewanitaan Nisa yang ditumbuhi dengan bulu yang tidak terlalu lebat, saya sibakan dengan jari-jari saya. Mulailah aku memainkan danmengelus clitoris Nisa,
    “ Ughhh… Aghhhh… Enak A’k… Oughhhh…. ”, udapnya.
    Jari-jari saya mulai bermain pada liang senggama Nisa, disusul dengan mulut saya yang masih menghisap dan menjilati buah dada Nisa.Merasakan permainanku itu tangan Nisa-pun mulai memegang dan mengelus-elus kejantanan saya yang sudah menegang dan sedikit mengeluarkan lendir-lendir kejantanan saya.
    “ Ihhh… punya A’ak besar yah, ”, ucap Nisa.
    Tanpa menjawab saya-pun hanya tersenyum sambil kembali melumat bibir Nisa dan memainkan jari-jariku pada kewanitaan-nya. Lalu bibir saya mulai berpindah ke buah dada, kemudian turun menjilati perutnya dan pada akhirnya sampailah pada kewanitaan Nisa yangs udah becek. Lalu saya membuka paha Nisa dengan perlahan dan kini posisi saya-pun mulai merunduk.
    Lalu saya mulai menyibak kedua belahan kewanitaan Nisa dengan tagan saya, lalu lidah saya mulai bermain di bibir kewanitaan Nisa. So wow Mannn, mantap vagina perawan Nisa itu,
    “ Aoww… Ughhh… Sss… Aghhhh ”, desah Nisa.
    Nisa mendesah ketika bibir kewanitaannya saya jilati, lidah saya mulai menusuk-nusuk liang kewanitaannya dan sesekali lidah saya bermain di clitoris Nisa.
    “ Oughhhhh… A’ak….”, desah Nisa semakin keras.
    Kira-kira pada saat itu saya menjilati kewanitaannya Nisa selama 10 menit. Setelah puas, saya-pun kembali melumat buah dada Nisa. Saat itu Putingnya saya jilati melingkar dengan jari saya saat itu bermain kembali pada liang kewanitaan Nisa yang becek oleh ledir senggama-nya. saat itu Nisa terus mendesah
    “ Aghhh… Oughhh… A’k, nikmat sekali A’k… Oughhh… Yeah… Aghhh… ughhh… ” Nisa memanggil nama saya dalam desahannya.
    Tanpa menunggu-nunggu lagi,saya-pun siapkan Torpedoku yang sudah konak maksimal, lalu saya arahkan torpedoku ke kewanitaan Nisa yang sudah basah itu.Saat itu saya lebarkan pahanya dan saya arahkan tepat pada liang senggama Nisa dan saya tekan dengan perlahan,
    ” A’a… ouwh… sakit A’k… aduhh… ”, ucap nisa kesakitan.
    Nisa sedikit meringis ketika torpedo saya mulai masuk ke kewanitaannya, Saya tekan sedikit demi sedikit Torpedo saya semakin dalam,
    “ A’ak… sakit… ughhhhhhh…. ”, Nisa mendesah sembari menutup matanya.
    Saat itu saya keluar masukan secara konstan, sedikit demi sedikit saya tekan agar bisa menemmbus selaput dara Nisa,
    “ Ouwgh… A’k… Sss… Aghhh…” desah Nisa semakin keras.
    Saya-pun terus berusaha mengenjot kewanitaannya dan
    “ Blessssssssss ”
    Masuklah semua batang kejantanan saya,
    “ Aowwwwww…. Aduhhhhhh… Sakit A’k… Hu… uu… uuu… ”, rintih Nisa kesakitan.
    “ Sakit ya sayang ? tahan ya sayang nanti kalau udah biasa juga enak kok… Sss… aghhh… ”, ucapku menenangkan Nisa.
    Setelah itu tiba-tiba keluarlah darah dari liang Vaginanya yang menandakan selaput dara-nya telah tertembus oleh kejantananku. Melihat itu saya mulai mengenjot lagi lebih cepat, darah semakin banyak, saya genjot terus liang senggama Nisa
    “ A’ak… sakiiiiiit….ouwhhh… Pelan-pelan A’k…”, pinta Nisa mendesah sambil memejamkan matanya.
    Sembari terus menggenjot liang senggama Nisa aku mencoba menenangkan Nisa lagi, “ Tahan dulu ya sayang, bentar lagi sakitnya juga hilang ”, ucapku menenangkan Nisa lagi sembari terus menghujani nisa dengan genjotan kejantananku.
    Torpedo saya secara terus menerus keluar nasuk di kewanitaan Nisa, sampai-sampai darah Virginnya Nisa tidak keluar lagi. Saya goyangkan kejantanan saya dalam kewanitaannya, kini saya mulai meghujam lebih dalam dan cepat
    “ Ughhh… Auw… Sssss… Aghhh… Yaa… Terus A’k, nikmat A’k… Agh… agh… agh… ”, desah nisa mulai melupakan sakitnya tadi.
    Kini kewanitaannya semakin licin karena terbanjiri oleh lendir kawin Nisa. Hal itu menandakan Nisa sudah mendapatkan Orgasme-nya dan saya-pun memepercepat genjotan saya
    “ Sungguh nikmat sekali Vagina kamu sayang … oughhh… ”, ucapku.
    “ Iya A’k, Ughhh… A’ak juga hebat sekali… Sss.. Aghhh…”, ucap Nisa di ikuti dengan desahannya.
    Saat itu Nisa mencengkeram pundak saya, dan tangannya mencakar pantat saya. Tempo permainan sexs-kupun kini tambah kupercepat, setelah kira-kira 15 menit aku terus menggenjot Vagina Nisa, tiba-tiba kejantananku merasa berdenyut, dan badanku mulai mengejang,
    “ Eughhh… Crottt… Crottt… Crottt… Crottt… Crottt…”,
    akhirnya saya-pun orgasme juga, kejantananku menyemburkan lahar panasnya sampai 5 kali semprotan didalam liang senggama Nisa. Sperma yang begitu banyaknya membanjiri Vagina Nisa yang sudah tidak perawa lagi karenaku. Lalu setelah itu Nisa
    “ Sekarang A’ak udah percaya-kan kalau Nisa masih Virgin ? ”, ucap Nisa memastikan keperawananya tadi.
    “ Iya Nisa sayang, aku percaya sekali sama kamu mulai saat ini… Makasih ya sayang udah kasih aku kenikmatan yang luar biasa ini ”, ucapku girang.
    Lalu kamipun tersenyum dan kami-pun saling berpelukan erat. Saat itu permainan sexs kami tidak berhenti begitu disitu saja. Saat itu saya meminta Nisa supaya kencing dulu dan membersihkan kewanitaannya, saya pengen bermain sexs 4 ronde malam ini .hhe. Malam itu kami-pun bermain hingga 4 ronde, dan setelahb selesai 4 ronde kami-pun tekapar lemah tak perdaya dan sampai akhirnya kami tertidur lelap.
    Singkat cerita keesokan harinya saya mengajak Nisa ke bidan yang jauh dari rumah saya untuk meminta agar Nisa suntik KB. Nisa-pun mau dengan KB suntik itu, dan kami-pun hingga sat ini masih berhubungan. Satu hal yang membuat saya tidak bisa lepas dari Nisa adalah aroma kewanitaan Nisa sangat wangi tanpa bau anyir dan tak sedap sedikitpun.
    Ditambah lagi Nisa juga pandai dalam hal mengkulum kejantananku, padahal dia tergolong baru mengenal sexs yang seperti ini dengan saya, mungki tu semua adalah bawaan dari orok.hhe. Nisa sangat berbeda sekali dengan pacar saya, Vagina pacar saya tidak wangi seperti punya Nisa dan tidak pandai dalam bermain sexs, temasuk dalam mengkulum atau menepong kejantananku.
    Saya menjadi jarang pulang ke Bogor, saya malah tiap minggu menghabiskan waktu bermain sex seharian bareng Nisa, semua gaya sudah kami mainkan, bahkan anal sudah kami praktekan. Istimewanya Nisa, dia tidak pernah meminta saya untuk menikahi dia. Karena dia-pun tak mungkin memutuskan hubungan dengan kekasihnya yang berada dikampung yang sudah di jodohkan oleh orang tuanya.
    Entah kapan kami terus begini, jujur sungguh nikmat sex bukan karena status, tetapi karena sebuah belahan daging yang berada disela paha para wanita. Hha. Pesan untuk yang suka maen sex ma pembantunya. Saran dari saya adalah,
    “ Pembantu juga manusia,yang butuh kasih sayang dan materi”, kata bijak versi saya,hhe.
    Oh iya, selain gaji bulanan, saya juga memberi gaji tambahan 1,5 juta/bulan untuk , ditambah lagi saya juga memberika uang jajan 50 ribu/hari utnuk Nisa agar dia bisa merawat kewanitaan yang mantap itu, demi kepentingan kami bersama. Selesai.

    Related Search

    author
    Author: 

      Leave a reply "Terhanyut Dalam Liang Senggama Pembantu"