Search Results for: 10 bukti lelaki kacak ini layak digelar best boyfriend

Cerita Dewasa Indahnya Tubuh Mulus Istri Temanku

Cerita Dewasa Indahnya Tubuh Mulus Istri Temanku – Cerita ngentot terhot, Sebelumnya kisah sex yang pernah saya publish ialah Cerita Dewasa Aroma Sejuk CD Dalam Rok Cewek. Cerita sex terbaru, novel sex terlengkap, cerita dewasa terupdate, cerita mesum terbaik, cerita ngentot terpopuler, cerita bokep terselubung, cerita xxx terhot, cerita ml abg perawan, cerita porno janda binal | Nama saya Dika, saya berusia 28 tahun, baru 3 (tiga) bulan bekerja di suatu perusahaan asing di Jakarta, atasan saya Mr. Mike Handerson, berasal dari Amerika, kira-kira berusia 40 tahun. Dalam waktu singkat Mike demikian teman-teman di kantor suka memanggilnya, telah sangat akrab dengan saya, karena kebetulan kami mempunyai hobi yang sama yaitu bermain golf.

Cerita Sex Terbaru 2016 Indahnya Tubuh Mulus Istri Temanku Novel Seks – Perusahaan tempat kami bekerja adalah suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang advertising. Menurut cerita-cerita teman-teman istri Mike, yang berasal dari Amerika juga, sangat cantik dan badannya sangat seksi, seperti bintang film Hollywood.

Cerita Sex Selingkuh, Cerita Sex HOT Terbaru, Cerita Mesum HOT Perselingkuhan, Cerita HOT IGO Ngentot, Cerita Sex Ngentot Terkini.

Aku sendiri belum pernah bertemu secara langsung dengan istri Mike, hanya melihat fotonya yang terletak di meja kerja Mike. Suatu hari saya memasang foto saya berdua denga Nina istri saya, yang berasal dari Bandung dan berusia 26 tahun, di meja kerja saya. Pada waktu Mike melihat foto itu, secara spontan dia memuji kecantikan Nina dan sejak saat itu pula saya mengamati kalau Mike sering melirik ke foto itu, apabila kebetulan dia datang ke ruang kerja saya.

Suatu hari Mike mengundang saya untuk makan malam di rumahnya, katanya untuk membahas suatu proyek, sekaligus untuk lebih mengenal istri masing-masing.

“Dik, nanti malam datang ke rumah ya, ajak istrimu Nina juga, sekalian makan malam”.

“Lho, ada acara apa boss?”, kataku sok akrab.

“Ada proyek yg harus diomongin, sekalian biar istri saling kenal gitu”.

“Okelah!”, kataku.

Sesampainya di rumah, undangan itu aku sampaikan ke Nina. Pada mulanya Nina agak segan juga untuk pergi, karena menurutnya nanti agak susah untuk berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan mereka. Akan tetapi setelah kuyakinkan bahwa Mike dan Istrinya sangat lancar berbahasa Indonesia, akhirnya Nina mau juga pergi.

“Ada apa sih Mas, kok mereka ngadain dinner segala?”.

“Tau, katanya sih, ada proyek apa.., yang mau didiskusikan”.

“Ooo.., gitu ya”, sambil tersenyum. Melihat dia tersenyum aku segera mencubit pipinya dengan gemas. Kalau melihat Nina, selalu gairahku timbul, soalnya dia itu seksi sekali. Rambutnya terurai panjang, dia selalu senam so.., punya tubuh ideal, dan ukurannya itu 34B yang padat kencang.

Pukul 19.30 kami sudah berada di apartemen Mike yang terletak di daerah Jl. Gatot Subroto. Aku mengenakan kemeja batik, sementara Nina memakai stelan rok dan kemeja sutera. Rambutnya dibiarkan tergerai tanpa hiasan apapun.

Sesampai di Apertemen no.1009, aku segera menekan bel yang berada di depan pintu. Begitu pintu terbuka, terlihat seorang wanita bule berusia kira-kiar 32 tahun, yang sangat cantik, dengan tinggi sedang dan berbadan langsing, yang dengan suara medok menegur kami.

“Oh Dika dan Nina yah?, silakan.., masuk.., silakan duduk ya!, saya Wenny istrinya Mike”.

Ternyata Wenny badannya sangat bagus, tinggi langsing, rambut panjang, dan lebih manis dibandingkan dengan fotonya di ruang kerja Mike. Dengan agak tergagap, aku menyapanya.

“Hallo Mam.., kenalin, ini Nina istriku”.

Setelah Nina berkenalan dengan Wenny, ia diajak untuk masuk ke dapur untuk menyiapkan makan malam, sementara Mike mengajakku ke teras balkon apartemennya.

“Gini lho Dik.., bulan depan akan ada proyek untuk mengerjakan iklan.., ini.., ini.., dsb. Berani nggak kamu ngerjakan iklan itu”.

“Kenapa nggak, rasanya perlengkapan kita cukup lengkap, tim kerja di kantor semua tenaga terlatih, ngeliat waktunya juga cukup. Berani!”.

Aku excited sekali, baru kali itu diserahi tugas untuk mengkordinir pembuatan iklan skala besar.

Senyum Mike segera mengembang, kemudian ia berdiri merapat ke sebelahku.

“Eh Dik.., gimana Wenny menurut penilaian kamu?”, sambil bisik-bisik.

“Ya.., amat cantik, seperti bintang film”, kataku dengan polos.

“Seksi nggak?”.

“Lha.., ya.., jelas dong”.

“Umpama.., ini umpama saja loo.., kalo nanti aku pinjem istrimu dan aku pinjemin Wenny untuk kamu gimana?”.

Mendenger permintaan seperti itu terus terang aku sangat kaget dan bingung, perasanku sangat shock dan tergoncang. Rasanya kok aneh sekali gitu. Sambil masih tersenyum-senyum, Mike melanjutkan,

“Nggak ada paksaan kok, aku jamin Nina dan Wenny pasti suka, soalnya nanti.., udah deh pokoknya kalau kau setuju.., selanjutnya serahkan pada saya.., aman kok!”.

Membayangkan tampang dan badan Wenny aku menjadi terangsang juga. Pikirku kapan lagi aku bisa menunggangi kuda putih? Paling-paling selama ini hanya bisa membayangkan saja pada saat menonton blue film. Tapi dilain pihak kalau membayangkan Nina dikerjain si bule ini, yang pasti punya senjata yang besar, rasanya kok tidak tega juga. Tapi sebelum saya bisa menentukan sikap, Mike telah melanjutkan dengan pertanyaan lagi,

“Ngomong-ngomong Nina sukanya kalo making love style-nya gimana sih?”.

Tanpa aku sempat berpikir lagi, mulutku sudah ngomong duluan,

“Dia tidak suka style yang aneh-aneh, maklum saja gadis pingitan dan pemalu, tapi kalau memeknya dijilatin, maka dia akan sangat terangsang!”.

“Wow.., aku justru pengin sekali mencium dan menjilati bagian memek, ada bau khas wanita terpancar dari situ.., itu membuat saya sangat terangsang!”, kata Mike.

“Kalau Wenny sangat suka main di atas, doggy style dan yang jelas suka blow-job” lanjutnya.

Mendengar itu aku menjadi bernafsu juga, belum-belum sudah terasa ngilu di bagian bawahku membayangkan senjataku diisap mulut mungil Wenny itu.

Kemudian lanjut Mike meyakinkanku, “Oke deh.., enjoy aja nanti, biar aku yang atur. Ngomong-ngomong my wife udah tau rencana ini kok, dia itu orangnya selalu terbuka dalam soal seks.., jadi setuju aja”.

“Nanti minuman Nina aku kasih bubuk penghangat sedikit, biar dia agak lebih berani.., Oke.., yaa!”, saya agak terkejut juga, apakah Mike akan memberikan obat perangsang dan memperkosa Rina? Wah kalau begitu tidak rela aku.

Aku setuju asal Rina mendapat kepuasan juga. Melihat mimik mukaku yang ragu-ragu itu, Mike cepat-cepat menambahkan,

“Bukan obat bius atau ineks kok. Cuma pembangkit gairah aja”, kemudian dia menjelaskan selanjutnya,

“Oke, nanti kamu duduk di sebelah Wenny ya, Nina di sampingku”.

Selanjutnya acara makan malam berjalan lancar. Juga rencana Mike. Setelah makan malam selesai kelihatannya bubuk itu mulai bereaksi. Rina kelihatan agak gelisah, pada dahinya timbul keringat halus, duduknya kelihatan tidak tenang, soalnya kalau nafsunya lagi besar, dia agak gelisah dan keringatnya lebih banyak keluar. Melihat tanda-tanda itu, Mike mengedipkan matanya pada saya dan berkata pada Nina,

“Nin.., mari duduk di depan TV saja, lebih dingin di sana!”

dan tampa menunggu jawaban Nina, Mike segera berdiri, menarik kursi Nina dan menggandengnya ke depan TV 29 inchi yang terletak di ruang tengah. Aku ingin mengikuti mereka tapi Wenny segera memegang tanganku.

“Dik, diliat aja dulu dari sini, ntar kita juga akan bergabung dengan mereka kok”.

Memang dari ruang makan kami dapat dengan jelas menyaksikan tangan Mike mulai bergerilya di pundak dan punggung Nina, memijit-mijit dan mengusap-usap halus. Sementara Nina kelihatan makin gelisah saja, badannya terlihat sedikit menggeliat dan dari mulutnya terdengar desahan setiap kali tangan Mike yang berdiri di belakangnya menyentuh dan memijit pundaknya.

Wenny kemudian menarikku ke kursi panjang yang terletak di ruang makan. Dari kursi panjang tersebut, dapat terlihat langsung seluruh aktivitas yang terjadi di ruang tengah, kami kemudian duduk di kursi panjang tersebut. Terlihat tindakan Mike semakin berani, dari belakang tangannya dengan trampil mulai melepaskan kancing kemeja batik Nina hingga kancing terakhir.

BH Nina segera menyembul, menyembunyikan dua bukit mungil kebanggaanku dibalik balutannya. Kelihatan mata Nina terpejam, badannya terlihat lunglai lemas, aku menduga-duga,

“Apakah Nina telah diberi obat tidur, atau obat perangsang oleh Mike?, atau apakah Nina pingsan atau sedang terbuai menikmati permainan tangan Mike?”.

Nina tampaknya pasrah seakan-akan tidak menyadari keadaan sekitarnya. Timbul juga perasaan cemburu berbarengan dengan gairah menerpaku, melihat Nina seakan-akan menyambut setiap belaian dan usapan Mike dikulitnya dan ciuman nafsu Mikepun disambutnya dengan gairah.

Melihat apa yang tengah diperbuat oleh si bule terhadap istriku, maka karena merasa kepalang tanggung, aku juga tidak mau rugi, segera kualihkan perhatianku pada istri Mike yang sedang duduk di sampingku. Niat untuk merasakan kuda putih segera akan terwujud dan tanganku pun segera menyelusup ke dalam rok Wenny, terasa bukit kemaluannya sudah basah, mungkin juga telah muncul gairahnya melihat suaminya sedang mengerjai wanita mungil.

Dengan perlahan jemariku mulai membuka pintu masuk ke lorong kewanitaannya, dengan lembut jari tengahku menekan clitorisnya. Desahan lembut keluar dari mulut Wenny yang mungil itu, “aahh.., aaghh.., aagghh”, tubuhnya mengejang, sementara tangannya meremas-remas payudaranya sendiri.

Sementara itu di ruang sebelah, Mike telah meningkatkan aksinya terhadap Nina, terlihat Nina telah dibuat polos oleh Mike dan terbaring lunglai di sofa. Badan Nina yang ramping mulus dengan buah dadanya tidak terlalu besar, tetapi padat berisi, perutnya yang rata dan kedua bongkahan pantatnya yang terlihat mulus menggairahkan serta gundukan kecil yang membukit yang ditutupi oleh rambut-rambut halus yang terletak diantara kedua paha atasnya terbuka dengan jelas seakan-akan siap menerima serangan-serangan selanjutnya dari Mike.

Kemudian Mike menarik Nina berdiri, dengan Mike tetap di belakangnya, kedua tangan Mike menjelajahi seluruh lekuk dan ngarai istriku itu. Aku sempat melihat ekspresi wajah Nina, yang dengan matanya yang setengah terpejam dan dahinya agak berkerut seakan-akan sedang menahan suatu kenyerian yang melanda seluruh tubuhnya dengan mulutnya yang mungil setengah terbuka, menunjukan Nina menikmati benar permainan dari Mike terhadap badannya itu, apalagi ketika jemari Mike berada di semak-semak kewanitaannya, sementara tangan lain Mike meremas-remas puting susunya, terlihat seluruh badan Nina yang bersandar lemas pada badan Mike, bergetar dengan hebat.

Saat itu juga tangan Wenny telah membuka zipper celana panjangku, dan bagaikan orang kelaparan terus berusaha melepas celanaku tersebut. Untuk memudahkan aksinya aku berdiri di hadapannya, dengan melepaskan bajuku sendiri. Setelah Wenny selesai dengan celanaku, gilirannya dia kutelanjangi. Wow.., kulit badannya mulus seputih susu, payudaranya padat dan kencang, dengan putingnya yang berwarna coklat muda telah mengeras, yang terlihat telah mencuat ke depan dengan kencang.

Aku menyadari, kalau diadu besarnya senjataku dengan Mike, tentu aku kalah jauh dan kalau aku langsung main tusuk saja, tentu Wenny tidak akan merasa puas, jadi cara permainanku harus memakai teknik yang lain dari lain. Maka sebagai permulaan kutelusuri dadanya, turun ke perutnya yang rata hingga tiba di lembah diantara kedua pahanya mulus dan mulai menjilat-jilat bibir kemaluannya dengan lidahku.

Kududukkan Wenny kembali di sofa, dengan kedua kakinya berada di pundakku. Sasaranku adalah memeknya yang telah basah. Lidahku segera menari-nari di permukaan dan di dalam lubang memeknya. Menjilati clitorisnya dan mempermainkannya sesekali. Kontan saja Wenny berteriak-teriak keenakan dengan suara keras,

“Ooohh.., oohh.., sshh.., sshh”.

Sementara tangannya menekan mukaku ke memeknya dan tubuhnya menggeliat-geliat. Tanganku terus melakukan gerakan meremas-remas di sekitar payudaranya. Pada saat bersamaan suara Nina terdengar di telingaku saat ia mendesah-desah, “Oooh.., aagghh!”, diikuti dengan suara seperti orang berdecak-decak. Tak tahu apa yang diperbuat Mike pada istriku, sehingga dia bisa berdesah seperti itu.

Nina sekarang telah telentang di atas sofa, dengan kedua kakinya terjulur ke lantai dan Mike sedang berjongkok diantara kedua paha Nina yang sudah terpentang dengan lebar, kepalanya terbenam diantara kedua paha Nina yang mulus. Bisa kubayangkan mulut dan lidah Mike sedang mengaduk-aduk kemaluan Nina yang mungil itu. Terlihat badan Nina menggeliat-geliat dan kedua tangannya mencengkeram rambut Mike dengan kuat.

Aku sendiri makin sibuk menjilati memek Wenny yang badannya terus menggerinjal-gerinjal keenakan dan dari mulutnya terdengar erangan,

“Ahh.., yaa.., yaa.., jilatin.., Ummhh”. Desahan-desahan nafsu yang semakin menegangkan otot-otot kontolku.

“Aahh.., Dik.., akuu.., aakkuu.., oohh.., hh!”, dengan sekali hentakan keras pinggul Wenny menekan ke mukaku, kedua pahanya menjepit kepalaku dengan kuat dan tubuhnya menegang terguncang-guncang dengan hebat dan diikuti dengan cairan hangat yang merembes di dinding memeknya pun semakin deras, saat ia mencapai organsme.

Tubuhnya yang telah basah oleh keringat tergolek lemas penuh kepuasan di sofa. Tangannya mengusap-usap lembut dadaku yang juga penuh keringat, dengan tatapan yang sayu mengundangku untuk bertindak lebih jauh.

Ketika aku menengok ke arah Mike dan istriku, rupanya mereka telah berganti posisi. Nina kini telentang di sofa dengan kedua kakinya terlihat menjulur di lantai dan pantatnya terletak pada tepi sofa, punggung Nina bersandar pada sandaran sofa, sehingga dia bisa melihat dengan jelas bagian bawah tubuhnya yang sedang menjadi sasaran tembak Mike.

Mike mengambil posisi berjongkok di lantai diantara kedua paha Nina yang telah terpentang lebar. Aku merasa sangat terkejut juga melihat senjata Mike yang terletak diantara kedua pahanya yang berbulu pirang itu, kontolnya terlihat sangat besar kurang lebih panjangnya 20 cm dengan lingkaran yang kurang lebih 6 cm dan pada bagian kepala kontolnya membulat besar bagaikan topi baja tentara saja.

Terlihat Mike memegang kontol raksasanya itu, serta di usap-usapkannya di belahan bibir kemaluan Nina yang sudah sedikit terbuka, terlihat Nina dengan mata yang terbelalak melihat ke arah senjata Mike yang dahsyat itu, sedang menempel pada bibir memeknya.

Kedua tangan Nina kelihatan mencoba menahan badan Mike dan badan Nina terlihat agak melengkung, pantatnya dicoba ditarik ke atas untuk mengurangi tekanan kontol raksasa Mike pada bibir memeknya, akan tetapi dengan tangan kanannya tetap menahan pantat Nina dan tangan kirinya tetap menuntun kontolnya agar tetap berada pada bibir kemaluan Nina, sambil mencium telinga kiri Nina, terdengar Mike berkata perlahan,

“Niinn.., maaf yaa.., saya mau masukkan sekarang.., boleh?”, terlihat kepala Nini hanya menggeleng-geleng kekiri kekanan saja, entah apa yang mau dikatakannya, dengan pandangannya yang sayu menatap ke arah kemaluannya yang sedang didesak oleh kontol raksasa Mike itu dan mulutnya terkatup rapat seakan-akan menahan kengiluan.

Mike, tanpa menunggu lebih lama lagi, segera menekan kontolnya ke dalam lubang memek Nina yang telah basah itu, biarpun kedua tangan Nina tetap mencoba menahan tekanan badan Mike. Mungkin, entah karena tusukan kontol Mike yang terlalu cepat atau karena ukuran kontolnya yang over size, langsung saja Nina berteriak kecil,

“Aduuh.., pelan-pelan.., sakit nih”, terdengar keluhan dari mulutnya dengan wajah yang agak meringis, mungkin menahan rasa kesakitan. Kedua kaki Nina yang mengangkang itu terlihat menggelinjang. Kepala kontol Mike yang besar itu telah terbenam sebagian di dalam kemaluan Nina, kedua bibir kemaluannya menjepit dengan erat kepala kontol Mike, sehingga belahan kemaluan Nina terlihat terkuak membungkus dengan ketat kepala kontol Mike itu. Kedua bibir kemaluan Nina tertekan masuk begitu juga clitoris Nina turut tertarik ke dalam akibat besarnya kemaluan Mike.

Mike menghentikan tekanan kontolnya, sambil mulutnya mengguman, “Maaf.., Nin.., saya sudah menyakitimu.., maaf yaa.., Niin!”.

“aagghh.., jangan teerrlalu diipaksakan.., yaahh.., saayaa meerasa.., aakan.., terbelah.., niih.., sakiitt.., jangan.., diiterusiinn”.

Nina mencoba menjawab dengan badannya terus menggeliat-geliat, sambil merangkulkan kedua tangannya di pungung Mike.

“Niinn.., saya mau masukkan lagi.., yaa.., dan tolong katakan yaa.., kalau Nina masih merasa sakit”, sahut Mike dan tanpa menunggu jawaban Nina, segera saja Mike melanjutkan penyelaman kontolnya ke dalam lubang memek Nina yang tertunda itu, tetapi sekarang dilakukannya dengan lebih pelan pelan.

Ketika kepala kontolnya telah terbenam seluruhnya di dalam lubang kemaluan Nina, terlihat muka Nina meringis, tetapi sekarang tidak terdengar keluhan dari mulutnya lagi hanya kedua bibirnya terkatup erat dengan bibir bawahnya terlihat menggetar.

Terdengar Mike bertanya lagi, “Niinn.., sakit.., yaa?”, Nina hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, sambil kedua tangannya meremas bahu Mike dan Mike segera kembali menekan kontolnya lebih dalam, masuk ke dalam lubang kemaluan Nina.

Secara pelahan-lahan tapi pasti, kontol raksasa itu menguak dan menerobos masuk ke dalam sarangnya. Ketika kontol Mike telah terbenam hampir setengah di dalam lubang memek Nina, terlihat Nina telah pasrah saja dan sekarang kedua tangannya tidak lagi menolak badan Mike, akan tetapi sekarang kedua tangannya mencengkeram dengan kuat pada tepi sofa.

Mike menekan lebih dalam lagi, kembali terlihat wajah Nina meringis menahan sakit dan nikmat, kedua pahanya terlihat menggeletar, tetapi karena Nina tidak mengeluh maka Mike meneruskan saja tusukan kontolnya dan tiba-tiba saja, “Blees”, Mike menekan seluruh berat badannya dan pantatnya menghentak dengan kuat ke depan memepetin pinggul Nina rapat-rapat pada sofa.

Pada saat yang bersamaan terdengar keluhan panjang dari mulut Nina, “Aduuh”, sambil kedua tangannya mencengkeram tepi sofa dengan kuat dan badannya melengkung ke depan serta kedua kakinya terangkat ke atas menahan tekanan kontol Mike di dalam kemaluannya. Mike mendiamkan kontolnya terbenam di dalam lubang memek Nina sejenak, agar tidak menambah sakit Nina sambil bertanya lagi,

“Niinn.., sakit.., yaa? Tahan dikit yaa, sebentar lagi akan terasa nikmat!”, Nina dengan mata terpejam hanya menggelengkan kepalanya sedikit seraya mendesah panjang, “aagghh.., kit!”, lalu Mike mencium wajah Nina dan melumat bibirnya dengan ganas. Terlihat pantat Mike bergerak dengan cepat naik turun, sambil badannya mendekap tubuh mungil Nina dalam pelukannya.

Tak selang lama kemudian terlihat badan Nina bergetar dengan hebat dari mulutnya terdengar keluhan panjang, “Aaduuh.., oohh.., sshh.., sshh”, kedua kaki Nina bergetar dengan hebat, melingkar dengan ketat pada pantat Mike, Nina mengalami orgasme yang hebat dan berkepanjangan. Selang sesaat badan Nina terkulai lemas dengan kedua kakinya tetap melingkar pada pantat Mike yang masih tetap berayun-ayun itu.

aah, suatu pemandangan yang sangat erotis sekali, suatu pertarungan yang diam-diam yang diikuti oleh penaklukan disatu pihak dan penyerahan total dilain pihak.

“Dik.., ayo aku mau kamu”, suara Wenny penuh gairah di telingaku. Kuletakkan kaki Wenny sama dengan posisi tadi, hanya saja kini senjataku yang akan masuk ke memeknya. Duh, rasanya kemaluan Wenny masih rapet saja, aku merasakan adanya jepitan dari dinding memek Wenny pada saat rudalku hendak menerobos masuk.

“Lill.., kok masih rapet yahh”. Maka dengan sedikit tenaga kuserudukkan saja rudalku itu menerobos liang memeknya.

“Aagghh”, mata Wenny terpejam, sementara bibirnya digigit. Tapi ekspresi yang terpancar adalah ekspresi kepuasan. Aku mulai mendorong-dorongkan kontolku dengan gerakan keluar masuk di liang memeknya. Diiringi erangan dan desahan Wenny setiap aku menyodokkan kontolku, melihat itu aku semakin bersemangat dan makin kupercepat gerakan itu. Bisa kurasakan bahwa liang kemaluannya semakin licin oleh pelumas memeknya.

“Ahh.., ahh”, Wenny makin keras teriakannya.

“Ayo Dik.., terus”.

“Enakk.., eemm.., mm!”.

Tubuhnya sekali lagi mengejang, diiringi leguhan panjang, “Uuhh..hh..” “Lill.., boleh di dalam.., yaah”, aku perlu bertanya pada dia, mengingat aku bisa saja sewaktu-waktu keluar.

“mmhhhhh..”.

Kaki Wenny kemudian menjepit pinggangku dengan erat, sementara aku semakin mempercepat gerakan sodokan kontolku di dalam lubang kemaluannya. Wenny juga menikmati remasan tanganku di buah dadanya.

“Nih.., Lill.., terima yaa”.

Dengan satu sodokan keras, aku dorong pinggulku kuat-kuat, sambil kedua tanganku memeluk badan Wenny dengan erat dan kontolku terbenam seluruhnya di dalam lubang kemaluannya dan saat bersamaan cairan maniku menyembur keluar dengan deras di dalam lubang memek Wenny. Badanku tehentak-hentak merasakan kenikmatan orgasme di atas badan Wenny.

Sementara cairan hangat maniku masih terus memenuhi rongga memek Wenny, tiba-tiba badan Wenny bergetar dengan hebat dan kedua pahanya menjepit dengan kuat pinggul saya diikuti keluhan panjang keluar dari mulutnya, “..aagghh.., hhm!”, saat bersamaan Wenny juga mengalami orgasme dengan dahsyat.

Setelah melewati suatu fase kenikmatan yang hebat, kami berdua terkulai lemas dengan masih berpelukan erat satu sama lain. Dari pancaran sinar mata kami, terlihat suatu perasaan nikmat dan puas akan apa yang baru kami alami.

Aku kemudian mencabut senjataku yang masih berlepotan dan mendekatkannya ke muka Wenny. Dengan isyarat agar ia menjilati senjataku hingga bersih. Ia pun menurut. Lidahnya yang hangat menjilati kontolku hingga bersih. “Ahh..”. Dengan kepuasan yang tiada taranya aku merebahkan diri di samping Wenny.

Kini kami menyaksikan bagaimana Mike sedang mempermainkan Nina, yang terlihat tubuh mungilnya telah lemas tak berdaya dikerjain Mike, yang terlihat masih tetap perkasa saja. Gerakan Mike terlihat mulai sangat kasar, hilang sudah lemah lembut yang pernah dia perlihatkan. Mulai saat ini Mike mengerjai Nina dengan sangat brutal dan kasar.

Nina benar-benar dipergunakan sebagai objek seks-nya. Saya sangat takut kalau-kalau Mike menyakiti Nina, tetapi dilihat dari ekspressi muka dan gerakan Nina ternyata tidak terlihat tanda-tanda penolakan dari pihak Nina atas apa yang dilakukan oleh Mike terhadapnya.

Mike mencabut kontolnya, kemudian dia duduk di sofa dan menarik Nina berjongkok diantara kedua kakinya, kepala Nina ditariknya ke arah perutnya dan memasukkan kontolnya ke dalam mulut Nina sambil memegang belakang kepala Nina, dia membantu kepala Nina bergerak ke depan ke belakang, sehingga kontolnya terkocok di dalam mulut Nina. Kelihatan Nina telah lemas dan pasrah, sehingga hanya bisa menuruti apa yang diingini oleh Mike, hal ini dilakukan Mike kurang lebih 5 menit lamanya.

Mike kemudian berdiri dan mengangkat Nina, sambil berdiri Mike memeluk badan Nina erat-erat. Kelihatan tubuh Nina terkulai lemas dalam pelukan Mike yang ketat itu. Tubuh Nina digendong sambil kedua kaki Nina melingkar pada perut Mike dan langsung Mike memasukkan kontolnya ke dalam kemaluan Nina. Ini dilakukannya sambil berdiri.

Badan Nina terlihat tersentak ke atas ketika kontol raksasa Mike menerobos masuk ke dalam lubang kemaluannya dari mulutnya terdengar keluhan, “aagghh!”, Nina terlihat seperti anak kecil dalam gendongan Mike. Kaki Nina terlihat merangkul pinggang Mike, sedangkan berat badannya disanggah oleh kontol Mike.

Mike berusaha memompa sambil berdiri dan sekaligus mencium Nina. Pantat Nina terlihat merekah dan tiba-tiba Mike memasukkan jarinya ke lubang pantat Nina. “Ooohh!”. Mendapat serangan yang demikian serunya dari Mike, badan Nina terlihat menggeliat-geliat dalam gendongan Mike. Suatu pemandangan yang sangat seksi.

Ketika Mike merasa capai, Nina diturunkan dan Mike duduk pada sofa. Nina diangkat dan didudukan pada pangkuannya dengan kedua kaki Nina terkangkang di samping paha Mike dan Mike memasukkan kontolnya ke dalam lubang kemaluan Nina dari bawah. Dari ruang sebelah saya bisa melihat kontol raksasa Mike memaksa masuk ke dalam lubang kemaluan Nina yang kecil dan ketat itu.

Memeknya menjadi sangat lebar dan kontol Mike menyentuh paha Nina. Kedua tangan Mike memegang pinggang Nina dan membantu Nina memompa kontol Mike secara teratur, setiap kali kontol Mike masuk, terlihat memeknya ikut masuk ke dalam dan cairan putih terbentuk di pinggir bibir memeknya. Ketika kontolnya keluar, terlihat memeknya mengembang dan menjepit kontol Mike. Mereka melakukan posisi ini cukup lama.

Kemudian Mike mendorong Nina tertelungkup pada sofa dengan pantat Nina agak menungging ke atas dan kedua lututnya bertumpu di lantai. Mike akan bermain doggy style. Ini sebenarnya adalah posisi yang paling disukai oleh Nina. Dari belakang pantat Nina, Mike menempatkan kontolnya diantara belahan pantat Nina dan mendorong kontolnya masuk ke dalam lubang memek Nina dari belakang dengan sangat keras dan dalam, semua kontolnya amblas ke dalam memek Nina.

Jari jempol tangan kiri Mike dimasukkan ke dalam lubang pantat. Nina setengah berteriak, “aagghh!”, badannya meliuk-liuk mendapat serangan Mike yang dahsyat itu. Badan Nina dicoba ditarik ke depan, tapi Mike tidak mau melepaskan, kontolnya tetap bersarang dalam lubang kemaluan Nina dan mengikuti arah badan Nina bergerak.

Nina benar-benar dalam keadaan yang sangat nikmat, desahan sudah berubah menjadi erangan dan erangan sudah berubah menjadi teriakan,

“Ooohhmm.., aaduhh!”.

Mike mencapai payudara Nina dan mulai meremas-remasnya. Tak lama kemudian badan Nina bergetar lagi, kedua tangannya mencengkeram dengan kuat pada sofa, dari mulutnya terdengar,

“Aahh.., aahh.., sshh.., sshh!”.

Nina mencapai orgasme lagi, saat bersamaan Mike mendorong habis pantatnya sehingga pinggulnya menempel ketat pada bongkahan pantat Nina, kontolnya terbenam seluruhnya ke dalam kemaluan Nina dari belakang.

Sementara badan Nina bergetar-getar dalam orgasmenya, Mike sambil tetap menekan rapat-rapat kontolnya ke dalam lubang kemaluan Nina, pinggulnya membuat gerakan-gerakan memutar sehingga kontolnya yang berada di dalam lubang memek Nina ikut berputar-putar mengebor liang memek Nina sampai ke sudut-sudutnya.

Setelah badan Nina agak tenang, Mike mencabut kontolnya dan menjilat memek Nina dari belakang. Memek Nina dibersihkan oleh lidah Mike. Kemudian badan Nina dibalikkannya dan direbahkan di sofa. Mike memasukkan kontolnya dari atas, sekarang tangan Nina ikut aktif membantu memasukkan kontol Mike ke memeknya.

Kaki Nina diangkat dan dilingkarkan ke pinggang Mike. Mike terus menerus memompa memek Nina. Badan Nina yang langsing tenggelam ditutupi oleh badan Mike, yang terlihat oleh saya hanya pantat dan lubang memek yang sudah diisi oleh kontol Mike. Kadang-kadang terlihat tangan Nina meraba dan meremas pantat Mike, sekali-kali jarinya di masukkan ke dalam lubang pantat Mike. Gerakan pantat Mike bertambah cepat dan ganas memompa dan terlihat kontolnya yang besar itu dengan cepat keluar masuk di dalam lubang memek Nina, tiba-tiba, Bacaan sex top: Cerita Dewasa Liarnya Adik Iparku Saat Bercinta

“Ooohh.., oohh!”, dengan erangan yang cukup keras dan diikuti oleh badannya yang terlonjak-lonjak, Mike menekan habis pantatnya dalam-dalam, mememetin pinggul Nina ke sofa, sehingga kontolnya terbenam habis ke dalam lubang kemaluan Nina, pantat Mike terkedut-kedut sementara kontolnya menyemprotkan spermanya di dalam memek Nina, sambil kedua tangannya mendekap badan Nina erat-erat. Dari mulut Nina terdengar suara keluhan,

“Sssh.., sshh.., hhmm.., hhmm!”, menyambut semprotan cairan panas di dalam liang memeknya.

Setelah berpelukan dengan erat selama 5 menit, Mike kemudian merebahkan diri di atas badan Nina yang tergeletak di sofa, tanpa melepaskan kontolnya dari memek Nina. Nina melihat ke saya dan memberikan tanda bahwa yang satu ini sangat nikmat. Aku tidak bisa melihat ekspresi Mike karena terhalang olah tubuh Nina. Yang jelas dari sela-sela selangkangan Nina mengalir cairan mani.

Kemudian Ninapun seperti kebiasaan kami membersihkan kontol Mike dengan mulutnya, itu membuat Mike mengelinjang keenakan. Malam itu kami pulang menjelang subuh, dengan perasaan yang tidak terlupakan. Kami masih sempat bermain 2 ronde lagi dengan pasangan itu. – Situs dewasa sex online terlengkap, novel sex terupdate, novel sex dewasa, novel xxx terbaru, novel cerita hot, novel cerita bokep, novel cerita porno, novel mesum, novel abg ml, novel tante selingkuh, novel janda hypersex, novel sex terpanas, novel perawan suka bugil.

Cerita Sex / Cerita Dewasa / Cerita Mesum / Cerita Panas / Cerita Porno / Cerita Bokep / Cerita Sex Tante / Cerita Sex ABG / Cerita Sex Janda / Cerita Sex Perawan / Cerita HOT / Kisah Sex / Sex Bergambar / Foto Seks

Saling Meraba Puting Gadis SMP, Skandal Hubungan Sejenis

Saling Meraba Puting Gadis SMP, Skandal Hubungan Sejenis Beginilah cerita seks sejenis ini bermula, Fani menghempaskan pantatnya di sofa lalu duduk bersila sambil menenggak air putih dari gelasnya. “Udah selesai belum?” tanyanya pada Emmi yang duduk di lantai mengerjakan soal-soal latihan matematika di meja ruang tamu rumah Fani. “Dikit lagi kok,” jawab Emmi tanpa mengangkat wajah dari buku-buku di depannya.

Fani mengamati wajah Emmi yang serius menyelesaikan tugasnya. Walaupun berambut pendek cepak seperti lelaki, namun Emmi tetap tak bisa menyembunyikan kecantikan wajahnya, yang ditunjang oleh tubuhnya yang langsing dengan sepasang buah dada yang cukup besar, berkembang lebih cepat daripada para gadis kelas 1 SMP sebayanya.

Fani memang punya alasan tersendiri bersedia mengajari Emmi matematika di rumahnya menjelang ulangan umum ini. Walaupun menjadi incaran banyak cowok di sekolahnya, tak satu pun mendapat sambutan dari Fani. Pasalnya gadis cantik berambut panjang yang baru saja berkembang remaja dan mulai mempunyai hasrat seksual ini ternyata tak tertarik kepada lawan jenis, ia lebih menyukai berdekatan dan bersentuhan dengan sesama gadis.

Saat Emmi, adik kelas yang memang sudah lama ia sukai ini meminta Fani yang memang terkenal paling pintar di antara murid-murid kelas 2 untuk mengajarinya matematika, Fani tak menyia-nyiakan kesempatan Emas ini. “Udah nih!” tukas Emmi mendadak, menyentakkan Fani dari lamunannya.

Fani menatap Emmi yang mengacungkan buku di depannya sambil tersenyum, lesung pipitnya tercetak begitu dalam di pipinya yang putih mulus itu, membuat wajahnya menjadi semakin menggemaskan. Sambil menyambar buku itu, Fani membuang jauh-jauh pikirannya yang melayang ke mana-mana, “Sini gue periksa!” tukasnya.

Hampir selesai Fani memeriksa pekerjaan “muridnya” ini ketika mendadak ibunya muncul di ruang tamu menjelaskan bahwa ia akan menyusul ayah Fani ke kantor sambil membawa adik Fani yang masih kecil, lalu dari sana langsung pergi ke Sukabumi karena ada saudara mereka yang sakit keras.

Fani diminta menjaga rumah baik-baik bersama Iroh, sang pembantu rumah tangga. Telah terdidik mandiri sejak kecil, Fani tak merasa berat dengan keadaan ini. Tak lama, ibu dan adiknya pergi naik taksi dan Fani pun menyelesaikan memeriksa latihan Emmi. “Lumayan, cuma satu yang salah.

Lu cepet ngerti juga ya, Em?” kata Fani. Emmi tersenyum malu-malu mendengar pujian ini, lalu pamit untuk pulang karena hari sudah menjelang malam. “Eh, jangan dulu dong! Emanng yang salah ini nggak mau dikoreksi dulu? Sekalian deh gue jelasin kesalahannya, biar lu ngerti,” kata Fani.

“Tapi entar gue pulang kemalemann, Fan,” jawab Emmi bingung. “Gini aja. Lu telepon aja nyokap lu. Bilang lu nginep di sini malem ini. Sekalian nemenin gue,” balas Fani. Walaupun nada bicaranya biasa saja, dalam hati Fani sangat berharap Emmi menyambut usulnya ini. “Kalo dikasih, ye?” jawab Emmi membuat Fani girang.

Emmi yang mengagumi kakak kelasnya yang cantik dan pintar ini sebenarnya memang senang diajak menginap. Maka ia pun menelepon ke rumahnya dan ternyata diizinkan untuk menginap. Dengan gembira, Fani merangkul leher Emmi, dan mengajaknya ke meja makan untuk makan malam. Lengannya jatuh dengan santai di dada Emmi selagi mereka berjalan. Cerita Seks Bergambar

Walau tampak santai, sebenarnya Fani sangat berdebar-debar merasakan buah dada lembut adik kelasnya ini bergesek-gesek dengan tangannya. Tapi apa lacur, jarak tak jauh membuat Fani terpaksa melepas rangkulannya. Selesai makan, mereka pun melanjutkan pelajaran dengan serius, hingga Fani pun melupakan sensasi gairah singkat yang sempat ia rasakan.

“Udeh dulu ye, Fan?” pinta Emmi setelah sekitar 1,5 jam belajar, “Otak gue udeh butek nih!” lanjutnya setengah memohon. “Iya deh. Gue juga udah capek,” jawab Fani, “Yuk ah!” katanya sambil berdiri membereskan buku-buku di meja makan.

Mereka beranjak ke kamar Fani dan Emmi langsung menghenyakkan tubuhnya di ranjang sementara Fani sendiri duduk di kursi meja belajarnya. Mereka mengobrol tak tentu arah beberapa saat ketika akhirnya arah obrolan entah kenapa mulai menyinggung ke arah yang sensitif. “Ooh, jadi lu udah mens?” kata Fani, lalu dilanjutkan, “Jadi udah doyan cowok dong?” “Tapi gue masih males cari pacar. Cowok-cowok pada kasar sih! Nggak demen gue!” balas Emmi.

Fani yang merasa mendapat angin langsung mengarahkan pembicaraan. “Lha, gue kirain toket lu gede karena sering dipegang-pegang ama pacar lu.” “Enggak lagi. Ini Emang dari sononya begini,” jawab Emmi sambil menatap buah dadanya, “Kayaknya sih Emang keturunan, keluarga gue yang cewek toketnya Emang gede-gede.”

Fani yang mulai berdebar-debar dengan arah pembicaraan ini merasa mendapat jalan dan terus menekan. Ia membuka kaosnya, menampilkan mini set menutupi buah dadanya yang kecil, walaupun tampak mulai tumbuh. “Kayaknya toket gue nggak gede-gede deh,” ujarnya sambil meloloskan mini set dari dadanya, menampilkan putingnya yang berwarna coklat muda, “Gue pengen segede punya lu, Em.” Emmi terhenyak melihat kakak kelasnya dengan santai bertelanjang dada di depannya.

Seumur hidup ia belum pernah melihat wanita telanjang, bahkan ibunya sendiri.Fani melanjutkan serangannya. “Coba deh lihat toket lu.” Emmi semakin terbelalak. “Ah, malu ah gue!” “Idih, ngapain malu lagi! Kan nggak ada cowok,” tukas Fani, “Ayo buka aja.” Agak bingung namun bangga dengan perhatian sang kakak kelas, Emmi pun akhirnya meloloskan kaos dari tubuhnya, menampilkan BH putih yang menyembunyikan buah dadanya.

Fani beranjak ke ranjang dan duduk di belakang Emmi, langsung meraih dan melepaskan kait BH Emmi. Wajah Emmi bersemu merah, apalagi saat Fani melepas BH-nya lalu menarik lengannya, membalikkan badannya hingga kini mereka duduk berhadapan di ranjang, sama-sama bertelanjang dada. Emmi tertunduk sementara Fani merasakan darahnya berdesir menyaksikan pemandangan indah sepasang buah dada berukuran 34 di hadapannya ini.

Fani menelan ludah berusaha mengendalikan pengalaman seksual pertamanya ini. Ia melihat wajah Emmi yang menghindari kontak mata dengannya. “Em, lu kok malu sih? Toket lu bagus lagi.” Emmi melirik Fani, “Segini sih kecil, Fan. Kakak gue pake BH nomor 36B.” “Ya dia kan udah kuliah,” tukas Fani, “Untuk usia lu, toket lu tuh udah gede.” Wajah Emmi semakin memerah dengan perasaan malu bercampur bangga akan pujian kakak kelasnya yang cantik ini.

Sementara di lain pihak, Fani sendiri sEmmikin berdebar-debar dan memberanikan diri melanjutkan eksperimen seksualnya. “Gue pegang, ya?” pinta Fani sambil menatap Emmi. Gadis manis berambut cepak ini ternyata masih belum berani menatap Fani dan tak memberi jawaban apa-apa.

Fani menganggap Emmi tak menolak dan segera meraih dada adik kelasnya ini. Emmi menggigit bibir. “Hi hi hi hi hi..” Emmi terkikik saat Fani mengelus-elus buah dadanya dengan jantung berdebar-debar, “Geli, Fan!” lanjut Emmi lagi. “Gue mau ngerasain juga dong!” tukas Fani sambil meraih tangan Emmi dan menuntunnya ke arah dadanya.

Emmi kembali menggigit bibir, namun tak memberikan perlawanan. Tangannya menyentuh puting Fani dan ia pun menggerakkan tangannya berputar-putar meraba buah dada Fani. Emmi terpesona saat ia melirik wajah kakak kelasnya ini dan tampak Fani memejamkan mata sambil menggigit bibir. Tampak sekali bahwa Fani sangat menikmati sentuhannya. “Enak ya, Fan?” tanya Emmi setengah bingung, Fani hanya menganggukkan kepala tanpa membuka mata, “Coba lu raba gue lagi dong,” pinta Emmi penasaran.

Kedua gadis itu pun saling meraba buah dada masing-masing beberapa saat. Tampak Fani sangat menikmati sensasi seksual pertamanya ini. Kulit telanjang mereka sama-sama tampak merinding. Fani melepaskan tangannya dari dada Emmi, lalu menghela napas panjang, menikmati dengan sepenuh hati rangsangan gairah pertamanya ini, sementara Emmi kembali terkikik geli.

Fani bangkit dan menarik lengan Emmi agar mengikutinya berdiri. “Lu mau tahu nggak rasanya kalo pacaran ama cowok?” tanya Fani yang membuat Emmi bingung tak mengerti. Fani melanjutkan, “Gue juga belom pernah. Kita cobain yuk?!” Emmi sEmmikin tak paham maksud Fani, namun diam saja saat Fani membungkukkan badannya dan langsung mengulum puting Emmi dengan lembut.

Emmi tersentak dan sontak mundur sambil mendorong kepala Fani, “Gila lu, Fan! Geli lagi! Lihat tuh gue sampe merinding!” tukas Emmi menunjukkan seluruh kulit tubuhnya yang mEmming berbintik-bintik merinding. Tetap dalam posisi membungkuk, Fani melirik sang adik kelas sambil berkata, “Namanya juga baru nyobain. Lu rasain aja dulu. Kata orang-orang enak.”

Fani merengkuh pinggang Emmi dan menariknya mendekat, sementara Emmi yang kebingungan dengan pengalaman pertama yang baginya sangat aneh ini tak kuasa melawan. Dengan jantung berdebar penuh perasaan yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata, Fani kembali menempelkan bibir mungilnya yang basah itu pada puting Emmi dan dengan lembut mEmmisukkan puting berwarna gelap itu ke dalam mulutnya.

Ia mengulum puting Emmi dengan lembut sementara Emmi menggigit bibir menahan rasa geli hebat yang kembali membuat seluruh tubuhnya merinding. Tak lama hingga Emmi merasakan rasa geli berubah menjadi perasaan berdesir yang tak ia pahami dan tak bisa ia jelaskan.

Setiap hisapan Fani memberikan sEmmicam perasaan tersetrum ringan yang nikmat dan lenguhan kecil terlepas dari bibirnya tanpa terkendali, “Uhh..” Terkesiap mendengar ini, Fani menghentikan hisapannya dan bangkit menatap Emmi, “Enak ya, Em?” tanyanya dengan polos dan tulus.

Emmi tak bisa menjawab, hanya menganggukkan kepalanya. “Terus terang, gue juga suka banget ngisepin pentil lu,” lanjut Fani lagi, “Gue nggak bisa jelasin perasaan gue, tapi pokoknya enak banget deh, terangsang banget.” Emmi kembali hanya mengangguk tanpa bisa bicara.

Kini Fani menarik lengan Emmi dan mendudukkannya di pinggir ranjang, sementara ia sendiri berlutut di lantai, “Gue terusin ya?” katanya lembut. Tanpa menunggu jawaban dari Emmi, Fani langsung kembali mendaratkan bibirnya di puting adik kelasnya yang kebingungan itu dan kembali mengulumnya, kali ini dengan gairah yang sEmmikin bergelora dalam dadanya sendiri. Dengan refleks, Fani mulai mEmmiinkan lidahnya pada puting Emmi, membuat Emmi terpekik tertahan sambil mendadak kedua tangannya mencengkeram kepala Fani. Namun kali ini Emmi tak mendorong Fani. Sebaliknya ia malah seperti menarik kepala Fani agar menghisap dan menjilati putingnya sEmmikin keras.

Fani sendiri sangat menikmati gairah yang sEmmikin meledak-ledak dalam dirinya, ditambah reaksi Emmi yang membuatnya sEmmikin terangsang, hingga lidah dan bibirnya sEmmikin liar menjilati dan menghisapi puting Emmi. “Ohh..” Emmi mendesah tanpa ia sadari. Fani pun melepas mulutnya dari buah dada Emmi, membuat kekecewaan dan rasa terkejut terbersit di wajah Emmi.

“Gantian dong, Em,” kata Fani, “Kayaknya lu nikmatin banget. Gue kan juga mau ngerasain,” lanjutnya dengan perasaan penuh pengharapan dan antisipasi. Emmi tentunya mEmmihami ini walaupun merasa sangat aneh harus menghisap buah dada sesama wanita, namun setelah ia merasakan kenikmatan dan rangsangan gairah yang baru kali ini ia rasakan, ia tahu Fani pasti akan merasakan kenikmatan yang sama.

Maka kini Fani duduk di pinggir ranjang dan Emmi, masih tetap duduk di pinggir ranjang, membungkukkan badan dan mulai mengulum dan menghisap puting Fani. “Ngghh..” lenguhan Fani langsung meledak begitu bibir basah Emmi menghisap putingnya yang kecil dan segar itu.

Mata Fani terpejam rapat sementara darahnya menggelegak oleh rangsangan dan kenikmatan hebat yang baru kali ini ia rasakan. Tahu kakak kelasnya menikmati ini, Emmi sEmmikin rileks dan melanjutkan hisapan dan jilatannya pada puting Fani, bahkan sEmmikin lama sEmmikin liar dan ganas, membuat Fani terpaksa mencengkeram kepala Emmi dan merintih-rintih menahan gairah, “Aaahh.. ahh.. Emm.. Enak Emm..” Emmi sendiri tak menyangka akan menikmati pengalaman ini, memeluk tubuh Fani dan sEmmikin menjadi-jadi menghisapi puting Fani. “Ohh.. ohh.. ohh.. stop.. stop.. stop dulu Em.. ohh.. Emm..” desah Fani.

Bingung dan takut tindakannya salah hingga Fani tak lagi menikmati ini, Emmi berhenti menjilati puting Fani dan menatap kakak kelasnya yang terengah-engah dengan wajah merah padam penuh birahi ini, “Kenapa, Fan? Nggak enak, ya?” tanya Emmi bingung. “Gila lu! Nikmat banget lagi,” balas Fani, “Cuma gue berasa aneh nih, Em. Kayaknya celana dalem gue makin basah deh.” Emmi terbeliak sEmmikin bingung mendengar itu. “Mungkin saking nikmatnya gue kencing dikit di celana kali,” lanjut Fani sama-sama tak mengerti.

Fani langsung bangkit berdiri dan melepas celana pendeknya, lalu meraba celana dalamnya, “Tuh kan! Bener basah!” tukasnya lalu ia mencium tangannya yang baru ia pakai meraba selangkangannya itu, “Tapi bukan kencing nih, Em. Nggak pesing tuh!” ujar Fani yang dilanjutkannya dengan meloloskan celana dalamnya hingga kini ia benar-benar telanjang bulat berdiri di depan Emmi.

Fani memeriksa celana dalamnya dan mendapatkan sedikit lendir bening melekat di celana dalamnya. “Ih, bener, bukan kencing, Em. Lendir nih!” tukas Fani sambil menengok ke arah Emmi dan terkejut melihat Emmi tampak duduk dengan gelisah sambil menggerak-gerakkan pahanya dengan mata tampak menerawang. “Naah, lu juga basah ya, Em?” sentak Fani mengejutkan Emmi!

Serta merta Fani menarik lengan Emmi hingga adik kelasnya ini berdiri di depannya, lalu dengan cepat Fani melorotkan celana pendek sekaligus celana dalam Emmi yang masih terlalu kebingungan hingga tak melakukan perlawanan. Fani menarik celana Emmi lepas dari pergelangan kakinya lalu kembali berdiri dan menunjukkan lendir bening yang juga terdapat di bagian dalam celana dalam adik kelasnya yang cantik itu. “Tuh lihat, lu juga keluar lendirnya, Em.” Emmi hanya bengong sementara Fani sEmmikin bergairah pada permainan seksual mereka yang ternyata berkembang jauh melebihi perkiraannya.

Dengan tinggi kurang lebih 160-an cm dan berat sekitar 45 kg, Fani dan Emmi benar-benar tampak seperti sepasang gadis cilik, sama-sama telanjang bulat, berdiri berhadapan, menjelajahi pengalaman seksual pertama mereka yang membingungkan, namun menggairahkan sekaligus memberi kenikmatan hebat.

Fani melempar kedua celana dalam ke lantai sambil mengulurkan tangannya ke selangkangan Emmi. “Ngghh..” Emmi melenguh panjang selagi setruman gairah hebat meledak dalam dirinya saat jari Fani menyentuh bibir vaginanya yang basah itu. Lututnya sontak terasa lEmmis dan kepalanya terasa ringan melayang. Cerita Sex

Melihat tEmminnya limbung, Fani langsung merangkulnya dan menuntunnya kembali duduk di ranjang. Fani sendiri duduk di samping Emmi, merangkul pundak Emmi dengan sebelah tangan lalu tangan satunya kembali melanjutkan meraba vagina Emmi.

Diiringi desah gairah Emmi yang begitu merangsang di telinga sang kakak kelas, Fani menggosok-gosokkan jarinya dengan lembut di sepanjang bibir vagina Emmi yang sEmmikin lama tampak sEmmikin merekah, menampilkan daging merah muda segar dan basah sang perawan cilik. “Hhh.. Fan.. ohh.. ngghh.. mmhh..”Fani sEmmikin terangsang dan sEmmikin berani.

Ujung jari tengahnya ia masukkan ke dalam vagina Emmi dan ia gerakkan menggesek daging segar vagina Emmi yang sEmmikin lama sEmmikin banyak mengeluarkan lendir bening itu dari bawah ke atas, hingga menyentuh klitoris Emmi yang mulai mencuat. “Ngk! Ahh..” Emmi terpekik menggairahkan saat jari Fani mencapai klitorisnya.

Fani terkejut namun sEmmikin terangsang melihat reaksi nikmat sang adik kelas. Wajah menggEmmiskan Emmi tampak sEmmikin menggairahkan dengan mata terpejam menikmati sentuhan lembut Fani. Mempertahankan kelembutan tekanannya, jari Fani sEmmikin cepat menggesek vagina dan klitoris Emmi, membuat Emmi mendesah dan merintih tak terkendali.

“Hhh.. hh.. ngh.. nghh.. mm.. mm.. ohh..” Sementara vagina Fani sendiri sEmmikin basah oleh lendir gairah, Fani sEmmikin terangsang melihat kenikmatan yang jelas-jelas ditunjukkan Emmi di wajahnya, ia pun sEmmikin bergelora dan membungkukkan badannya dan kembali menjilati dan menghisap puting Emmi dengan liar dan bernafsu.

“Ohh.. ohh.. ohh.. Fann.. gillaa.. ohh.. ennak Fan.. mmhh..” “Sllrrp.. sllrrpp.. klcp.. klcp.. sllrrpp.. klcp.. mm.. klcp.. klcp..” “Mmm.. mm.. mm.. nghh.. nghh.. Faann.. Faann.. Fann.. oh.. oh.. oh.. oh..” Desahan dan rintihan Emmi yang dipenuhi kenikmatan sEmmikin terdengar liar dan tak terkendali, sementara Fani yang sEmmikin terangsang menggesekkan jarinya sEmmikin liar di vagina perawan Emmi dan lidah dan bibirnya melahap puting Emmi dengan sEmmikin bernafsu.

Emmi sendiri merasa gelombang kenikmatan memuncak dalam dirinya dan suatu perasaan seperti kesemutan merebak perlahan-lahan ke seluruh tubuhnya. Dengan nafas tersengal-sengal, Emmi mencengkeram erat kepala Fani dan menekannya keras ke buah dadanya, lalu dalam suatu ledakan kenikmatan yang terasa bagaikan tak berujung, Emmi memekik tertahan saat perasaan kesemutan dalam tubuhnya meledak menjadi setruman kenikmatan puncak yang membuat cairan kental tumpah deras dari dalam vaginanya, membasahi jari Fani yang masih liar menggesek-gesek vaginanya.

“Aaakk!” pekik Emmi sambil dengan refleks menjepit tangan Fani dengan kedua pahanya, sementara tangannya mencengkeram kepala Fani sEmmikin keras dan kepalanya terdongak ke belakang dengan bola mata terputar ke belakang penuh kenikmatan.

Fani yang berusaha menarik tangannya membuat jarinya kembali menggesek vagina Emmi dari bawah ke atas dengan gerakan sangat pelan, membuat Emmi kembali menikmati ledakan-ledakan kenikmatan yang terasa tak kunjung habis, mEmmiksanya menggigit bibirnya.

Akhirnya tangan Fani lepas dari jepitan paha Emmi disertai lenguhan panjang Emmi yang mengakhiri kenikmatan puncak orgasme pertamanya, “Ohh..” Fani menatap penuh rasa terpesona dan bergairah saat Emmi ambruk terlentang di kasur dengan mata terpejam dan nafas terengah-engah. Ia menyusul berbaring di samping Emmi dan memeluk tubuh sang adik kelas, langsung dibalas pelukan erat Emmi yang sangat menikmati pengalaman seksual indah ini. Keduanya berpelukan erat, saling menikmati kenyamanan kehangatan tubuh yang lain.

Setelah beberapa saat, akhirnya mereka saling melepas pelukan dan Emmi tersenyum menatap mata Fani. Rasa cinta dan kasih sayang mendalam tersorot jelas dari mata Emmi. Fani mEmmihami perasaan ini dan mengecup bibir Emmi dengan lembut. Mereka lalu terkikik geli bersama-sama, lalu kembali saling berpelukan erat dan Emmi berbisik di telinga Fani, “Fan, gue nggak ngerti perasaan gue saat ini.

Tapi rasanya gue nggak mau pisah dari elu. Gue rasanya sayaang banget ama elu.” Fani tersenyum dan membalas bisikan sang adik kelas, “Gue juga sayang banget ama elu, Em. Lu jadi pacar gue aja, ya?” Walaupun tak pernah terpikir akan berpacaran dengan sesama wanita, namun Emmi tak bisa memungkiri perasaannya saat ini, “Iya, Fan. Gue mau jadi pacar elu. Gue cinta ama elu.”

Mereka melanjutkan berpelukan erat dan hangat selama beberapa saat, lalu Emmi melepas pelukannya dan berkata pada Fani. “Gila, Fan. Lu bikin gue nikmat banget. Sekarang gantian ya, gue yang raba elu?” “Iya dong, gue juga mau ngerasain kayak elu. Tapi jari lu jangan dimasukin ya? Kayak gue aja tadi, digesek-gesek aja. Gue takut keperawanan gue sobek,” balas Fani. Emmi hanya mengangguk dan tetap dalam posisi rebahan, ia membuka paha Fani hingga mengangkang lebar, membuka vagina mudanya yang segar merekah, lalu mulai meraba-rabanya dengan jari tengahnya.

Tak memakan waktu lama bagi vagina Fani untuk kembali basah penuh lendir gairah, apalagi saat Emmi mendaratkan bibir dan lidahnya, mempermainkan puting Fani yang mungil itu. Desahan dan rintihan Fani pun akhirnya meledak menjadi pekikan penuh kenikmatan saat orgasme yang liar dan lama, seperti yang dinikmati Emmi, bergejolak dalam tubuh mungil Fani.

Dalam keadaan sama-sama telanjang bulat, Fani dan Emmi berpelukan mesra dan penuh kasih sayang, hingga akhirnya mereka tertidur pulas hingga pagi. ENDCewek Bisyar, cerita selingkuh dengan teman kantor, Toket tante, cerita cewek bispak, cerita sex dewasa, cerita sex dokter, cerita sex Tante, cerita setengah baya, cerita toket, ngentot basah.

Maid Indon Jaguh Menghisap Batang


DOWNLOAD VIDEO INI
LINK DOWNLOAD

#1:Mocha Menage – Thick Booty

#1:bokep indo – #1:Mocha Menage – Thick Booty
Mocha Menage – Thick Booty

News: Japanese Av Model Cute Asian Girl